10 Saham Paling Lesu Selama Sepekan, Ada BMAS hingga BNBA

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) susut 1,14 persen pada periode 19-23 April 2021. Sekitar 10 saham alami pelemahan paling dalam selama sepekan bahkan melebihi IHSG.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (24/4/2021), IHSG merosot ke posisi 6.016,86 dari pekan lalu di posisi 6.086,25. Kapitalisasi pasar saham melemah pada 19-23 April 2021. Kapitalisasi pasar saham turun 1,17 persen menjadi Rp 7.121,39 triliun dari Rp 7.205,77 triliun pada penutupan pekan lalu.

Rata-rata volume transaksi harian bursa selama sepekan tergelincir 5,95 persen menjadi 14,76 miliar saham pada 19-23 April 2021. Pada pekan lalu, rata-rata volume transaksi harian bursa tercatat 15,69 miliar saham.

Penurunan juga diikuti nilai transaksi harian saham di BEI. Rata-rata nilai transaksi harian saham merosot 11,30 persen menjadi Rp 8,65 triliun dari Rp 9,76 triliun pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian bursa tergelincir 12,44 persen pada 19-23 April 2021. Rata-rata frekuensi transaksi harian bursa menjadi 897.876 kali transaksi dari pekan lalu di posisi 1.025.495 kali transaksi.

Saat IHSG melemah, ada sejumlah saham yang turun bahkan melebihi indeks saham. Berikut 10 saham saham yang masuk top losers antara lain:

1.PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO)

Saham LFLO melemah 36,21 persen ke posisi Rp 111 per saham dari posisi pekan lalu di Rp 174 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.495 kali dengan nilai transaksi Rp 3,1 miliar.

2.PT Bank Maspion Tbk (BMAS)

Saham BMAS turun 29,95 persen dari Rp 2.170 per saham menjadi Rp 1.520 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.339 kali dengan nilai transaksi Rp 3 miliar

3.PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA)

Saham VRNA merosot 22,89 persen menjadi Rp 128 per saham dari pekan lalu Rp 166 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.910 kali dengan nilai transaksi Rp 2,1 miliar

4.PT Pudjiadi and Son Estate Tbk (PNSE)

Saham PNSE melemah 19,12 persen dari posisi Rp 680 per saham menjadi Rp 550 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 64 kali dengan nilai transaksi Rp 18 juta.

5.PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP)

Saham FIMP tergelincir 19,05 persen dari posisi Rp 105 per saham menjadi Rp 85 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 4.727 kali dengan nilai transaksi Rp 3,7 miliar.

Saham TFCO hingga BNBA

Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

6.PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO)

Saham TFCO merosot 17,61 persen dari posisi Rp 482 per saham menjadi Rp 585 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 45 kali dengan nilai transaksi Rp 9,3 juta.

7.PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU)

Saham PTDU melemah 17,54 persen ke posisi Rp 1.645 per saham dari pekan lalu Rp 1.995 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 685 kali dengan nilai transaksi Rp 3,5 miliar.

8.PT Citra Tubindo Tbk (CTBN)

Saham CTBN merosot 16,67 persen ke posisi Rp 2.700 per saham dari posisi pekan lalu Rp 3.240 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 16 kali dengan nilai transaksi Rp 5,2 juta.

9.PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)

Saham MPRO tergelincir 15,79 persen ke posisi Rp 560 per saham dari pekan lalu Rp 665 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 115 kali dengan nilai transaksi Rp 32,8 juta.

10.PT Bank Bumi Artha Tbk (BNBA)

Saham BNBA melemah 15,69 persen ke posisi Rp 860 per saham dari pekan lalu Rp 1.020 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 38.837 kali dengan nilai transaksi Rp 162,5 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini