10 Srikandi Bisnis dan Keuangan Membuat Video Musik Lagu Kemerdekaan dan Medley Lagu Nusantara

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perayaan HUT RI ke-76 bakal lebih semarak dengan kehadiran 10 Srikandi Bisnis dan Keuangan yang bergabung menyanyikan lagu-lagu bernuansa kemerdekaan. 10 Srikandi ini merupakan para wanita yang memiliki pengaruh besar dalam dunia bisnis dan keuangan di Tanah Air.

Kesepuluh Srikandi Bisnis dan Keuangan Indonesia yakni: Aviliani (Komisaris Bank Mega/Ekonom), Vera Eve Liem (Direktur Bank BCA), Yuanita Rohali (Direktur Keuangan PT Petromine Energy Trading), Rita Mirasari (Direktur Bank Danamon), Susy Meilina (Direktur Utama PT MNC Sekuritas), Evi A Ismail (Direktur Keuangan BPJSTK 2016- 2021), Dumasi M. M. Samosir (Direktur PT. Asuransi Sinar Mas), Lies Permana Lestari (Direktur Business Development PT. Sarinah), Juanita A.Luthan (SEVP, Head of Consumer & Micro Business PT Bank Nationalnobu Tbk) dan Susanti (Vice President PT Rintis Sejahtera).

Dalam kesempatan ini, Srikandi Bisnis dan Keuangan Indonesia juga secara khusus membawakan narasi kebangsaan berjudul "Nusantara" yang merupakan karya Presiden Direktur PT Rintis Sejahtera Iwan Setiawan.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Diproduseri Ibunda Alika Islamadina

Alika Islamadina dan ibunda, Yuanita Rohali (https://www.instagram.com/p/CMqOD8uAIed/)
Alika Islamadina dan ibunda, Yuanita Rohali (https://www.instagram.com/p/CMqOD8uAIed/)

"Ide awal pembuatan video ini, bertujuan untuk mengobarkan semangat nasionalisme, rasa cinta pada tanah air serta menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia, khususnya di tengah pandemi Covid-19," kata Yuanita Rohali, yang juga ibunda penyanyi Alika Islamadina, melalui unggahan video di akun Instagramnya, Kamis (19/8/2021).

Kolaborasi Menantang

10 Srikandi Bisnis dan Keuangan membuat musik video lagu kemerdekaan dan medley lagu Nusantara (YouTube)
10 Srikandi Bisnis dan Keuangan membuat musik video lagu kemerdekaan dan medley lagu Nusantara (YouTube)

Menurut Yuanita Rohali, ide untuk mengumpulkan 10 Srikandi Bisnis dan Keuangan Indonesia untuk membuat video musik kemerdekaan sudah terwujud sejak akhir Mei 2021. Namun, adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) memutus rencana besar tersebut.

"Ok, kita reveal ... Jadi kita sedikit nekat memberanikan diri untuk buat sesuatu di hari 17 Agustus ini Sempat beride di akhir May tapi belum sempat tereksekusi keburu PPKM diterapkan sehingga ide2 tsb sempat terkubur," tulis Yuanita Rohali di Instagram.

Akhirnya Terwujud

10 Srikandi Bisnis dan Keuangan membuat musik video lagu kemerdekaan dan medley lagu Nusantara (YouTube)
10 Srikandi Bisnis dan Keuangan membuat musik video lagu kemerdekaan dan medley lagu Nusantara (YouTube)

Rencana mewujudkan membuat video menyanyikan lagu kemerdekaan akhirnya diwujudkan 10 Srikandi Bisnis dan Keuangan Indonesia tepat dua hari sebelum 17 Agustus 2021.

"Mendadak 2 pekan sebelum hari H kita bersepakat utk mewujudkan ide, maka gedubrakan lah kita semua mempersiapkan diri dan eksekusi. Apalagi lalu saya di tunjuk utk jadi Produsernya ... tambah gedubrakan cari team yg bisa eksekusi music production & recording serta video clip production dlm waktu hitungan hari..," dia menjelaskan.

Jaringan Prima

10 Srikandi Bisnis dan Keuangan membuat musik video lagu kemerdekaan dan medley lagu Nusantara (YouTube)
10 Srikandi Bisnis dan Keuangan membuat musik video lagu kemerdekaan dan medley lagu Nusantara (YouTube)

Video musik 10 Srikandi Bisnis dan Keuangan Indonesia sudah ditayangan di saluran YouTube Jaringan Prima mulai 17 Agustus 2021. Para Srikandi menyanyikan lagu "Bendera" yang dipopulerkan oleh grup band Cokelat.

Nantinya, 10 Srikandi Bisnis dan Keuangan Indonesia bakal merilis video musik yang berisi medley lagu-lagu kemerdekaan dan Nusantara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel