10 Statistik Menarik hingga 16 Besar Euro 2020: Clean Sheet Inggris, 5 Gol Spanyol, dan Italia yang Tak terkalahkan

·Bacaan 7 menit

Bola.com, Jakarta - Babak 16 besar Euro 2020 telah rampung dan menyisakan delapan tim terkuat yang akan tampil di perempat final mulai Jumat (2/7/2021) malam hingga Minggu (4/7/2021) dini hari WIB. Begitu banyak kejadian menarik yang tersaji dalam 8 pertandingan di babak 16 besar Euro 2020.

Ukraina menjadi tim terakhir yang melangkah ke perempat final Euro 2020 sekaligus membuat kejutan. Mereka yang kesulitan sejak fase grup mampu melangkah jauh setelah menang atas Swedia lewat extra time.

Sebelumnya Inggris juga terlibat dalam pertandingan sengit menghadapi Jerman. Pertandingan besar di 16 besar Euro 2020 itu akhirnya berhasil dimenangkan oleh The Three Lions berkat gol yang dicetak Raheem Sterling dan Harry Kane.

Bahkan yang tak kalah menarik, tiga tim yang lolos dari grup neraka, Grup F Euro 2020, Prancis, Portugal, dan Jerman, semua harus tersingkir pada babak 16 besar.

Portugal yang merupakan juara bertahan Euro tersingkir di tangan Belgia. Sementara itu Prancis kalah dari Swiss melalui drama adu penalti.

Italia yang tidak kebobolan sepanjang tiga pertandingan fase grup, untuk pertama kalinya harus melihat gawangnya bobol di 16 besar Euro 2020. Tak disangka, gawang Gli Azzurri harus bobol oleh Austria.

Seperti apa statistik-statistik menarik yang tersaji sepanjang 16 besar Euro 2020. Seperti dilansir dari Sportskeeda, ini 10 di antaranya:

Ukraina Pertama Kali Lolos ke Perempat Final

Artem Dovbyk Antarkan Kemenangan Ukraina (Bola.com/Adreanus Titus/Foto: AP/Pool/Petr David Josek)
Artem Dovbyk Antarkan Kemenangan Ukraina (Bola.com/Adreanus Titus/Foto: AP/Pool/Petr David Josek)

Ukraina berhasil mengalahkan lawan mereka Swedia untuk bisa mencapai perempat final pertama mereka dalam sejarah Euro. Setelah Oleksandr Zinchenko membawa Ukraina unggul dalam pertandingan di Glasgow, Emile Forsberg sempat membaut kedudukan kembali imbang.

Pertandingan pun kemudian harus diteruskan melalui extra time, dan hampir saja harus ditentukan melalui drama adu penalti. Namun, Artem Dovbyk sukses mencetak gol bagi Ukraina dalam menit terakhir extra time. Ukraina pun melangkah ke perempat final Euro 2020.

Satu hal yang menarik lainnya dari Ukraina adalah mereka menjadi satu-satunya tim dari empat tim peringkat ketiga terbaik fase grup yang sukses melangkah ke perempat final Euro 2020.

Kartu Merah Marcus Danielson

Pemain Swedia Emil Forsberg (kiri) bereaksi saat wasit Daniele Orsato menunjukkan kartu merah kepada rekan setimnya Marcus Danielson saat melawan Ukraina pada pertandingan babak 16 besar Euro 2020 di Stadion Hampden Park, Glasgow, Selasa (29/6/2021). (AP Photo/Petr David Josek, Pool)
Pemain Swedia Emil Forsberg (kiri) bereaksi saat wasit Daniele Orsato menunjukkan kartu merah kepada rekan setimnya Marcus Danielson saat melawan Ukraina pada pertandingan babak 16 besar Euro 2020 di Stadion Hampden Park, Glasgow, Selasa (29/6/2021). (AP Photo/Petr David Josek, Pool)

Pertandingan 16 besar Euro 2020 antara Swedia dan Ukraina yang harus berjalan selama 120 menit juga menyajikan sebuah statistik bersejarah.

Bek tengah Swedia, Marcus Danielson, mendapatkan kartu merah langsung. Kartu merah ini menjadikan Danielson sebagai pemain keempat dalam sejarah Euro yang diusir keluar oleh wasit saat extra time.

Clean sheet Inggris

Selebrasi pemain Inggris, Harry Kane usai menjebol gawang Jerman dalam pertandingan babak 16 besar Piala Eropa 2020 di Wembley stadium, Selasa (29/6/2021). (Foto: AP/Pool/Matthew Childs)
Selebrasi pemain Inggris, Harry Kane usai menjebol gawang Jerman dalam pertandingan babak 16 besar Piala Eropa 2020 di Wembley stadium, Selasa (29/6/2021). (Foto: AP/Pool/Matthew Childs)

Datang ke Euro 2020 sebagai satu di antara beberapa favorit juara, Inggris hanya mampu mencetak dua gol dari tiga pertandingan di fase grup, tapi tanpa satu kali pun kebobolan.

Dalam pertandingan 16 besar Euro 2020, Inggris menang 2-0 atas Jerman di Wembley Stadium. The Three Lions pun melangkah ke perempat final Euro 2020.

Kemenangan ini membuat Timnas Inggris mencetak clean sheet dalam laga pertama dari empat pertandingan di turnamen besar sejak pertama kalinya sejak Piala Dunia 1966, di mana The Three Lions berhasil meraih gelar juara.

Namun, yang menarik Inggris belum sekali pun meraih gelar juara sejak saat itu. Tentu torehan clean sheet dalam empat pertandingan pertama mereka di Euro 2020 membuat Inggris cukup optimistis bisa menjuarai Euro 2020, terutama setelah mengalahkan Jerman di babak 16 besar.

Prancis dan Extra Time

Reaksi kecewa para pemain Prancis usai melawan Swiss pada pertandingan babak 16 besar Euro 2020 di Stadion National Arena, Bucharest, Rumania, Selasa (29/6/2021). Swiss menyingkirkan Prancis usai menang 5-4 (3-3). (Robert Ghement/Pool via AP)
Reaksi kecewa para pemain Prancis usai melawan Swiss pada pertandingan babak 16 besar Euro 2020 di Stadion National Arena, Bucharest, Rumania, Selasa (29/6/2021). Swiss menyingkirkan Prancis usai menang 5-4 (3-3). (Robert Ghement/Pool via AP)

Prancis gagal mewujudkan target melanjutkan keberhasilan mereka di Piala Dunia 2018 dengan trofi juara di Euro 2020. Mereka harus tersingkir dari Euro 2020 setelah kalah dari Swiss melalui drama adu penalti.

Setelah kebobolan lebih dulu dan bangkit untuk meraih keunggulan 3-1 berkat dua gol Karim Benzema dan satu gol Paul Pogba, Prancis justru kebobolan dua gol lagi dan memaksa pertandingan dilanjutkan, bahkan hingga drama adu penalti.

Swiss pun berhasil melangkah ke perempat final setelah sepakan penalti Kylian Mbappe berhasil dihalau dengan baik oleh kiper Swiss, Yann Sommer. Kekalahan ini membuat Les Bleus mencatat rekor tiga kali tersingkir dari turnamen besar setelah pertandingan dipaksa berlanjut ke extra time dan adu penalti.

Pertama mereka alami di final Piala Dunia 2006, di mana Prancis kalah dari Italia melalui extra time. Kemudian Prancis juga kalah di final Euro 2016, di mana saat itu Prancis kalah dari Portugal juga lewat extra time.

Swiss ke Perempat Final Turnamen Besar Setelah 67 Tahun

Para pemain Swiss merayakan kemenangan atas Prancis pada akhir pertandingan babak 16 besar Euro 2020 di Stadion National Arena, Bucharest, Rumania, Selasa (29/6/2021). Swiss menyingkirkan Prancis usai menang 5-4 (3-3). (Marko Djurica/Pool Photo via AP)
Para pemain Swiss merayakan kemenangan atas Prancis pada akhir pertandingan babak 16 besar Euro 2020 di Stadion National Arena, Bucharest, Rumania, Selasa (29/6/2021). Swiss menyingkirkan Prancis usai menang 5-4 (3-3). (Marko Djurica/Pool Photo via AP)

Swiss berhasil mengalahkan Prancis di 16 besar Euro 2020 melalui drama adu penalti. Sempat tertinggal 1-3 lebih dulu dari Prancis, Haris Seferovic dan Mario Gavranovic berhasil membuat kedudukan menjadi imbang dan memaksa laga berlanjut dengan extra time, bahkan adu penalti.

Swiss berhasil mencetak semua penalti mereka, sementara Prancis harus tersingkir setelah eksekusi Kylian Mbappe dihalau dengan baik oleh kiper Swiss, Yann Sommer.

Hasil pertandingan ini membuat Swiss untuk pertama kalinya dalam turnamen besar yang digelar selama 67 tahun berhasil melangkah ke perempat final. Mereka terakhir kali lolos ke perempat final adalah di Piala Dunia 1954.

Kroasia Vs Spanyol Toreh Rekor

Pada menit ke-85, Kroasia mencetak gol balasan. Gol ini berawal dari kemelut di depan gawang Spanyol, yang berhasil dimanfaatkan Mislav Orsic. Dengan tendangan jarak dekat, ia membobol gawang Unai Simon. (Foto: AP/Pool/Wolfgang Rattay)
Pada menit ke-85, Kroasia mencetak gol balasan. Gol ini berawal dari kemelut di depan gawang Spanyol, yang berhasil dimanfaatkan Mislav Orsic. Dengan tendangan jarak dekat, ia membobol gawang Unai Simon. (Foto: AP/Pool/Wolfgang Rattay)

Spanyol dan Kroasia menjadi pertandingan yang sangat menarik di 16 besar Euro 2020. Bagaimana tidak. Pertandingan harus berakhir dengan skor besar 5-3 untuk kemenangan Spanyol.

Spanyol lebih dulu tertinggal lewat gol bunuh diri. Namun, La Furia Roja mampu bangkit dan unggul hingga 3-1. Namun, Kroasia bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 sebelum waktu normal berakhir hingga laga harus diteruskan ke babak extra time.

Setelah itu, Spanyol berhasil mencetak dua gol tambahan pada babak extra time melalui Alvaro Morata dan Mikel Oyarzabal. La Furia Roja pun sukses melangkah ke perempat final.

Dengan total delapan gol tercipta dalam pertandingan tersebut, laga antara Kroasia kontra Spanyol itu menjadi pertandingan dengan jumlah gol terbanyak kedua dalam sejarah Euro. Dalam edisi pertama Euro, Yugoslavia berhasil menang 5-4 atas Prancis dan tetap menjadi pertandingan dengan jumlah gol terbanyak di Euro hingga saat ini.

Spanyol dan Gol Bunuh Diri Terjauh di Euro

Spanyol malah lebih dulu tertinggal karena blunder fatal Unai Simon pada menit ke-20. Dia gagal mengontrol bola backpass dari Pedri. Bola meluncur deras dari tengah lapangan dan gagal ditangkap Simon. (Foto: AFP/Pool/Jonathan Nackstrand)
Spanyol malah lebih dulu tertinggal karena blunder fatal Unai Simon pada menit ke-20. Dia gagal mengontrol bola backpass dari Pedri. Bola meluncur deras dari tengah lapangan dan gagal ditangkap Simon. (Foto: AFP/Pool/Jonathan Nackstrand)

Masih dari pertandingan antara Spanyol kontra Kroasia di 16 besar Euro 2020, ada sebuah momen di mana pemain Spanyol, Pedri, ditekan oleh pemain Kroasia dan bermaksud untuk memberikan back pass kepada kiper Spanyol, Unai Simon.

Namun, Unai Simon gagal menyentuh bola dengan baik dan membuat bola pun masuk ke dalam gawangnya sendiri. Pada akhirnya, ini memang dianggap sebagai gol bunuh diri Unia Simon, karena operan itu seharusnya bisa diantisipasi dengan baik oleh sang penjaga gawang.

Namun, tetap itu menjadi gol bunuh diri terjauh yang tercipta dalam sejarah Euro, dan yang pertama kali juga terjadi dari luar kotak penalti.

Tercipta Gol Bunuh Diri Terbanyak di Euro 2020

Gol bunuh diri bek Turki, Merih Demiral yang mengawali kekalahan telak 0-3 dari Italia memang menjadi yang pertama kali sepanjang sejarah laga Pembuka Piala Eropa. Namun secara keseluruhan, gol tersebut menjadi kali ke-10 yang terjadi sepanjang sejarah Euro. (Foto: LaPresse via AP/Alfredo Falcone)
Gol bunuh diri bek Turki, Merih Demiral yang mengawali kekalahan telak 0-3 dari Italia memang menjadi yang pertama kali sepanjang sejarah laga Pembuka Piala Eropa. Namun secara keseluruhan, gol tersebut menjadi kali ke-10 yang terjadi sepanjang sejarah Euro. (Foto: LaPresse via AP/Alfredo Falcone)

Masih dari pertandingan antara Spanyol kontra Kroasia yang berakhir dengan delapan gol, Pedri membuat Spanyol kebobolan lewat gol bunuh diri setelah back pass yang diberikan kepada Unai Simon gagal diantisipasi dengan baik oleh sang penjaga gawang.

Gol ini menjadi gol bunuh diri kesembilan yang terjadi di Euro 2020. Jumlah ini menjadi jumlah gol bunuh diri terbanyak dalam sejarah Euro, bahkan masih lebih banyak jika jumlah gol dari edisi-edisi sebelumnya digabungkan.

Selain gol bunuh diri Spanyol, ada delapan gol bunuh diri lain yang masing-masing dilakukan oleh Merih Demiral, Mats Hummels, Ruben Dias, Raphael Guerreiro, Wojciech Szczesny, Lukas Hradecky, Martin Dubravka, dan Juraj Kucka.

Spanyol dan 5 Gol

Selebrasi pemain Spanyol, Mikel Oiarzabal dan Alvaro Morata usai menjebol gawang Kroasia dalam babak perpanjangan waktu pertandingan 16 besar Piala Eropa 2020 di Parken stadium, Denmark, Senin (28/6/2021). (Foto: AP/Pool/Martin Meissner)
Selebrasi pemain Spanyol, Mikel Oiarzabal dan Alvaro Morata usai menjebol gawang Kroasia dalam babak perpanjangan waktu pertandingan 16 besar Piala Eropa 2020 di Parken stadium, Denmark, Senin (28/6/2021). (Foto: AP/Pool/Martin Meissner)

Masih dari pertandingan antara Spanyol kontra Kroasia di 16 besar Euro 2020. Ada rekor lain yang juga tercipta dalam pertandingan ini.

Spanyol mengalahkan Kroasia dengan skor 5-3 melalui extra time dan berhasil melangkah ke perempat final. Skor itu menjadikan La Furia Roja sebagai tim pertama dalam sejarah Euro yang mencetak dua gol dalam pertandingan secara beruntun.

Dalam laga terakhir fase grup Euro 2020, Spanyol menang 5-0 atas Slovakia. Dalam pertandingan ini pula ada dua gol bunuh diri tercipta yang dilakukan oleh Dubravka dan Kucka.

Italia dan 31 Laga Tak Terkalahkan

Para pemain Italia merayakan kemenangan atas Wales pada akhir pertandingan Grup A Euro 2020 di Stadion Olimpiade Roma, Italia, Minggu (20/6/2021). Italia menang 1-0. (AP Photo/Alessandra Tarantino, Pool via AP)
Para pemain Italia merayakan kemenangan atas Wales pada akhir pertandingan Grup A Euro 2020 di Stadion Olimpiade Roma, Italia, Minggu (20/6/2021). Italia menang 1-0. (AP Photo/Alessandra Tarantino, Pool via AP)

Setelah gagal berpartisipasi di Piala Dunia 2018 di Rusia, Italia menjadi sebuah tim yang kuat di bawah asuhan Roberto Mancini. Gli Azzurri mampu melangkah ke Euro 2020 dengan sempurna, di mana mereka berhasil menang dalam setiap pertandingan, termasuk dalam tiga pertandingan di fase grup.

Italia kemudian berhasil mengalahkan Austria pada babak 16 besar Euro 2020 dan memperpanjang tren tidak terkalahkan mereka di semua kompetisi menjadi 31 pertandingan.

Torehan itu menjadi keberhasilan terpanjang Italia dala msejarah mereka di semua kompetisi, bahkan mematahkan rekor mereka sebelumnya, yaitu 30 laga tak terkalahkan antara 1935 hingga 1939.

Gli Azzurri kini akan berusaha untuk memperpanjang torehan tersebut dengan menghadapi Belgia di babak perempat final Euro 2020 pada akhir pekan ini.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel