10 Tanda Diabetes Tidak Terkontrol, Sebabkan Komplikasi Serius

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Diabetes merupakan penyakit yang memerlukan perawatan khusus. Orang yang tidak mengelola diabetesnya berisiko mengalami glukosa darah tinggi yang berbahaya. Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi yang jauh lebih parah.

Ketika seseorang menderita diabetes, mereka memiliki kadar gula darah yang tinggi. Menjaga kadar gula darah tetap stabil dapat mengurangi risiko tingginya gula darah yang menyebabkan komplikasi di seluruh tubuh. Jika kadar glukosa tetap tinggi, banyak masalah dan gejala bisa muncul.

Diabetes yang tidak diobati dapat memicu serangkaian gejala, mulai dari perubahan suasana hati hingga kerusakan organ. Terkadang, diabetes terlambat untuk dikenali. Akibatnya, kondisi ini jadi tidak terkontrol.

Berikut 10 tanda diabetes tidak terkontrol dan memerlukan perawatan, dirangkum Liputan6.com dari Medical News Today, Kamis(7/1/2021).

Komplikasi diabetes

Komplikasi diabetes/unsplash
Komplikasi diabetes/unsplash

Penyakit kardiovaskular

Dari semua komplikasi diabetes, penyakit kardiovaskular adalah salah satu yang paling mungkin berakibat fatal. Kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada semua bagian sistem kardiovaskular. Ini membuat diabetes sangat terkait dengan penyakit kardiovaskular seperti darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.

Neuropati diabetes

Neuropati diabetes adalah komplikasi serius dan umum dari diabetes tipe 1 dan tipe 2. Neuropati terjadi ketika kadar lemak atau gula yang tinggi dalam darah merusak saraf di tubuh. Ini dapat mempengaruhi hampir semua saraf di tubuh, dengan berbagai gejala. Neuropati diabetes bisa memengaruhi sistem saraf ginjal, penglihatan, pencernaan, hingga reproduksi.

Ketoasidosis diabetik

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes akut yang mengancam jiwa. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi, sehingga lemak mulai rusak. Saat ini terjadi, tubuh melepaskan bahan kimia yang dikenal sebagai keton. Kadar keton yang tinggi bisa membuat darah menjadi terlalu asam.

Dalam beberapa jam, ketoasidosis diabetik bisa menimbulkan berbagai gejala, termasuk mulut kering, mual dan muntah, sakit perut, sesak napas, hingga kehilangan kesadaran dan koma.

Tanda Diabetes Tidak Terkontrol

ilustrasi tes gula darah dan diabetes | pexels.com/@wdnet
ilustrasi tes gula darah dan diabetes | pexels.com/@wdnet

Gula darah terus naik

Kadar gula darah yang sangat tinggi adalah tanda paling jelas bahwa diabetes membutuhkan perawatan. Kadar gula darah yang sehat sebelum makan adalah 70–130 mg / dl sementara dua jam setelah makan adalah 140 mg / dl.

Penggunaan obat diabetes yang benar dan perubahan gaya hidup biasanya dapat membawa glukosa darah dalam kisaran target tersebut. Jika glukosa darah tetap terlalu tinggi, atau jika terus meningkat, ia harus berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan perawatan tepat.

Lebih sering infeksi

Kadar gula darah yang tinggi dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap infeksi. Kondisi ini membuat seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari luka atau infeksi. Infeksi yang terjadi dengan diabetes membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dan dapat memburuk lebih cepat. Tanpa pengobatan yang tepat, sepsis, komplikasi yang mengancam jiwa, dapat berkembang.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2012 mencatat bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi kulit (seperti selulitis atau borok, terutama di kaki), infeksi saluran kemih, infeksi mulut dan gastrointestinal, infeksi saluran pernafasan, dan infeksi jamur.

Tanda Diabetes Tidak Terkontrol

Ilustrasi toilet. Sumber foto: unsplash.com/Tim Mossholder.
Ilustrasi toilet. Sumber foto: unsplash.com/Tim Mossholder.

Sering buang air kecil

Sering buang air kecil, atau poliuria, adalah tanda umum diabetes tipe 1 dan tipe 2. Sering buang air kecil ini didefinisikan ketika seseorang buang air kecil minimal 3 liter per hari. Poliuria terjadi karena tubuh mencoba untuk membersihkan darah dari kelebihan glukosa. Ketika kadar gula tinggi, orang juga lebih sering minum, menyebabkan mereka memproduksi lebih banyak urin.

Sering haus

Penderita diabetes terkadang mengalami bentuk rasa haus yang ekstrem atau polidipsia. Ini umum terjadi pada diabetes tipe 1, dan juga bisa terjadi pada tipe 2 ketika kadar gula darah sangat tinggi. Glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi dan rasa haus, serta dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap air. Tanda lain yang muncul akibat kondisi ini adalah mulut kering kronis dan pusing.

Tanda Diabetes Tidak Terkontrol

Ilustrasi makan (Dok.Unsplash)
Ilustrasi makan (Dok.Unsplash)

Nasfu makan meningkat, tanpa kenaikan berat badan

Meski memiliki kadar gula darah yang tinggi, sel tubuh tidak dapat mengakses glukosa ini untuk digunakan sebagai energi. Hal ini dapat menyebabkan polifagia, di mana tubuh memicu tanda-tanda lapar saat mencoba mendapatkan akses energi.

Penderita diabetes yang tidak terkontrol mungkin akan memiliki nafsu makan yang besar tetapi tidak menambah berat badan. Ini menunjukkan bahwa tubuh mereka tidak mendapatkan semua energi yang dibutuhkan dari makanan. Bahkan ketika seseorang makan, rasa lapar bisa bertahan, karena tubuh terus meminta bahan bakar.

Penurunan berat badan

Tanda ini masih terkait dengan pengaruh diabetes terhadap nafsu makan. Ketidakmampuan menyerap glukosa ini juga dapat menyebabkan penurunan berat badan. Ini membuat nutrisi dan energi tidak terserap dan tubuh terus mengalami penurunan berat badan.

Apakah penderita diabetes kehilangan berat badan atau tidak tergantung pada seberapa baik tubuh menggunakan glukosa, dan seberapa banyak orang tersebut makan.

Tanda Diabetes Tidak Terkontrol

ilustrasi bau mulut/pexels
ilustrasi bau mulut/pexels

Napas beraroma buah

Seseorang dengan kadar gula darah tinggi mungkin memperhatikan bahwa napasnya berbau seperti buah, atau sangat manis. Ini terjadi ketika tubuh tidak dapat mengakses glukosa dari darah. Ini menciptakan bahan kimia yang disebut aseton yang dapat memiliki bau buah.

Napas buah adalah tanda dari diabetes ketoasidosis, komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa yang dapat berkembang selama beberapa jam.

Masalah ginjal

Seiring waktu, kadar glukosa yang tinggi dapat merusak pembuluh darah, termasuk di ginjal. Diabetes membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring darah, akibatnya penyakit ginjal dapat terjadi. Penderita diabetes akan menemukan gejala seperti urin yang sangat gelap atau berdarah, urin berbusa, nyeri di dekat ginjal di punggung bawah, atau kondisi ginjal kronis atau infeksi saluran kemih.

Tanda Diabetes Tidak Terkontrol

Ilustrasi kardiovaskular Credit: unsplash.com/Laura
Ilustrasi kardiovaskular Credit: unsplash.com/Laura

Masalah kardiovaskular

Penderita diabetes seringkali mengalami gejala kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi. Kondisi lain juga termasuk kadar kolesterol tinggi dan obesitas, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Sirkulasi yang buruk juga dapat memperlambat penyembuhan luka dan masalah pada ekstremitas, seperti kaki.

Kesemutan atau mati rasa

Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf di seluruh tubuh, terutama yang memengaruhi sensasi di tangan atau kaki. Kesemutan atau mati rasa bisa menjadi tanda kerusakan saraf, atau neuropati diabetes.

Beberapa penderita diabetes mengalami nyeri saraf, yang bisa terasa seperti sensasi listrik atau terbakar. Nyeri saraf bisa terjadi di mana saja, tetapi sangat umum terjadi di kaki dan tangan.