10 Tanda Menopause Dini, Penyebab dan Cara Mencegahnya

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Menopause tak hanya terjadi pada wanita yang berusia di atas 50 tahun. Wanita muda juga bisa mengalami beberapa masalah siklus menstruasi sebagai tanda menopause dini. Jadi jangan disepelekan dan mulai waspadai.

Tanda menopause dini bisa terlihat dari siklus menstruasi atau haid yang dialami wanita. Siklus yang sering maju atau bahkan tertunda sampai satu bulan lamanya. Lalu kondisi vagina wanita yang mulai kering, gatal, perih, dan lain sebagainya.

Selain tanda fisik, ada tanda psikologi yang bisa dikenali. Wanita yang mengalami menopause dini memiliki mood swing mirip ketika mendekati siklus menstruasi. Bukan tanpa alasan, semua tanda menopause dini ini dipengaruhi oleh kadar hormon esterogen dan progesteron wanita yang terus mengalami penurunan.

Berikut Liputan6.com ulas tanda menopause dini dari berbagai sumber, Sabtu (24/10/2020).

Tanda Menopause Dini

Ilustrasi kalender | unsplash.com/@bajkorenata
Ilustrasi kalender | unsplash.com/@bajkorenata

Menstruasi Tidak Teratur

Banyak wanita yang tak menyadari bahwa siklus menstruasi yang tidak teratur bisa menjadi tanda menopause dini. Menstruasi atau haid yang tidak teratur terlihat dari masa haid yang mundur dan maju tidak menentu. Beberapa di antaranya ada yang hanya mengeluarkan darah haid sedikit atau banyak sekali.

Tandanya semakin terlihat pada wanita yang sebelumnya memiliki siklus menstruasi normal dan lancar. Jika kondisi seperti ini terjadi selama 12 bulan berturut-turut, waspadai. Bisa jadi memang bukan menopause dini, melainkan kondisi kesehatan yang lebih membahayakan.

Masalah Pada Saluran Kemih

Memiliki masalah pada saluran kemih memang rentan dialami wanita daripada pria. Wanita yang mengalami masalah ini harus lebih waspada, apalagi bagi wanita muda. Masalah saluran kemih pada wanita bisa menjadi tanda menopause dini.

Tepatnya ketika wanita mengalami inkontinensia urine atau sulit menahan pipis, buang air kecil menjadi lebih sering, dan mengalami anyang-anyangan.

Kondisi ini bisa terjadi karena ada penurunan kadar esterogen yang membuat infeksi rentan terjadi. Bisa juga karena ada jaringan di vagina dan saluran kemih yang semakin menipis dan tidak elastis lagi. Konsumsi air putih dengan cukup agar kondisi ini lebih cepat membaik.

Tanda Menopause Dini

Ilustrasi Insomnia | unsplash.com/@all_who_wander
Ilustrasi Insomnia | unsplash.com/@all_who_wander

Sensasi Panas (Hot Flashes)

Tanda menopause yang umum terjadi adalah timbul sensasi panas pada wajah, leher, dan tubuh. Sensasi seperti ini muncul ketika wanita memasuki siklus menstruasi. Selain tanda menopause yang umum, sensasi seperti ini termasuk tanda menopause dini.

Sensasi panas yang dialami akan muncul secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas. Beberapa wanita juga ada yang mengalami gejala lain, seperti timbul kemerahan, berkeringat, dan jantung berdebar lebih hebat.

Namun rata-rata wanita tidak mengalami sensasi ini dalam waktu yang lama, kira-kira hanya 30 detik sampai 10 menit. Meski begitu sensasi seperti ini bisa terus terulang dengan jangka waktu yang lama. Beberapa wanita mengalami dalam kurun waktu satu sampai dua tahun.

Sulit Tidur

Insomnia atau sulit tidur bisa terjadi ketika wanita mendekati masa menopause. Masalah ini mungkin normal terjadi bagi wanita yang memang sudah seharusnya mengalami menopause. Berbeda bagi wanita muda, kondisi ini bisa menjadi tanda menopause dini.

Wanita yang sulit tidur di malam hari biasanya dipengaruhi oleh kadar estrogen dan progesteron dalam tubuhnya yang terus menurun. Bisa juga terjadi ketika wanita sudah tidur, lalu terbangun dan tidak bisa melanjutkan tidurnya lagi.

Untuk bisa menurunkan risiko insomnia, hindari cahaya biru dari layar ponsel, tv, laptop, dan lain sebagainya. Cobalah merelaksasi tubuh dengan kegiatan santai lainnya. Mulai dari mendengarkan musik, mandi air hangat, membaca, dan hindari konsumsi kafein.

Tanda Menopause Dini

Ilustrasi gairah seks menurun | (Photo by Polina Zimmerman from Pexels)
Ilustrasi gairah seks menurun | (Photo by Polina Zimmerman from Pexels)

Vagina Kering

Banyak wanita yang tak memerhatikan kondisi vaginanya. Padahal tanda menopause dini terlihat dari vagina yang kering. Untuk bisa mengenalinya, biasanya terasa ketika berhubungan seks.

Wanita yang vaginanya kering akan merasa sakit ketika berhubungan seks. Kondisi ini terjadi karena adanya penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron. Hingga membuat produksi cairan pelumas alami vagina berkurang. Gejala lain yang bisa dikenali saat vagina kering adalah gatal, perih, dan tidak nyaman.

Palpitasi dan Infertilitas

Palpitasi bisa terjadi sebagai tanda menopause dini. Palpitasi merupakan salah satu masalah jantung yang dipengaruhi oleh hormon. Hormon reproduksi wanita melindungi jantung dari kerusakan. Namun ketika produksi hormon reproduksi wanita menurun, masalah palpitasi bisa muncul.

Selain palpitasi, masalah infertilitas bisa menjadi tanda menopause dini yang cukup mengkhawatirkan. Wanita yang mendekati masa menopause akan memiliki kadar hormon dan menstruasi yang tidak teratur. Kondisi ini jelas akan membuat wanita kehilangan masa subur dan sulit hamil.

Gairah Seks Menurun

Tak hanya vagina yang kering. Tanda menopause dini bisa terlihat dari gairah seks wanita. Pada saat menopause dini terjadi, penurunan hormon estrogen akan membuat klitoris menjadi kurang peka terhadap rangsangan seksual.

Vagina juga akan sangat kering dan kurang elastis. Beberapa wanita mungkin akan merasa risih ketika berhubungan seksual. Bahkan ada yang sampai sulit mencapai orgasme ketika sedang berhubungan badan.

Kondisi seperti ini harus lebih diwaspadai ketika terjadi pada wanita muda yang belum seharusnya menopause. Sebab pada usia ini wanita normal sedang mengalami puncak dorongan seksual. Jadi mulai konsultasikan dengan dokter dan komunikasikan dengan pasangan ketika mengalami.

Tanda Menopause Dini

Ilustrasi Depresi | Credit: pexels.com/EnginA
Ilustrasi Depresi | Credit: pexels.com/EnginA

Masalah Psikologis

Memiliki suasana hati yang buruk biasanya terjadi saat wanita akan haid dan sedang haid. Berbeda jika wanita kerap mengalami di luar siklus tersebut, kondisi ini bisa menjadi tanda menopause dini.

Hal ini disebabkan karena terjadinya perubahan hormon dalam tubuh wanita berdampak pada perubahan emosi dan kondisi psikologisnya. Wanita biasanya akan mudah tersinggung, sedih, lelah, cemas, marah, depresi, dan masih banyak lagi.

Perubahan Kulit dan Rambut

Terjadinya perubahan kulit dan rambut wanita memang sulit terlihat jika tak diperhatikan. Padahal perubahan-perubahan kecil bisa menjadi tanda menopause dini. Tepatnya ketika rambut wanita semakin rapuh, kering, dan mudah rontok. Lalu kulitnya semakin kehilangan elastisitas, kering, dan menipis.

Memang tidak selalu tanda menopause dini. Untuk itu ketika mengalami dan mencegah terjadi, lakukan perawatan lebih dini. Hindari penggunaan produk sembarangan. Mulailah peduli dengan produk perawatan yang cocok dengan rambut dan kulit.

Penyebab Menopause Dini

Ilustrasi Merokok | (sumber: unsplash)
Ilustrasi Merokok | (sumber: unsplash)

Gangguan Genetik

FMR1 adalah gen yang menyebabkan sindrom Fragile X atau mutasi gen lain yang dapat menyebabkan masalah pada indung telur. Menurut laporan National Institute of Health, 1 dari 33 wanita yang mengalami menopause dini akibat kegagalan ovarium prematur berawal dari adanya gangguan genetik.

Gangguan Autoimun

Gangguan tiroiditis autoimun (radang kelenjar tiroid) telah dikaitkan dengan kegagalan ovarium prematur. Begitu pula dengan penyakit Addison, di mana kelenjar adrenal tidak menghasilkan cukup hormon.

Paparan Rokok atau Racun

Penyebab menopause dini lainnya adalah paparan rokok. Menurut para ahli, beberapa racun, seperti kandungan pada rokok dan pestisida, disinyalir dapat menyebabkan kegagalan ovarium prematur.

Umumnya, wanita memiliki folikel primordial (biji-biji kecil yang tumbuh menjadi folikel) yang cukup untuk bertahan hidup sampai usia Anda 50 tahun. Namun, karena sering terpapar bahan kimia, folikel menjadi cepat habis mati.

Kemoterapi atau Radiasi

Serupa dengan lingkungan yang beracun, kemoterapi dapat merusak materi genetik dalam sel ovarium. Meski demikian, kerusakan tersebut tergantung pada jenis obat, dosis radiasi, dan usia saat Anda melakukan perawatan kanker tersebut.

Epilepsi

Epilepsi adalah gangguan kejang yang berasal dari otak. Wanita dengan epilepsi lebih cenderung mengalami kegagalan ovarium prematur, yang menyebabkan menopause dini.

Indeks Massa Tubuh (IMT)

Indeks massa tubuh juga bisa menjadi faktor yang memengaruhi terjadinya menopause dini. Estrogen disimpan dalam jaringan lemak. Wanita yang sangat kurus memiliki lebih sedikit cadangan estrogen, yang dapat dihabiskan lebih cepat.

Cara Mencegah Menopause Dini

Ilustrasi Kacang | Credit: pexels.com/Marta
Ilustrasi Kacang | Credit: pexels.com/Marta

Fitoestrogen

Fitoestrogen adalah senyawa dalam tumbuhan yang mirip dengan hormon estrogen dalam tubuh. Namun, pada umumnya fitoestrogen lebih lemah untuk membentuk estrogen dibandingkan hormon estrogen alami.

Senyawa ini banyak ditemukan dalam pepaya, bengkuang, teh hijau, melon, dan kacang kedelai.

Ikan dengan lemak baik

Kandungan lemak baik, seperti EPA dan DHA, yang terkandung dalam ikan sangat penting untuk menjaga fungsi jantung dan pembuluh darah. American Heart Association (AHA) menyarankan untuk mengonsumsi ikan berminyak 2 kali dalam seminggu atau sekitar 350 gram dalam seminggu. Beberapa contoh ikan yang mengandung lemak baik adalah salmon, sarden, dan tuna.

Kacang-kacangan

Dalam Journal of Epidemiology & Community Health tahun 2017, para peneliti menemukan bahwa cukup konsumsi kacang-kacangan dan ikan dengan lemak baik mampu menunda menopause hampir tiga tahun.

Ini mungkin terjadi karena kandungan asam lemak omega-3 di dalam makanan tersebut yang berperan sebagai antioksidan. Akibatnya, proses penuaan tubuh pun dapat ditunda, termasuk menopause. Contoh kacang-kacangan yang baik untuk cegah menopause dini adalah kacang merah, kacang kedelai, kacang polong, kacang hijau dan almond.

Kalsium dan vitamin D

Sebuah penelitian di Harvard University menunjukkan, perempuan yang mendapatkan asupan vitamin D dan kalsium tinggi cenderung tak mengalami menopause dini, dibandingkan mereka yang tidak.

Sumber kalsium dan vitamin D dapat ditemukan pada susu, keju, sayuran hijau (kangkung dan brokoli), salmon, dan kuning telur.