10 Tanda-Tanda Hamil 1 Hari, Kenali Lebih Dini

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Banyak wanita ingin mengetahui tanda-tanda hamil 1 hari tepat setelah berhubungan badan. Hal ini terjadi pada wanita yang sangat antusias ingin segera mendapat momongan, begitu juga yang ingin menunda kehamilan.

Tanda-tanda hamil 1 hari sebenarnya mudah saja dikenali. Sayangnya tanda ini pun mirip dengan efek kecemasan wanita dan jelang siklus masa menstruasinya. Sebab kebanyakan wanita baru bisa merasakan tanda jelas ketika memasuki usia 5-6 minggu kehamilan.

Begitupun belum ada alat tes kehamilan yang akurat untuk mengetahui hasil pembuahan hari ke-1 setelah berhubungan badan. Maka dari itu tidak ada salahnya melegakan diri dengan memerhatikan tanda-tanda hamil 1 hari ini.

Namun tetap saja, tanda ini tidak bisa dijadikan patokan pasti sebelum tes kehamilan benar-benar dilakukan dengan dokter kandungan. Berikut Liputan6.com ulas tanda-tanda hamil 1 hari dari berbagai sumber, Selasa (27/10/2020).

Payudara Lebih Sensitif

Ilustrasi payudara | unsplash.com
Ilustrasi payudara | unsplash.com

Payudara disebut sebagai bagian tubuh pertama yang mendapatkan pesan ketika sperma bertemu sel telur. Payudara sensitif juga termasuk tanda-tanda hamil 1 hari.

Sebagai tanda-tanda hamil, payudara bisa terasa nyeri saat disentuh, lebih penuh atau lebih berat dari biasanya. Perubahan ini mungkin tidak terasa jauh berbeda dari tanda PMS. Pada PMS perubahan hanya bertahan setelah menstruasi berlalu.

Perubahan juga terlihat pada areola (area di sekitar puting susu) yang menjadi lebih gelap. Perubahan ini dapat terjadi satu atau dua minggu setelah pembuahan dan seringkali merupakan tanda pertama kehamilan.

Punggung Nyeri, Kram Perut, dan Lelah

Ilustrasi kram perut | Polina Zimmerman dari Pexels
Ilustrasi kram perut | Polina Zimmerman dari Pexels

Rasa nyeri pada punggung bagian bawah adalah tanda kehamilan yang kerap dialami wanita. Kondisi ini terjadi karena ligamen menjadi longgar. Pada beberapa kasus, nyeri punggung terjadi di awal sampai proses persalinan. Nyeri punggung ini bisa menjadi tanda-tanda hamil 1 hari karena janin yang tumbuh dalam kandungan.

Pada minggu pertama setelah terjadi konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) kram perut akan terjadi. Gejala ini kebanyakan muncul di atas dua minggu pascamenstruasi terakhir. Kram perut terjadi akibat penempelan hasil konsepsi (embrio) ke dalam dinding rahim, yang disebut dengan implantasi. Tanda-tanda hamil ini cukup jarang disadari banyak orang.

Tak hanya merasa nyeri, kondisi ini juga dibarengi dengan perasaan lelah. Lelah juga termasuk tanda-tanda hamil 1 hari, kebanyakan wanita mengalami pada bulan pertama kehamilan. Hal ini disebabkan karena perubahan hormon, kadar gula darah, dan tekanan darah tubuhnya.

Muncul Flek

Ilustrasi flek | Polina Zimmerman dari Pexels
Ilustrasi flek | Polina Zimmerman dari Pexels

Tak jarang wanita yang mengalami flek karena darah menstruasi masih tersisa dalam rahim. Meski begitu, flek cokelat juga bisa menjadi tanda-tanda hamil 1 harinya. Umumnya awal kehamilan, wanita mengalami flek karena ada pendarahan implantasi.

Flek ini muncul bukan karena hubungan seksual satu hari sebelumnya. Bisa jadi, flek muncul karena hubungan seksual 10 hari sebelumnya. Hal ini disebabkan karena flek atau pendarahan ringan hanya terjadi tepat setelah 10 hingga 14 hari pembuahan.

Flek kehamilan normal dikenal sebagai leukorea, tipis, bening, atau putih susu, dan berbau ringan. Volume keluarnya flek akan meningkat sepanjang kehamilan untuk mengurangi risiko infeksi vagina dan rahim. Selama trimester pertama, organ intim juga dapat mengeluarkan lendir yang lengket, putih, atau kuning.

Sesak Napas dan Sering Buang Air Kecil

Ilustrasi Sesak Napas | Credit: unsplash.com/Laura
Ilustrasi Sesak Napas | Credit: unsplash.com/Laura

Sesak napas wanita sebenarnya bisa terjadi karena banyak hal. Jika membicarakan kesehatan reproduksi, hal ini bisa menjadi tanda-tanda hamil 1 hari. Hal ini terjadi akibat gejolak hormon progesterone yang menstimulasi otak untuk memberi sinyal pada paru-paru untuk menarik udara lebih banyak.

Sesak napas tidak hanya terjadi di awal kehamilan, tapi juga di akhir menjelang persalinan. Sesak napas yang terjadi di akhir kehamilan terjadi akibat bentuk janin yang semakin besar. Janin bisa sampai menghalangi paru-paru ibu untuk mengembang secara optimal.

Beberapa wanita yang belum menginginkan kehamilan, biasanya akan tersugesti. Beberapa di antaranya ada yang sering buang air kecil saking parnonya. Meski sering buang air kecil termasuk tanda-tanda hamil 1 hari, tetapi belum tentu juga demikian.

Meriang

Ilustrasi sakit kepala | Pexels
Ilustrasi sakit kepala | Pexels

Sakit kepala, kembung, dan hidung tersumbat memang identik dengan meriang. Meski begitu kondisi ini bukan semata-mata demikian, wanita harus lebih mewaspadainya apalagi setelah aktif berhubungan badan.

Meriang seperti ini bisa menjadi tanda-tanda hamil 1 hari. Hal ini masih berkaitan dengan gejolak hormon yang dialami tubuh. Sakit kepala saat hamil terasa sangat berat di minggu-minggu pertama kehamilan.

Tak hanya sakit kepala, tetapi juga hidung tersumbat. Kondisi yang dialami mirip dengan flu meski sebenarnya tidak menunjukkan gejala flu sebelumnya. Beberapa ibu juga ada yang sampai mengalami mimisan karena hidungnya kering.

Perubahan hormon selama awal kehamilan pun dapat menyebabkan perut merasa kembung. Kembung yang dirasakan mirip dengan kembung selama masa menstruasi. Beberapa wanita ada yang mengalami sembelit.

Ngidam dan Sensitif

Ilustrasi sensitif bau | Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi sensitif bau | Credit: pexels.com/pixabay

Wanita yang ngidam dan sensitif tiba-tiba memang bikin was-was. Apalagi jika kondisi ini terjadi setelah aktif berhubungan badan. Salah satu tanda-tanda hamil yang cukup dikenal adalah ‘ngidam’.

Hal ini bisa menjadi tanda-tanda hamil 1 hari, meski tak akurat betul. Sebab wanita yang memasuki masa menstruasi juga bisa mengalami ngidam dan sensitif. Sensitif sampai bikin mual, PMS juga demikian tandanya.

Sedikit berbeda jika ngidam dan sensitif yang dialami disertai dengan suhu tubuh yang meningkat. Umumnya ketika pertama kali bangun di pagi hari setelah ovulasi, suhu tubuh akan sedikit meningkat.

Jika suhu tubuh yang dikenal sebagai suhu tubuh basal ini tetap meningkat selama lebih dari dua minggu, hal tersebut merupakan tanda kehamilan.