10 tokoh raih penghargaan Jakarta Youth Award 2022

Sebanyak 10 tokoh meraih penghargaan Jakarta Youth Award 2022 karena memiliki peran dan semangat kebangsaan serta menguatkan persatuan dan kemajuan pemuda di Ibu Kota.

"Penghargaan diberikan kepada tokoh-tokoh yang memiliki keteguhan, dedikasi, loyalitas, prestasi dalam pekerjaannya dalam membangun DKI Jakarta dan diharapkan menjadi inspirasi dalam membangun motivasi para pemuda Jakarta," kata Ketua Tim Seleksi Jakarta Youth Award 2022 Rahmatulloh di Jakarta, Jumat.

Dijelaskan, para penerima penghargaan antara lain mantan Ketua Tim Penggerak PKK DKI Fery Farhati, Ketua Komisi A DPRD DKI Mujiyono, sampai insan wartawan atas nama Sammy Edward Wattimena.

Pelaksanaan penghargaan pada ke-12 ini digelar di kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta, Jakarta Timur dan sekaligus bagian dari memperingati Sumpah Pemuda 2022.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan penghargaan tersebut menjadi pemicu untuk mewujudkan perubahan dan perbaikan di Jakarta.

Baca juga: Wali Kota Jaktim ajak anak muda gotong royong bangun negeri

"Selamat Hari Sumpah Pemuda. Saya ucapan terima kasih atas penghargaan ini, meski sudah tidak muda, kita harus tetap semangat untuk menyiapkan masa depan, mewujudkan perubahan dan perbaikan. Karena kata pak Anies, siapa yang bicara masa depan, itu artinya masih muda," ujar Mujiyono.

Menurut pimpinan Komisi Bidang Pemerintahan itu, generasi muda tidak lagi alergi terhadap politik yang menjadi pertanda bagus, karena generasi muda bisa masuk ke dalam sistem untuk memperbaiki kondisi bangsa secara langsung.

Menurutnya, generasi muda akan menjadi kekuatan tersendiri di masa mendatang, terlebih Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dibandingkan usia nonproduktif.

"Artinya, momentum ini harus kita optimalkan sebaik mungkin, jangan sampai generasi muda hanya jadi penonton semata. Kita harus tetap bisa berkontribusi sekecil apapun untuk perbaikan bangsa," katanya.

Sementara itu, Rohmatulloh menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan kepada 10 tokoh Jakarta yang memiliki perhatian untuk membangun generasi muda dan berkontribusi terhadap pembangunan di Ibu Kota ini.

Baca juga: TMII gelar pawai budaya peringati Hari Sumpah Pemuda

"Penghargaan diberikan melalui berbagai tahapan yang cukup panjang. Mulai dari riset, kajian dan verifikasi selama enam bulan terakhir. Setidaknya ada 85 nama yang kita jaring, namun ada 10 orang yang berhak mendapatkan penghargaan tersebut," katanya.

Riset panjang
Diakuinya, riset itu dilakukan dengan mengkaji pernyataan para tokoh tersebut di beberapa media dan juga metode survei sehingga tokoh dan kaum muda ini layak memenuhi kriteria mendapatkan Jakarta Youth Award Tahun 2022.

"Ada beberapa kriteria penghargaan ini diberikan kepada 10 orang tersebut. Pertama, memiliki komitmen tinggi dalam memberikan sumbangsih bagi kebaikan kota Jakarta sehingga menjadi inspirasi dan motivasi bagi pemuda," katanya.

Selain itu, tokoh ini secara konsisten dan totalitas dalam mengemban amanah, memiliki pemahaman mendalam di bidang atau profesinya yang diimplementasikan untuk kemajuan pembangunan Jakarta.

Kemudian, secara konsekuen dan berkelanjutan rela memegang tugas dan tanggung jawab di pundaknya serta berani mempertahankan ide, gagasan dan gerakan yang nyata tanpa adanya intervensi kepentingan manapun.

Baca juga: Sumpah Pemuda, 1.028 bibit mangrove ditanam di Elang Laut PIK

Kesepuluh tokoh penerima Jakarta Youth Award 2022 adalah Aris Supriyanto (Dirut Perumda Pal Jaya), Bahrullah Akbar (Komisaris Utama Bank DKI/Tokoh Betawi), Budi Awaludin (Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta), Fery Farhati (Ketua TP PKK DKI Jakarta 2017-2022), Hengky Silatang (Ketua Umum Pertina DKI Jakarta).

Lalu Laksda TNI Irvansyah (Ketua Umum PSAWI DKI Jakarta/Panglima Komando Armada III), Mujiyono (Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta), M. Akbar Kurniawan (Atlet Berkuda DKI Jakarta), Sammy Edward Wattimena (Ketua Balkoters/Koordinator Balaikota - DPRD DKI Jakarta), dan Usni Hasanudin (Kaprodi Ilmu Politik UMJ).