100 Pekerja akan Dipecat karena Charles Naik Takhta Jadi Raja

Merdeka.com - Merdeka.com - Partai Buruh Inggris (Labour Party) mengungkapkan sekitar 100 orang yang bekerja di Gedung Clarence terancam kehilangan pekerjaannya saat dia naik takhta menjadi Raja Inggris. Gedung Clarence sendiri adalah bekas kediaman Charles ketika dia masih menjadi Pangeran Wales.

Pekerja rumah itu mendapatkan pemberitahuan pada Senin lalu ketika berjalannya kebaktian syukur untuk Ratu Elizabeth yang diadakan di Katedral St Giles di Edinburgh, Skotlandia. Mereka yang akan kehilangan pekerjaannya mulai dari sekretaris pribadi, bagian keuangan hingga komunikasi.

Melihat ancaman ini, Serikat Layanan Umum dan Komersial (PCS) meminta agar proses pemecatan dihentikan sebab pekerja-pekerja itu telah bekerja di rumah itu selama beberapa dekade.

"Keputusan untuk mengumumkan pemecatan di Rumah Tangga Kerajaan selama masa berkabung nasional sangat tidak berperasaan," ujar PCS seperti dilansir CNN, Rabu (14/9).

Pekerja di Gedung Clarence memiliki hak yang berbeda dengan pekerja di Istana Buckingham, Kastil Windsor, dan istana lainnya yang dikecualikan dari UU Ketenagakerjaan. Sebab itu, PCS akan memastikan perlindungan pekerjaan bagi mereka yang akan dipecat.

"Kami akan memastikan bahwa semua tindakan diambil untuk melindungi staf mana pun, yang memilih untuk bergabung dengan PCS," jelas serikat itu.

Sejak naik takhta, Raja Charles III dan istrinya akan menempati Istana Buckingham. Kini Gedung Clarence akan ditempati oleh Pangeran William beserta keluarganya. Perubahan staf juga akan terjadi di dua tempat tinggal itu.

Sekretaris Jenderal PCS, Mark Serwotka mengatakan "tidak jelas tingkat kepegawaian apa yang dibutuhkan Pangeran William, Pangeran Wales yang baru, ketika dia memindahkan kantornya ke Clarence House".

"Banyak dari staf ini akan menjadi orang yang sama yang telah dengan rajin mendukung Raja baru selama masa berkabung ini, bekerja sangat keras selama beberapa hari terakhir hanya untuk diberikan pemberitahuan pemecatan sebagai ucapan terima kasih," lanjutnya.

Kini PCS sedang mempertahankan hak-hak pekerja Gedung Clarence yang terancam dipecat. PCS akan memberikan informasi terkait hak-hak hukum dan dukungan yang tersedia bagi pekerja-pekerja rumah itu.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]