100 Penumpang di Stasiun Gambir Tes GeNose, Belum Ada Reaktif COVID-19

Bayu Nugraha, Willibrodus
·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop 1) Jakarta memberlakukan layanan pemeriksaan COVID-19 GeNose C19 pertama di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Pemberlakuan pertama atau peresmian GeNose C19 di Stasiun Gambir ini hanya diperuntukan bagi pengguna kereta api jarak jauh yang telah memiliki tiket atau kode booking.

Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, sejak pagi tadi, sudah ada sekitar 100 penumpang yang mendapatkan layanan GeNose C19. Untuk hasilnya saat ini belum ada yang positif, namun apabila ada yang positif COVID-19, maka penumpang tidak akan diberangkatkan.

"Kalau ada yang positif COVID-19, maka yang bersangkutan akan dipanggil secara khusus dan akan ditempatkan di ruang isolasi sementara. Setelah itu, yang bersangkutan (penumpang positif COVID-19) akan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan tindakan lanjutan," kata Eva di Stasiun Gambir, Senin 15 Februari 2021.

Menurut Eva, GeNose C19 ini hanya sebagai pilihan. Swab PCR dan rapid antigen tetap disiapkan.

"Masyarakat memilih. Bagaimana akurasi hasilnya, setidaknya alat tersebut sudah diakui pemerintah. Jadi, swab antigen tidak dihapus, sehingga masyarakat dapat memilih mau tes menggunakan yang mana," ujarnya.

Ia mengimbau, agar masyarakat atau calon penumpang kereta api diminta untuk tidak melakukan tes di hari keberangkatan. "Mohon untuk tidak melakukan tes di hari keberangkatan, agar antreannya lebih efisien atau tidak terjadi kerumunan," imbuhnya.

GeNoSe C19 merupakan alat buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai alat pendeteksi COVID-18 melalui hembusan napas. Alat ini telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan Nomor Kemenkes RI AKD 20401022883.

Baca juga: Sudah 8 Stasiun Kereta yang Layani Pemeriksaan GeNose