100 ribu liter minyakita penuhi kebutuhan Kota dan Pulau Ambon

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku menyatakan lebih dari 100 ribu liter minyak goreng kemasan rakyat (Minyakita) telah ada dan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Ambon dan Pulau Ambon.

"Saat ini sudah ada lebih dari 100 ribu liter minyak goreng minyakita yang masuk di Kota Ambon. Minyak goreng murah ini sudah didistribusikan di pasaran melalui operasi pasar yang sudah dilaksanakan sejak 2 September 2022," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Perindag Provinsi Maluku Yahya Kotta, di Ambon, Rabu.

Yahya yang memantau kegiatan operasi pasar dilaksanakan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGPP) Provinsi Maluku, Tim TPID Maluku, OPD teknis terkait, Bank Indonesia di lima pasar di Kota Ambon, menyatakan, minyak goreng kemasan rakyat itu dijual saat operasi pasar dengan harga Rp13.000/liter atau lebih murah Rp1.000 dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp14.000/liter.

Distribusi minyakita di Kota dan Pulau Ambon ditangani satu distributor yaitu PT Trisamudera. Lebih dari 100 ribu liter minyak itu merupakan bagian dari 1.200 ton atau setara 1,32 juta liter minyakita yang didistribusikan Kementerian Perdagangan di Kawasan Timur Indonesia.

Yahya memastikan distribusi minyak goreng bersubsidi itu akan berdampak menetralisasi harga minyak goreng di Kota Ambon dan seluruh kabupaten/kota di Maluku sesuai HET Rp14.000/liter.

Sedangkan minyak goreng premium yang harga jual ditentukan mekanisme pasar nan kebanyakan di jual di pasar moderen dan ritel dengan harga berkisar Rp23.000 hingga Rp25.000/liter.

Buruh membongkar minyak goreng kemasan rakyat (Minyakita) di salah satu distributor di Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa (6/9). Sebanyak hampir 200 ribu liter minyakita mulai didistribusikan di Kota dan Pulau Ambon. (ANTARA/Jimmy Ayal)
Buruh membongkar minyak goreng kemasan rakyat (Minyakita) di salah satu distributor di Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa (6/9). Sebanyak hampir 200 ribu liter minyakita mulai didistribusikan di Kota dan Pulau Ambon. (ANTARA/Jimmy Ayal)

"Jadi kalau ditemukan ada pedagang yang jual minyakita dengan harga diatas HET Rp14.000 segera laporkan ke Disperindag atau kepolisian agar dapat ditindak dengan tegas," katanya.

DIa juga memastikan minyak goreng rakyat itu akan didistribusikan ke 11 kabupaten/kota di Maluku termasuk di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar di Maluku dengan menggunakan kapal Tol laut, sehingga masyarakat tidak perlu panik.

Sedangkan Direktur PT Trisamudera Johan menyatakan saat ini minyakita yang telah tiba di Kota Ambon sebanyak hampir 200 ribu liter. "Minyakita yang sudah mulai dijual di Ambon dalam kemasan botol ukuran satu liter dan saat ini hanya didistribusikan di Kota Ambon dan Pulau Ambon saja," katanya.

Dalam waktu dekat akan tiba sekitar 6.000 liter minyak goreng subsidi dan akan didistribusikan ke Pulau Seram dan Pulau Buru. "10 hari ke depan 6.000 liter kemasan satu liter dan lima liter akan masuk, barulah kita distribusikan ke Pulau Seram dan Buru. Jadi masyarakat tidak perlu panik," katanya.

Johan memastikan minyak goreng subsidi itu dijual di pasaran dengan harga Rp14.000/liter, sedangkan untuk pedagang dan pengecer didistribusikan dengan harga Rp12.600/liter.

Baca juga: Pemerintah kirim 1,3 juta liter minyak goreng ke wilayah timur RI

Baca juga: Mendag terbitkan regulasi dorong minyak goreng kemasan rakyat