100 warga Purbalingga terima program BSPS dari Kementerian PUPR

Sebanyak 100 warga Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, yang masuk dalam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi kepada perwakilan penerima program BSPS di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Kamis.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Dinrumkim) Kabupaten Purbalingga Imam Hadi mengatakan program BSPS Tahap VI yang diserahkan kali ini sejumlah 100 unit rumah untuk 100 masyarakat berpenghasilan rendah dari 17 desa di tujuh kecamatan, masing-masing menerima bantuan sebesar Rp20 juta.

"Dengan demikian, total bantuan yang diserahkan hari ini (21/7) adalah Rp2 miliar," katanya.

Baca juga: Kementerian PUPR sebut 250 rumah di Papua Barat dibantu program BSPS

Baca juga: Dana BSPS Rp30 miliar disiapkan bantu MBR Gorontalo miliki rumah layak

Dalam kesempatan tersebut, Imam mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR yang telah memberikan program BSPS termasuk kepada Ketua DPR RI Puan Maharani selaku aspirator BSPS untuk Kabupaten Purbalingga.

Ia mengharapkan pada tahun-tahun yang akan datang, program BSPS dilanjutkan dan jumlah penerima untuk masyarakat Purbalingga bisa ditingkatkan.

Menurut dia, hal itu karena sesuai dengan data Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) di Purbalingga masih ada sekitar 65 ribu rumah tidak layak huni.

"Kami sudah bangun sekitar 20 ribu rumah, baik dari APBD, Bankeu Pemdes, BSPS, DAK, CSR, termasuk dari desa. Jadi masih banyak yang kita butuhkan," kata Imam.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan bantuan BSPS sangat bermanfaat, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah akibat pandemi COVID-19 karena tidak semua kabupaten/kota juga bisa mendapatkan program.

"Mudah-mudahan bantuan dari pemerintah pusat yang dibantu oleh Ibu Puan Maharani sejumlah Rp20 juta per penerima ini betul-betul bisa dimanfaatkan dengan baik. Dan bantuan ini langsung masuk ke rekening panjenengan (anda, red.) selaku penerima," katanya.

Menurut dia, uang yang masuk rekening masing-masing penerima program BSPS tersebut digunakan untuk membeli berbagai material bangunan yang dibutuhkan dengan pendampingan teknis oleh fasilitator.

Kendati demikian, Bupati mengingatkan bahwa BSPS adalah stimulan atau pancingan agar ada gerakan masyarakat untuk turut membantu.

"Saya yakin bangun rumah 10 juta 20 juta tidak akan cukup. Akan tetapi, esensi dari kegiatan ini kita menggerakkan kegotongroyongan masyarakat," katanya.

Ia mengharapkan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dalam rangka membangun rumah yang lebih representatif dan rumah yang lebih sehat karena dengan rumah yang sehat akan tercipta generasi yang sehat dan tidak stunting.

Baca juga: 43 rumah di dua kelurahan Surabaya dapat bantuan program BSPS PUPR

Baca juga: Kementerian PUPR pastikan 500 rumah di Bali dapat bantuan bedah rumah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel