101 Juta Orang di Dunia Sudah Divaksin COVID-19, Terbanyak Israel

Bayu Nugraha, Dinia Adrianjara
·Bacaan 2 menit

VIVA – Lebih dari 100 juta orang di dunia sudah menerima suntikan vaksin COVID-19. Negara-negara terkaya telah memberikan lebih dari dua pertiga suntikan, namun belum satu pun dari 29 negara termiskin di dunia yang memulai program vaksinasi massal.

Dilansir dari Channel News Asia, saat ini 101.317.005 suntikan vaksin telah diberikan di 77 negara dan wilayah yang sebagian besar kaya. Namun beberapa negara kaya belum mulai memvaksinasi termasuk Jepang, Korea Selatan dan Australia.

Israel memimpin vaksinasi sejauh ini, di mana 37 persen populasinya telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, sementara lebih dari seperlima populasi sudah mendapatkan vaksinasi kedua.

Namun, lebih dari sepertiga umat manusia atau 35 persen populasi, tinggal di negara di mana vaksinasi belum dimulai secara resmi. Setelah Israel, negara lain yang juga telah menyuntikan vaksin dengan jumlah terbanyak adalah Amerika Utara, Eropa dan Teluk Persia.

Inggris telah memberikan vaksin kepada 13,7 persen rakyatnya, dibandingkan Amerika Serikat yang baru memberikan 32,2 juta vaksin kepada 7,9 persen warganya. Uni Eropa, yang mengalami kekurangan stok vaksin, baru memberi 12,7 juta suntikan vaksin untuk 2,3 persen rakyatnya.

Sebaliknya, China telah memberikan 24 juta suntikan vaksin, sementara India sebagai tempat di mana banyak vaksin dibuat, baru memberi empat juta vaksin untuk sebagian kecil dari populasinya yang sangat padat.

Saat ini ada tujuh vaksin COVID-19 yang beredar di seluruh dunia, di mana semuanya dirancang untuk diberikan dalam dua dosis. Vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech (AS-Jerman) dan Moderna (AS) dominan dipakai di Amerika Utara, Eropa, Israel dan Teluk.

Vaksin AstraZeneca buatan Inggris digunakan di sebagian besar Inggris Raya, India, Myanmar, Sri Lanka dan Maroko, dan akan segera diluncurkan di Eropa. India juga menggunakan vaksin buatan sendiri yang diproduksi oleh Bharat Biotech.

Vaksin Sputnik V Rusia telah diluncurkan di Rusia, Argentina, Aljazair, Belarusia dan Serbia. Vaksin Sinopharm buatan China telah didistribusikan di China, Uni Emirat Arab, Bahrain. Serbia, Seychelles dan Yordania. Sementara Indonesia dan Turki menggunakan vaksin Sinovac buatan China.

Baca juga: Waduh, Ribuan Dosis Vaksin COVID-19 Abal-abal Ditemukan di China