102 Emiten Kena Rajah dari BEI, Paling Banyak Gara-Gara Belum Gelar RUPS

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyematkan notasi khusus atau ‘tato’ kepasda 102 perusahaan terdaftar atau emiten. Hal itu berdasarkan data per 7 Juni 2021 pada pukul 15.00 WIB.

Adapun notasi khusus dibubuhkan pada kode saham masing-masing emiten bermasalah. Setiap emiten bisa terkena lebih dari satu notasi.

Dilansir dari keterbukaan informasi BEI, Selasa (8/6/2021), saat ini notasi ‘L’ mendominasi dengan total 67 emiten. Disusul nitasi ‘E’ sebanyak 34 emiten. Kali ini, notasi ‘Y’ dan ‘M’ juga cukup ramai, masing-masing sebanyak 19 dan 6.

BEI telah menerbitkan 13 notasi khusus atau tato untuk emiten emiten bermasalah, dari semula tujuh notasi. Mulanya, BEI hanya menyematkan notasi khusus B, M, E, S, A, D, dan L. Kini, BEI menambahkan notasi khusus C, Q, Y, F, G, dan V.

Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna menuturkan, sesuai Ketentuan No. 2, Surat Edaran Bursa No. : SE-00002/BEI/01-2021 tanggal 18 Januari 2021 perihal Penambahan Tampilan Informasi Notasi Khusus pada Kode perusahaan tercatat (emiten), pemberian notasi khusus bukan merupakan suatu bentuk hukuman atau ketetapan,

"Namun bertujuan memberikan perlindungan kepada investor dalam bentuk awareness atas kondisi tertentu dari Perusahaan Tercatat yang dapat dengan mudah diketahui investor,” kata dia.

Arti Sematan Konotasi pada Emiten

Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

BEI menyematkan notasi B kepada emiten karena ada permohonan pernyataan pailit. Kemudian, notasi M karena ada permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang atau (PKPU), dan notasi E karena laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif.

Adapun notasi S diberikan karena laporan keuangan terakhir emiten menunjukkan tidak ada pendapatan usaha. Lalu, notasi A karena adanya opini tidak wajar (adverse) dari akuntan publik.

Notasi D karena ada opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer) dari akuntan publik. Notasi L karena perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan.

Sementara, notasi baru C, Q, Y, F, G, dan V, yakni notasi khusus C disematkan kepada saham emiten karena adanya kejadian perkara hukum terhadap perusahaan tercatat, anak perusahaan tercatat dan/atau anggota direksi dan anggota dewan komisaris perusahaan tercatat yang berdampak material.

Selanjutnya notasi Q merupakan pembatasan kegiatan usaha perusahaan tercatat dan/atau anak perusahaan tercatat oleh regulator. Sedangkan notasi Y dibubuhkan kepada saham emiten yang belum menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) sampai enam bulan setelah tahun buku berakhir.

Lalu notasi F adalah sanksi administratif dan/atau perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dikenakan terhadap perusahaan tercatat akibat pelanggaran peraturan di bidang pasar modal dengan kategori pelanggaran ringan.

Kemudian notasi G yaitu sanksi administratif dan/atau perintah tertulis dari OJK yang dikenakan terhadap emiten karena pelanggaran peraturan di bidang pasar modal dengan kategori pelanggaran sedang.

Terakhir, notasi V, merupakan sanksi administratif dan/atau perintah tertulis dari OJK yang dikenakan terhadap perusahaan tercatat akibat pelanggaran peraturan di bidang pasar modal dengan kategori pelanggaran berat.

Berikut Daftar Emiten Berdasakan Notasi dari BEI

Karyawan memerhatikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Mandiri Sekuritas, Jakarta, Selasa (30/5). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Karyawan memerhatikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Mandiri Sekuritas, Jakarta, Selasa (30/5). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

B

MTRA, PT Mitra Pemuda Tbk

GOLL, PT Golden Plantation Tbk

M

SRIL, PT Sri Rejeki Isman Tbk

POLL, PT Pollux Properti Indonesia Tbk

PBRX, PT Pan Brothers Tbk

KRAH, PT Grand Kartech Tbk

PICO, PT Pelangi Indah Canindo Tbk

ACES, PT Ace Hardware Indonesia Tbk

E

KARW, PT ICTSI JASA PRIMA Tbk

ARTI, PT Ratu Prabu Energi Tbk

CNTX, PT Centex Tbk

MDRN, PT Modern Internasional Tbk

UNSP, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk

CNKO, PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk

POLY, PT Asia Pacific Fibers Tbk

MGNA, PT Magna Investama Mandiri Tbk

JKSW, PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk

CMPP, PT AirAsia Indonesia Tbk

GLOB, PT Global Teleshop Tbk

ALMI, PT Alumindo Light Metal Industry Tbk

SIMA, PT Siwani Makmur Tbk

ARGO, PT Argo Pantes Tbk

SAFE, PT Steady Safe Tbk

INTA, PT Intraco Penta Tbk

SULI, PT SLJ Global Tbk

BIKA, PT Binakarya Jaya Abadi Tbk

LAPD, PT Leyand International Tbk

TIRT, PT Tirta Mahakam Resources Tbk

ZBRA, PT Zebra Nusantara Tbk

MTFN, PT Capitalinc Investment Tbk

BTEL, PT Bakrie Telecom Tbk

TRIO, PT Trikomsel Oke Tbk

SQMI, PT Wilton Makmur Indonesia Tbk

ABBA, PT Mahaka Media Tbk

CANI, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk

GIAA, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

DWGL, PT Dwi Guna Laksana Tbk

TAXI, PT Express Transindo Utama Tbk

OCAP, PT ONIX CAPITAL Tbk

ETWA, PT Eterindo Wahanatama Tbk

IBFN, PT Intan Baruprana Finance Tbk

TELE, PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk.

Notasi S hingga L

Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

S

MGNA, PT Magna Investama Mandiri Tbk

JKSW, PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk

ENVY, PT Envy Technologies Indonesia Tbk

KBRI, PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk

GTBO, PT Garda Tujuh Buana Tbk

OCAP, PT ONIX CAPITAL Tbk

A

HOME, PT Hotel Mandarine Regency Tbk

D

MGNA, PT Magna Investama Mandiri Tbk

MABA, PT Marga Abhinaya Abadi Tbk

INTA, PT Intraco Penta Tbk

LAPD, PT Leyand International Tbk

IBFN, PT PT Intan Baruprana Finance Tbk

L

HOTL, PT Saraswati Griya Lestari Tbk

MAMI, PT Mas Murni Indonesia Tbk

MARI, PT Mahaka Radio Integra Tbk

MDRN, PT Modern Internasional Tbk

UNSP, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk

CNKO, PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk

TIRA, PT Tira Austenite Tbk

DPUM, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk

CPRI, PT Capri Nusa Satu Properti Tbk

HOME, PT Hotel Mandarine Regency Tbk

BIPI, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk

POLL, PT Pollux Properti Indonesia Tbk

ELTY, PT Bakrieland Development Tbk

WOWS, PT Ginting Jaya Energi Tbk

HKMU, PT HK Metals Utama Tbk

MABA, PT Marga Abhinaya Abadi Tbk

MYRX, PT Hanson International Tbk

FAST, PT Fast Food Indonesia Tbk

KPAL, PT Steadfast Marine Tbk

MTRA, PT Mitra Pemuda Tbk

POLU, PT Golden Flower Tbk

SIMA, PT Siwani Makmur Tbk

SUGI, PT Sugih Energy Tbk

DEAL, PT Dewata Freightinternational Tbk

BOSS, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk

ITMA, PT SUMBER ENERGI ANDALAN Tbk

SKYB, PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk

UNIT, PT Nusantara Inti Corpora TbL

MPRO, PT Maha Properti Indonesia Tbk

MMLP, PT Mega Manunggal Property Tbk

KRAH, PT Grand Kartech Tbk

COWL, PT COWELL DEVELOPMENT TbK

SRAJ, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk

PURE, PT Trinitan Metals and Minerals Tbk

CASS, PT Cardig Aero Services Tbk

MAGP, PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk

RONY, PT Aesler Grup Internasional Tbk

PLAS, PT Polaris Investama Tbk

IATA, PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk

AKKU, PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk

BUVA, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk

JSKY, PT Sky Energy Indonesia Tbk

NIPS, PT Nipress Tbk

ENVY, PT Envy Technologies Indonesia Tbk

KJEN, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk

KBRI, PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk

TRAM, PT Trada Alam Minera Tbk

ABBA, PT Mahaka Media Tbk

TDPM, PT Tridomain Performance Materials Tbk

GIAA, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

CPRO, PT Central Proteina Prima Tbk

LCGP, PT Eureka Prima Jakarta Tbk

BKSL, PT Sentul City Tbk

PICO, PT Pelangi Indah Canindo Tbk

GOLL, PT Golden Plantation Tbk

ARMY, PT Armidian Karyatama Tbk

GTBO, PT Garda Tujuh Buana Tbk

ROCK, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk

TGRA, PT Terregra Asia Energy

ETWA, PT Eterindo Wahanatama Tbk

DUCK, PT Jaya Bersama Indo Tbk

POLI, PT Pollux Investasi Internasional Tbk

TELE, PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk

NUSA, PT Sinergi Megah Internusa Tbk

GMFI, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk

RIMO, PT Rimo International Lestari Tbk

FORZ,PT Forza Land Indonesia Tbk

Notasi C hingga V

Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di Kantor BEI, Jakarta, Jumat (28/12). Presiden Joko Widodo atau Jokowi menutup langsung perdagangan IHSG 2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di Kantor BEI, Jakarta, Jumat (28/12). Presiden Joko Widodo atau Jokowi menutup langsung perdagangan IHSG 2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

C

PNIN, PT Paninvest Tbk

NUSA, PT Sinergi Megah Internusa TbK

PALM, PT Provident Agro Tbk

Q

Y

CNKO, PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk

MABA, PT Marga Abhinaya Abadi Tbk

MYRX, PT Hanson International Tbk

MTRA, PT Mitra Pemuda Tbk

SIMA, PT Siwani Makmur Tbk

SUGI, PT Sugih Energy Tbk

SKYB, PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk

KIJA, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk

KRAH, PT Grand Kartech Tbk

COWL, PT COWELL DEVELOPMENT Tbk

RIMO, PT Rimo International Lestari Tbk

NIPS, PT Nipress Tbk

KBRI, PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk

TRAM, PT Trada Alam Minera Tbk.

GOLL, PT Golden Plantation Tbk

HDTX, PT Panasia Indo Resources Tbk

GOLL, PT Golden Plantation Tbk

ARMY, PT Armidian Karyatama Tbk

NUSA, PT Sinergi Megah Internusa Tbk

F

RELI, PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk

G

V

PRIM, PT Royal Prima Tbk

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel