104 Peluru Bersarang di Tubuh Orang Utan  

TEMPO.CO, Pangkalan Bun - Seekor orang utan ditemukan dalam keadaan penuh terkena luka tembak pada sekujur tubuhnya di perkebunan sawit, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Hasil otopsi yang dilakukan Tim Dokter Orang Utan Foundation UK menemukan adanya 104 butir peluru di dalam tubuh si orang utan.

»Rontgen dilakukan di bagian kepala, dada, perut, kaki dan tangan,” kata dokter hewan dari Orang Utan Foundation UK, Drh. Zulfiqri, dalam siaran pers yang diterima Tempo, Rabu, 24 Oktober 2012. Orang utan ini ditemukan oleh tim rescue SKW II-BKSDA Kalteng dan Orang Utan Foundation pada 10 Oktober 2012.

Menurut Zulfiqri, dari tubuh orang utan yang diberi nama Aan itu ditemukan 37 peluru di bagian kepala dan 67 peluru yang tersebar di sekujur badan. »Beberapa peluru juga bersarang pada organ-organ vital, termasuk di daerah jantung dan paru-paru,” katanya.

Saat ini Aan, yang masih dalam perawatan intensif, berada dalam kondisi kritis. »Aan kemungkinan dapat mati karena mengalami infeksi berat di kepala,” kata Zulfiqri. Tembakan di kepala membuat lubang-lubang yang akan menjadi jalan masuk bagi berbagai jenis penyakit, termasuk jenis-jenis penyakit yang mematikan.

Peluru yang bersarang di sekitar mata dan telinga membuat Aan sudah tak lagi memiliki kemampuan melihat dan mendengar. »Mata kirinya sudah buta saat Aan dibawa keluar dari perkebunan sawit,” kata Zulfiqri.

Menurut Liaison Officer Orang Utan Foundation UK, Astri Siregar, tim akan terus berusaha mencari jalan terbaik agar Aan bisa terus hidup. »Operasi dan pengobatan untuk Aan akan diupayakan secara maksimal,” kata Astri. Bila Aan mampu bertahan, akan dipindahkan ke salah satu camp reintroduksi di Suaka Margasatwa Sungai Lamandau, Kalimantan Tengah.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II-Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (SKW II-BKSDA Kalteng), Hartono SP menyayangkan kondisi yang dialami oleh Aan. Menurutnya orangutan adalah salah satu satwa yang dilindungi secara hukum karena sudah terancam punah. »Instansi pemerintah terkait lainnya perlu mengevaluasi pemberian perijinan pembangunan di luar bidang kehutanan untuk tetap memperhatikan keseimbangan alam,” kata Hartono.

Kasus penembakan terhadap orangutan kerap terjadi di perkebunan sawit. Pada Januari lalu terbongkar aksi pemburuan orangutan dengan ditemukannya tulang belulang orangutan. Perkara yang melibatkan perkebunan sawit PT Prima Citra Selaras dan PT Sabhantara Rawi Santosa, PT Khaleda Agroprima Malindo, di Kutai Timur diungkap Kepolisian Resor Kutai Timur, Kalimantan Timur.

YULIAWATI

Berita Terpopuler

Google Earth Bongkar Rahasia Angkor Wat 

Kuburan Ratu Suku Maya Ditemukan

Siapa Manusia Modern Tertua Asia Tenggara? 

Peneliti Temukan Artefak Banjir Purba di Padang

Mengapa Nenek Moyang Kita Tidak Kegemukan?

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.