11.000 Data Penduduk Kotawaringin Timur Ganda

Sampit, Kalteng (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menemukan 11.000 data kependudukan ganda.

"Data kependudukan ganda tersebut kami temukan setelah dilakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KT)," kata Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi, Disdukcapil Kabupaten Kotim, Krispinus di Sampit, Selasa.

Data penduduk yang ganda tersebut secara otomatis akan terhapus dan diganti dengan data yang terbaru.

Terjadinya data penduduk ganda tersebut akibat warga tak jujur dalam memberikan informasi saat pendataan.

Disdukcapil Kabupaten Kotim akan terus melakukan perbaikan data penduduk hal itu dilakukan untuk menghindari adanya data penduduk yang ganda.

Perbaikan data penduduk akan dilakukan lebih teliti di setiap wilayah dan bertahap, kepada pihak kecamatan sudah diimbau untuk melakukan pemutahiran data.

Pemutahiran data penduduk tersebut untuk memastikan bahwa penduduk yang bersangkutan masih berdomisili daerah itu atau tidak, jika sudah pindah maka data kependudukannya akan dihapus dan apabila menetap di daerah itu maka akan dilakukan perekaman e-KTP.

Menurut Krispinus, jumlah penduduk di Kabupaten Kotim terus mengalami perubahan terutama setelah dilakukan konsolidasi atau pemutahiran di tingkat Kabupaten yang ada di provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Perubahan jumlah penduduk tersebut tidak lain akibat adanya data penduduk yang ganda, sehingga setelah dilakukan konsolidasi terjadi pengurangan jumlah penduduk karena data penduduk yang ganda secara otomatis akan terhapus dengan sendirinya.

"Sebelum dilakukan konsolidasi jumlah penduduk Kabupaten Kotim hingga April 2013 tercatat sebanyak 485.476 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 133.773 KK," katanya.

Setelah dilakukan konsolidasi terjadi perubahan data, yakni menjadi 468.216 jiwa dan 132.620 KK atau mengalami pengurangan sebanyak 17.260 jiwa dan KK berkurang sebanyak 1.153 KK.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.