11.000 Sambungan Gas Rumah Tangga Bakal Dibangun di Sleman

Merdeka.com - Merdeka.com - Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT PGN Tbk melakukan penandatanganan kerja sama pembangunan jaringan gas bumi (jargas) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

General Manager Sales and Operation Region III (SOR III) PGN , Edi Armawiria mengatakan, pada tahap awal ada sekitar 5.000 sambungan rumah tangga (SR) di Sleman yang jadi prioritas, dari target sekitar 11.000 SR.

Menurut dia, PGN menargetkan perizinan, penentuan jalur, dan utilisasi selesai pada November 2022, sehingga konstruksinya bisa segera dijalankan dan secara bersamaan sosialisasi ulang ke masyarakat.

Sebelumnya PGN telah melakukan survei kemampuan atau daya beli masyarakat yang menjadi acuan dari terlaksananya Program Gas Kita di Sleman dan Yogyakarta.

"Konsep kami di Sleman dan Yogyakarta ini berbeda dengan gas pipa yang disalurkan dari sumber pasokan yang langsung dialirkan ke pelanggan. Ini adalah program beyond pipeline, yakni sumber gas kami bawa melalui moda transportasi, kami kompres menjadi CNG atau LNG, kemudian dibawa ke Sleman. Kami akan membangun hub di Sleman, dari sana, kami akan membangun pipa distribusi untuk menyalurkan gas ke pelanggan di Sleman dan Yogya," ujarnya.

Penugasan Negara

Dalam pelaksanaannya nanti, jargas di Sleman tidak menggunakan dana APBN, melainkan penugasan negara ke badan usaha untuk bisa menggantikan konsumsi elpiji yang cukup tinggi dan 80 persen materialnya impor.

"MoU ini merupakan dukungan Pemerintah Sleman untuk menyukseskan program strategis nasional. Tentunya, menjadi program bersama dalam menjalankan program nasional yang ditugaskan Holding Migas Pertamina yang diturunkan kepada PGN," kata Edi.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berterima kasih atas terlaksananya kerja sama, mengingat Sleman adalah kota pariwisata dan pendidikan dengan banyak hotel, restoran, serta perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. "Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih dan berharap pembangunan jargas bumi ini bisa terlaksana secepatnya," katanya.

Pemerintah Sleman, lanjutnya, sudah melakukan sosialisasi di Kecamatan Depok, Ngaglik dan Melati.

"Di sana banyak perguruan tinggi. Masyarakat akan lebih diringankan dengan membayar gas. Akan kami fasilitasi, titik mana yang diperlukan PGN, kami bantu sehingga tidak membuka lahan sendiri dan kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. Perizinan kita perlancar karena ini untuk kemandirian energi nasional," ujar Kustini. [idr]