11 Cara Membantu Anak Hadapi Perceraian Orang Tua, Jaga Mental si Kecil

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Perceraian bukan sesuatu yang menyenangkan dan pastinya ingin dihindari semua pasangan. Suami dan istri pasti tak ingin menginginkan perceraian dan mengharapkan jalinan rumah tangga awet hingga akhir hayat.

Namun, ada beberapa faktor yang membuat biduk rumah tangga berujung pada perceraian, faktor paling dominan adalah ekonomi dan perbedaan prinsip.

Imbas dari perceraian atau korban biasanya adalah sang anak. Sering kali, mental sang anak menjadi terganggu karena perceraian orang tua.

Itulah mengapa, perlu dipikirkan matang-matang sebelum mengambil tindakan yang cukup penting tersebut. Jangan sampai anak menjadi bermasalah di masa depan karena broken home.

Berikut cara membantu anak dalam menghadapi perceraian orang tua, dinukil dari Klikdokter, Rabu (10/11/2021).

Cara Membantu Anak Hadapi Perceraian Orang Tua

Ilustrasi pasangan bertengkar. /photo created by yanalya - www.freepik.com
Ilustrasi pasangan bertengkar. /photo created by yanalya - www.freepik.com

1. Sejak Awal, Hindari Bertengkar di Depan Anak

Perceraian biasanya dimulai dengan pertengkaran demi pertengkaran antara pasangan. Anak dapat memiliki trauma tersendiri jika melihat orang tua bertengkar.

Itulah sebabnya, jika mulai muncul ketidakcocokan antara pasangan, sebaiknya orang tua tidak bertengkar secara langsung di depan anak, apalagi sampai terjadi kekerasan fisik dalam keluarga.

2. Jelaskan Secara Terbuka Mengenai Kondisi Anda dan Pasangan

Orang tua tidak perlu menyembunyikan perceraian kepada anak. Jika melihat tidak adanya kehadiran satu di antara orang tua di rumah dalam jangka waktu yang lama, anak tentu akan bertanya-tanya.

Sebaiknya anak korban perceraian diberitahu. Jadi, berterus teranglah kepada anak bahwa Anda dan pasangan akan berpisah sehingga kemungkinan besar anak akan ikut satu di antara orang tua.

3. Berikan Pengertian bahwa Kedua Orang Tua Tetap Menyayangi Mereka

Cara menghadapi perceraian orang tua perlu pengertian dari anak. Jelaskan pada si kecil, walau ia akan ikut satu di antara orang tua, baik Anda maupun pasangan akan tetap menyayanginya.

Hal yang tampak sederhana ini dapat membuat anak korban perceraian tidak merasa kurang kasih sayang orang tua.

Cara Membantu Anak Hadapi Perceraian Orang Tua

Ilustrasi membimbing anak. Credit: pexels.com/Julia
Ilustrasi membimbing anak. Credit: pexels.com/Julia

4. Jangan Memprovokasi Anak Membenci Pasangan Anda

Agar perkembangan mental anak korban perceraian baik, hindari menjelek-jelekkan pasangan Anda di depannya. Hal ini hanya akan membuatnya benci kepada pasangan Anda. Pada akhirnya, anak akan kesulitan membina hubungan dengan pasangan Anda.

5. Koordinasi untuk Menjaga Anak

Pastikan Anda dan pasangan telah mendiskusikan secara matang mengenai hak asuh anak. Meski hubungan Anda dan pasangan berakhir, ini tidak berarti Anda membiarkan si kecil merasa tidak disayangi dan terlantar.

Cara menghadapi perceraian memerlukan koordinasi yang baik antara Anda dengan pasangan. Sebisa mungkin Anda atau pasangan bergantian mendampingi anak bertumbuh kembang.

Jadwalkan waktu untuk bertemu, misalnya ketika Anda mendapatkan hak asuk, pastikan anak juga bertemu dengan pasangan Anda di lain waktu, seperti akhir pekan dan hari libur.

6. Bantu Anak Menemukan Hobi dan Bakat

Cara mendidik anak korban perceraian selanjutnya adalah menemukan hobi dan bakat anak untuk mengalihkannya dari pikiran-pikiran negatif. Dengan hobi dan bakat yang sesuai, anak akan menghabiskan waktu ke arah yang positif.

Apalagi jika hobi dan bakat dikembangkan hingga ke ranah profesional. Hal ini tentu dapat membuatnya berprestasi.

Cara Membantu Anak Hadapi Perceraian Orang Tua

Ilustrasi ayah menemani anak bermain. (dok Tatiana Syrikova/pexels.com)
Ilustrasi ayah menemani anak bermain. (dok Tatiana Syrikova/pexels.com)

7. Bantu Anak Memiliki Lingkungan dan Teman-Teman yang Mendukungnya

Faktor lain yang terpenting bagi anak dalam menghadapi perceraian orang tua adalah teman-teman dan lingkungan. Anda perlu memastikan bahwa lingkungan si kecil dapat mendukungnya tumbuh dan membantunya merasa tidak kesepian.

8. Jangan Memaksakan Keinginan Anda kepada Anak

Kebanyakan single parents kehilangan kendali saat mengasuh anak. Akhirnya mereka memaksakan kehendaknya kepada anak secara total, tanpa ada pasangan yang mengimbangi atau kontra terhadap hal tersebut.

Bukannya mengajarkan anak cara menghadapi perceraian, Anda malah membuatnya tertekan. Hal ini tentu saja tidak baik bagi si kecil. Biarkan anak melakukan hal yang ia minati, asalkan tetap positif.

9. Jadilah Teman bagi Anak

Anak korban perceraian memerlukan dukungan dari Anda. Bersikap terbuka kepada anak adalah satu di antara cara penting untuk membina hubungan seperti teman.

Bersikap terbuka akan membuat anak nyaman berkomunikasi dengan Anda sehingga anak tidak ragu untuk menceritakan apa yang mereka rasakan. Anda pun akan lebih mengerti kondisinya.

Cara Membantu Anak Hadapi Perceraian Orang Tua

Ilustrasi anak-anak. (dok. Unsplash.com/@kellysikkema)
Ilustrasi anak-anak. (dok. Unsplash.com/@kellysikkema)

10. Jaga Komunikasi yang Baik dengan Anak

Menjadi teman untuk anak membutuhkan komunikasi yang baik. Komunikasi tak hanya sekadar berbicara, tetapi juga mendengarkan. Dengan menjaga komunkasi, Anda dan si kecil dapat saling memahami kebutuhan masing-masing.

11. Kenali Secara Dini Tanda Kelainan Psikis pada Anak

Jika Anda melihat perubahan pada anak, seperti cepat marah, emosi tidak stabil, sering sedih, cenderung diam, mengurung diri, malas berbicara, malas makan, tidak dapat tidur atau banyak tidur, Anda harus waspada.

Tanda-tanda di atas dapat menunjukkan adanya kelainan psikis pada Anak. Segeralah konsultasikan kepada psikolog atau psikiatri untuk penanganan lebih lanjut.

Sumber: Klikdokter.com (Published: 14/10/2020)

Yuk, baca artikel cara lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel