11 Hari Terombang-Ambing di Samudera, Nelayan Ini Selamat Terapung di Dalam Freezer

Merdeka.com - Merdeka.com - Romualdo Macedo Rodrigues, nelayan asal Brasil selamat bertahan hidup selama sebelas hari di tengah Samudera Atlantik dengan mengapung di dalam freezer (pendingin). Bagi Rodrigues, pengalaman dia bertahan hidup di tengah laut adalah mukjizat.

Dikutip dari laman The Independent, Senin (5/9), Rodrigues yang berlayar dengan perahunya pada Agustus lalu hanya berencana melaut selama tiga hari, namun perahunya tenggelam, membuat dia terombang-ambing di lautan.

Rodrigues yang tidak bisa berenang segera melompat ke dalam freezer yang dibawa di perahu. Rodrigues terapung di freezer itu selama 11 hari sebelum dia ditemukan oleh nelayan di lepas pantai Suriname, 450 kilometer dari jarak perahunya tenggelam.

Kepada stasiun televisi RecordTV Brazil, Rodrigues mengatakan, "freezer itu adalah Tuhan dalam hidupku. Satu-satunya hal yang saya miliki adalah freezer itu. Itu adalah keajaiban."

"Saya putus asa. Saya pikir saya akan mati. Tapi puji Tuhan, Tuhan memberi saya satu kesempatan lagi," ujar dia.

"Saya melihat freezer itu tidak tenggelam. Saya melompat, jatuh ke satu sisi dan tetap imbang. Saya merasa lahir kembali. Saya pikir saya tidak akan menceritakan kisah ini, tetapi saya kembali ada di sini" kata dia.

Rodrigues turut menceritakan dia tidak memiliki makanan dan minuman di freezer itu. Dia juga harus membuang air yang masuk ke dalam freezer itu agar tidak tenggelam.

Dalam kejadian itu, Rodrigues mengungkapkan dia selalu mengingat keluarganya.

"Saya memikirkan anak-anak saya, istri saya" katanya. "Setiap hari saya memikirkan ibu saya, ayah saya, semua keluarga saya. Itu memberi saya kekuatan dan harapan... tetapi saat itu saya pikir tidak ada jalan lain," tuturnya.

Setelah sebelas hari terapung di freezer itu, Rodrigues ditemukan nelayan lain. Dia dibawa ke Suriname namun selama dua minggu ia ditahan karena tidak memiliki surat imigrasi untuk berada di negara itu.

Rodrigues mengatakan bobot tubuhnya turun 5 kilogram dan matanya rusak karena paparan matahari dan angin serta tubuhnya sangat dehidrasi.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]