11 Jenis Migrain dan Penyebabnya, Punya Beragam Pemicu

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Migrain merupakan jenis sakit kepala yang sangat mengganggu. Sakit kepala ini bisa sangat menyiksa dan menghambat aktivitas. Migrain dapat menyebabkan nyeri berdenyut yang parah, biasanya di satu sisi kepala.

Migrain dapat berlangsung selama berjam-jam hingga berhari-hari. Serangan migrain terkadang disertai dengan masalah penglihatan, mual, muntah, dan pusing. Nyeri migrain paling sering menyerang area dahi. Biasanya terjadi di satu sisi kepala, tetapi bisa terjadi di kedua sisi, atau bergeser.

Migrain tak hanya sekadar sakit kepala biasa. Migrain adalah penyakit neurologis dan ada sejumlah subtipe migrain yang berbeda. Berbagai jenis migrain ini memiliki gejala dan penyebab yang berbeda.

Berikut jenis-jenis migrain, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat(29/1/2021).

Jenis Migrain dan Penyebabnya

Ilustrasi migrain (pixabay.com)
Ilustrasi migrain (pixabay.com)

Migrain aura

Aura adalah istilah untuk setiap perubahan sensorik yang terjadi sebelum sakit kepala migrain. Namun, aura dapat muncul selama atau setelah nyeri migrain dimulai. Perubahan tersebut dapat memengaruhi penglihatan, pendengaran, atau kemampuan berbicara.

Migrain dengan aura biasanya menyebabkan penderitanya mengalami gangguan penglihatan yang berhubungan dengan gejala migrain lainnya. Ini seperti melihat garis zig-zag, cahaya yang terlihat seperti bintang atau titik, atau bahkan memiliki titik buta sebelum migrain.

Migrain tanpa aura

Lebih umum, migrain terjadi tanpa aura jenis migrain ini terjadi hingga 85 persen dari semua orang yang mengalami migrain. Migrain tanpa aura berhubungan dengan mual, muntah, atau keduanya dan sering kali disertai dengan kepekaan terhadap cahaya, suara, dan gerakan. Jika tidak diobati, sakit kepala ini bisa berlangsung hingga 72 jam.

Jenis Migrain dan Penyebabnya

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Migrain hemiplegia

Migrain hemiplegia adalah jenis migrain yang langka. Penderita serangan migrain hemiplegia mengalami kelumpuhan atau kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan bicara dan penglihatan, serta gejala lain yang sering menyerupai stroke. Kelumpuhan biasanya bersifat sementara, tetapi bisa berlangsung selama beberapa hari.

Ada dua jenis migrain hemiplegia, yaitu migrain hemiplegia familial yang merupakan kelaianan genetik bawaan dan migrain hemiplegi sporadis yang bukan merupakan kelainan bawaan.

Migrain akut

Migrain akut adalah istilah umum untuk migrain yang tidak didiagnosis sebagai kronis. Nama lain untuk jenis ini adalah migrain episodik. Orang yang mengalami migrain episodik mengalami sakit kepala hingga 14 hari dalam sebulan. Jadi, orang dengan migrain episodik mengalami lebih sedikit sakit kepala dalam sebulan dibandingkan orang dengan migrain kronis.

Migrain kronis

Migrain kronis terjadi ketika seseorang mengalami episode migrain berulang dan berkelanjutan. Jenis migrain ini biasanya dimulai pada akhir masa remaja atau awal dua puluhan, dan frekuensi serangan migrain akan meningkat seiring waktu. Orang dengan migrain kronis mungkin mengalami gejala migrain setiap hari atau hampir setiap hari.

Jenis Migrain dan Penyebabnya

Ilustrasi migrain. Sumber foto: unsplash.com/Carolina Heza.
Ilustrasi migrain. Sumber foto: unsplash.com/Carolina Heza.

Status migrainosus

Status migrainosus kadang disebut migrain keras. status migrainosus adalah varian migrain yang sangat serius dan sangat langka. Biasanya menyebabkan serangan migrain yang begitu parah dan berkepanjangan (biasanya berlangsung selama lebih dari 72 jam). Ini membuat penderitanya harus dibawa ke rumah sakit. Sebagian besar komplikasi yang terkait dengan varian migrain ini muncul karena muntah dan mual yang berkepanjangan.

Migrain menstruasi

Seperti namanya, migrain jenis ini berkaitan dengan siklus menstruasi dan fluktuasi hormon yang mendahuluinya. Migrain terkait menstruasi memengaruhi hingga 60 persen wanita yang mengalami semua jenis migrain.

Mereka bisa terjadi dengan atau tanpa aura. Mereka juga dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah menstruasi dan selama ovulasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa migrain menstruasi cenderung lebih intens, berlangsung lebih lama, dan memiliki rasa mual yang lebih signifikan daripada migrain yang tidak terkait dengan siklus menstruasi.

Jenis Migrain dan Penyebabnya

Ilustrasi migrain Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi migrain Credit: pexels.com/pixabay

Migrain retina

Migrain retinal atau migrain optik adalah varian migrain langka yang ditandai dengan gangguan penglihatan yang berulang, seperti titik buta atau kebutaan di satu sisi bidang penglihatan. Gangguan ini biasanya berlangsung antara satu menit dan satu jam dan biasanya terjadi sebelum sakit kepala dimulai.

Masalah penglihatan ini biasanya terjadi dalam waktu satu jam setelah sakit kepala. Terkadang migrain optik tidak menimbulkan rasa sakit. Kebanyakan orang yang mengalami migrain optik pernah mengalami migrain jenis lain sebelumnya.

Migrain basilar (migrain dengan aura batang otak)

Migrain basilar, juga dikenal sebagai sindrom Bickerstaff atau migrain dengan aura batang otak, biasanya menyebabkan pusing dan vertigo sebelum sakit kepala. Migrain ini juga dapat menyebabkan gejala sebelum nyeri berupa dering di telinga, cadel, kehilangan keseimbangan, hingga pingsan. Jenis serangan migrain ini paling umum terjadi pada remaja putri dan wanita muda.

Jenis Migrain dan Penyebabnya

ilustrasi migrain/freepik
ilustrasi migrain/freepik

Migrain perut

Migrain perut adalah sub-jenis migrain yang terlihat terutama pada anak-anak. Ini terdiri dari episode sakit perut dengan mual, muntah, kehilangan nafsu makan atau pucat. Anak-anak dengan migrain perut umumnya terus mengalami sakit kepala migrain di kemudian hari. Varian ini lebih sering terjadi pada anak-anak yang memiliki riwayat serangan migrain dalam keluarga.

Migrain vestibular

Migrain vestibular juga dikenal sebagai vertigo terkait migrain. Gejala ini memengaruhi keseimbangan, menyebabkan pusing, atau keduanya. Orang-orang dari segala usia, termasuk anak-anak, mungkin mengalami migrain vestibular.