11 Jenis Penelitian Kualitatif yang Umum Digunakan, Ketahui Perbedaannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penelitian adalah pendekatan ilmiah untuk mengkaji masalah dengan menemukan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Jenis penelitian kualitatif adalah salah satu metode penelitian yang kerap digunakan tanpa perhitungan.

Jenis penelitian kualitatif menggunakan data yang berdasar pada argumen. Argumen dalam data kualitatif bisa direpresentasikan dalam bentuk kata-kata dan kalimat, bukan angka sehingga tidak bisa dihitung.

Untuk bisa membuat argumen saat menggunakan jenis penelitian kualitatif peneliti dapat mengumpulkan hasil wawancara, analisis dokumen, diskusi hingga transkip observasi. Bisa juga melampirkan data kualitatif berupa foto maupun sebuah rekaman video.

Berikut Liputan6.com ulas jenis penelitian kualitatif dari berbagai sumber, Selasa (29/12/2020).

Jenis Penelitian Kualitatif

Ilustrasi penelitian | Credit: pexels.com/Startup
Ilustrasi penelitian | Credit: pexels.com/Startup

Dasar (Basic Research)

Jenis penelitian ini bertujuan mengetahui sesuatu yang dibuktikan dalam bentuk riset tanpa memerhatikan manfaat bagi masyarakat. Penelitian ini dikerjakan tanpa memikirkan ujung praktis. Itulah mengapa penelitian ini tidak untuk digunakan khalayak umum.

Fokus utama jenis penelitian adalah kontinuitas dan integritas dari ilmu dan filosofi. Penelitian ini tidak memikirkan ada atau tidaknya hubungan dengan kejadian dalam masyarakat. Bahkan jalan pemikiran peneliti jenis ini bisa jadi tanpa memikirkan sudut pandang suatu penelitian.

Hasil penelitian dasar ini berupa pengetahuan umum dan pengertiannya mengenai kaidah-kaidah suatu disiplin ilmu. Penelitian dasar, umumnya bisa memecahkan masalah tanpa ada pertimbangan efek sosial, ekonomi atau masyarakat.

Etnografi

Penelitian ini digunakan untuk mengungkap makna sosio-kultural dengan cara mempelajari pola hidup dan interaksi antar-kelompok sosio-kultural (culture-sharing group) tertentu di sebuah ruang atau konteks yang spesifik.

Etnografi menggunakab dua dasar konsep sebagai landasan penelitian, yaitu aspek budaya (antropologi) dan bahasa (linguistik). Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji bentuk dan fungsi bahasa dalam budaya dalam kehidupan masyarakat. Menginterpretasikan dalam kelompok sosial, sistem yang dijalankan, dan interaksi di dalamnya.

Jenis Penelitian Kualitatif

Ilustrasi wawancara | Sumber foto: unsplash.com/rawpixel.
Ilustrasi wawancara | Sumber foto: unsplash.com/rawpixel.

Terapan (Applied Research)

Pada jenis penelitian ini hasil hasilnya bukan berupa ilmu baru, namun condong pada aplikasi baru yang merupakan penerapan dari ilmu murni.

Peneliti yang menggunakan jenis ini, memiliki ciri-ciri yaitu mengaplikasikan penemuan jenis penelitian dasar. Tujuannya untuk keperluan praktis dalam bidang-bidang tertentu. Biasanya seorang peneliti terapan punya keinginan supaya hasil penelitiannya bermanfaat dan berguna bagi khalayak umum.

Studi Kasus

Penelitian studi kasus adalah penelitian berdasar kejadian yang sudah terjadi. Penelitian ini mempelajari interaksi antar variabel satu dengan lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari bagaimana suatu kejadian bisa terjadi secara sistematis pada kurun waktu yang cukup lama.

Studi kasus merupakan jenis penelitian kualitatif yang dilakukan dengan sebuah program, kegiatan, peristiwa, dan kelompok dalam keadaan tertentu. Penelitian ini secara kasar digunakan untuk mengamati latar belakang, keadaan, dan interaksi yang terjadi.

Jenis Penelitian Kualitatif

Ilustrasi penelitian | Vlada Karpovich dari Pexels
Ilustrasi penelitian | Vlada Karpovich dari Pexels

Evaluasi (Evaluation Research)

Selanjutnya, penelitian ini dilakukan setelah ada penelitian lain dan dilaksanakan dalam bentuk penelitian baru. Penelitian ini adalah jenis turunan dari penelitian terapan. Tujuan jenis penelitian ini sebagai evaluasi pada sebuah keberhasilan, manfaat, kegunaan, sumbangan, serta kelayakan suatu program, produk, atau kegiatan tertentu, yang pada akhirnya bisa mendapatkan perbaikan agar hasilnya lebih baik.

Tindakan

Penelitian tindakan mempraktikkan ilmu dalam tindakan nyata agar mengetahui respon pada situasi di lapangan. Penelitian ini tujuannya untuk memperbaiki proses dan memahami bagaimana praktik pendidikan yang baik, professional, serta dapat meningkatkan hasil dari kegiatan.

Naratif

Jenis penelitian naratif adalah jenis penelitian yang dijabarkan langsung secara lisan dengan mengatakan atau menceritakan mengenai isi penelitian. Penelitian ini dikumpulkan dengan cara diskusi, percakapan, atau wawancara.

Singkatnya, pengalaman individu akan diceritakan kepada peneliti, dan kemudian akan diceritakan kembali dengan susunan kata-kata sang peneliti.

Jenis Penelitian Kualitatif

Ilustrasi penelitian | Burst dari Pexels
Ilustrasi penelitian | Burst dari Pexels

Historis

Jenis penelitian kualitatif historis lebih menekankan pada masalah sejarah. Fokusnya ada pada peristiwa yang sudah berlalu dan direkonstruksi lagi dengan sumber data dan saksi yang masih ada sampai saat ini.

Sumber data dari penelitian historis adalah dari catatan sejarah, artifak, laporan verbal, dan saksi yang dapat dipertanggungjawabkan. Sederhananya, melihat suatu fenomena perkembangan berdasarkan pergeseran waktu.

Eksplorasi

Penelitian eksplorasi adalah jenis penelitian yang tujuannya menemukan ilmu pengetahuan baru atau terapan, serta masalah-masalah baru dalam bidang pendidikan.

Contohnya, sebuah penelitian dengan hasil sebuah profil atau kriteria pemimpin yang efektif dalam manajemen sekolah. Bisa juga berupa penelitian mengenai metode atau prosedur baru untuk belajar Bahasa Inggris yang menyenangkan untuk peserta didik.

Jenis Penelitian Kualitatif

Ilustrasi berkas | Andrea Piacquadio dari Pexels
Ilustrasi berkas | Andrea Piacquadio dari Pexels

Deskriptif

Penelitian Deskriptif adalah jenis penelitian yang mendeskripsikan atau menggambarkan suatu masalah. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan suatu populasi, situasi atau fenomena secara akurat dan sistematis.

Jenis penelitian ini dapat menjawab pertanyaan apa, di mana, kapan dan bagaimana, tetapi tidak untuk pertanyaan mengapa. Tidak seperti dalam penelitian eksperimental, peneliti tidak mengontrol atau memanipulasi variabel apa pun, tetapi hanya mengamati dan mengukurnya.

Verifikasi

Penelitian ini adalah jenis penelitian dengan menguji kebenaran ilmu-ilmu di dalam bidang pendidikan yang sudah ada, seperti konsep, prinsip, prosedur, dalil maupun praktek pendidikan.

Data penelitian yang sudah didapatkan akan digunakan sebagai dasar pembuktian informasi atau masalah-masalah dalam pendidikan yang mungkin sedang diragukan.