11 November Diperingati Sebagai Hari Jomlo Sedunia, Pertama Kali Terjadi di China

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - 11 November 2021 menjadi tanggal cantik pada hari ini, Kamis (11/11/2021). Biasanya, di setiap tanggal cantik yang kembar dengan bulan, akan banyak promo-promo menarik.

Promo-promo tersebut berupa beragam diskon di toko, terutama di situs belanja daring atau e-commerce. Selain dikenal karena diskon, banyak masyarakat juga menganggap tanggal cantik sebagai hari untuk melangsungkan hari bahagia, seperti pernikahan.

Namun berbeda dengan di China, 11 November kerap diperingati sebagai Single Day atau Hari Jomlo Sedunia. Oleh karena itu, tidak sedikit mereka yang lajang, dengan bangga merayakannya bersama-sama.

Meskipun berawal dari China, tetapi dalam perayaan Hari Jomlo Sedunia kini mulai merambah ke negara lain. Walau begitu, masih banyak pula negara yang asing dengan Hari Jomlo Sedunia.

Dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Hari Jomlo Sedunia di China ini dimulai sebagai Hari anti-Valentine pada 1990-an saat mahasiswa di Nanjing University mulai merayakan status lajang mereka.

Momen tersebut juga dikenal sebagai Hari Bujangan karena ketidakseimbangan gender China yang diakibatkan kebijakan satu anak di negaranya.

Berikut sederet hal terkait peringatan Single Day atau Hari Jomlo Sedunia 11 November dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber:

Sejarah Single Day atau Hari Jomlo Sedunia

Ilustrasi jomblo, pria bahagia. (Photo by Angelo Pantazis on Unsplash)
Ilustrasi jomblo, pria bahagia. (Photo by Angelo Pantazis on Unsplash)

Dikenal di China sebagai "bare sticks holiday" karena tampilanya yang numerik, Single Day dimulai sebagai Hari anti-Valentine pada 1990-an, ketika mahasiswa di Nanjing University mulai merayakan status lajang mereka.

Momen tersebut juga dikenal sebagai Hari Bujangan karena ketidakseimbangan gender China yang diakibatkan kebijakan satu anak.

Pada hari tersebut, mereka yang berstatus lajang akan merayakannya dengan membeli hadiah untuk diri sendiri.

Hal itu pun lantas diadopsi oleh e-commerce besar di China, Alibaba pada 2009. Para petinggi Alibaba melihat peluang komersial di Single Day pada 2009 dan mulai meluncurkaan penawaran Double 11 tepat pada saat belanja online mulai menjamur.

Peluang tersebut juga dilihat sebagai kesempatan utnuk meningkatkan penjualan di jeda antara liburan nasional Pekan Emas China pada Oktober dan Natal.

Kini, pada hari tersebut, semua orang, terlepas dari status lajang maupun berpasangan, akan membeli hadiah untuk diri sendiri.

Perayaan Hari Jomlo Sedunia di Indonesia

Di zaman teknologi memudahkan segala hal, menutup diri dari aplikasi kencan online mungkin memperpanjang masa jomblomu. (Foto: unsplash.com)
Di zaman teknologi memudahkan segala hal, menutup diri dari aplikasi kencan online mungkin memperpanjang masa jomblomu. (Foto: unsplash.com)

Pesta belanja online terbesar Single Day yang dimanfaatkan Alibaba membuat perputaran uang ratusan triliun rupiah yang menjadikan beberapa pelaku e-commerce lain tergerak untuk berpartisipasi. Kesuksesan ini lantas rutin diadakan, termasuk di Indonesia.

Menurut situs berhemat CupoNation yang melakukan studi tentang perkembangan popularitas pesta belanja ini di Indonesia, volume penelusuran online untuk kata kunci 11.11 di Tanah Air meningkat di dua tahun terakhir.

Lewat hasil studi, jumlah penelusuran untuk kata kunci 11.11 pada mesin pencari google meningkat hingga 29 persen di 2017 dan 456 persen di 2018.

Peningkatan yang cukup tajam di 2018 menggambarkan jika jumlah masyarakat Indonesia menaruh perhatian dan menelusuri kampanye diskon dan promo yang ditawarkan pada Single Day semakin bertambah dan diprediksikan akan terus meningkat di 2019.

Ada enam wilayah yang jumlah pemburu diskon dan savvy shopper terbanyak pada 2018 adalah Banten diikuti Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Yogyakarta, dan DKI Jakarta.

Masih berdasarkan hasil studi CupoNAtion, ada lima situs toko online dengan jumlah pengunjung terbanyak di Indonesia, yang jika diurut berdasarkan jumlah pengunjung terbanyak adalah Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan Blibli.

Namun, studi menunjukkan pada pekan pesta belanja online singles day, situs e-commerce yang meraih volume penelusuran tertinggi di 2018 adalah Shopee, dan disusul oleh Lazada.

Shopee berhasil melesat ke peringkat pertama dimana sebelumnya berada di urutan ke-3 pada pekan Single Day yang digelar pada 2017.

Reporter : Novi Fuji Astuti

Sumber : Merdeka

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel