11 Pelatih Asing yang Pernah Menangani Persib Sebelum Luis Milla: Ada yang Sukses?

Bola.com, Bandung - Persib Bandung tidak lama lagi akan mengumumkan secara resmi sosok Luis Milla sebagai arsitek baru Maung Bandung di BRI Liga 1 2022/2023.

Pelatih asal Spanyol itu resmi ditunjuk PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menggantikan Robert Alberts asal Belanda yang memutuskan mundur pada 10 Agustus 2022 lalu setelah mendapat desakan hebat dari ribuan Bobotoh.

Jauh sebelum Luis Milla, tim Persib Bandung sudah berpengalaman ditangani oleh pelatih asing. Dari semua pelatih asing yang pernah menjadi nakhoda Persib, tidak satu pun yang sukses membawa Maung Bandung juara.

Namun, manajemen Persib tidak pernah kapok terhadap sosok pelatih asing. Akankan Luis Milla mampu membawa Persib juara atau justru akan sama nasibnya dengan pelatih asing lainnya yang berhenti di tengah jalan?

Tentunya menjadi tantangan besar bagi Luis Milla saat menangani tim Persib Bandung nanti.

Berikuti pelatih asing yang pernah menangani tim Persib Bandung:

Marek Janota (Polandia)

Marek Janota
Marek Janota

Marek Janota merupakan pelatih asing pertama yang menangani tim Persib Bandung. Ia dipercaya menakhodai Persib Bandung pada 1980-1983.

Saat ditangani oleh Marek Janota, Persib melahirkan pemain andal semacam Robby Darwis, Bambang Sukowiyono, Adeng Hudaya, dan deretan legenda Persib lainnya.

Marek Andrezj Sledzianowski (Poldandia)

Persib Bandung kembali mendatangkan pelatih asing asal Polandia, Marek Andrezj Sledzianowski, pada 2003. Namun, kehadirannya tidak membawa perubahan positif. Justru Persib nyaris terdegradasi.

Marek Andrezj Sledzianowski harus berhenti di tengah jalan lantaran Persib terancam terdegradasi. Pada pertengahan musim, ia diputus kontrak oleh manajemen, termasuk pemain-pemain bawaannya seperti Maciej Dolega, Piotr Orlinski, dan Mariusz Mucharski.

 

Juan Antonio Paez (Chile)

Kedatangan pelatih asal Chile, Juan Antonio Paez, tentu menaruh harapan besar lantaran Persib Bandung terancaman degradasi. Paez mampu menyelamatkan Persib dari jurang degradasi.

Namun,  pada penghujung musim 2004, Paez memilih mundur sebagai pelatih Persib lantaran dikabarkan hubungan yang kurang harmonis dengan pengurus Persib saat itu.

Kepergian Paez, juga diikuti oleh sejumlah pemain asing Persib bawaannya, seperti Alejandro Tobar dan Claudio Lizama.

Arcan Iurie (Moldova)

Persib Bandung - Arcan Iurie (Bola.com/Adreanus Titus)
Persib Bandung - Arcan Iurie (Bola.com/Adreanus Titus)

Menghadapi Liga Indonesia 2006, Persib Bandung kembali memilih pelatih asing. Kali ini resmi menunjuk Arcan Iurie sebagai pelatih Persib. Kepiawaianya meracik saat menangani Persija Jakarta membuat Persib tertarik merekrut Arcan Iurie.

Sayang di bawah polesan Arcan Iurie, Persib juga gagal menjadi juara. Bahkan, Iurie sempat mengajukan pengunduran diri pada April 2006, namun pengajuannya ditolak manajemen.

Pelatih asal Moldova ini pun tetap bersama Persib pada 2007. Bahkan, Arcan Iurie mampu membawa Persib juara paruh musim. Sayangnya, memasuki paruh kedua, Persib justru melorot.

Itu berawal dari keputusan Iurie yang meminjamkan bek asingnya, Nyeck Nyobe, asal Kamerun dan menggantinya dengan Leo Chistecu.

Kehadiran Leo Chitescu asal Rumania justru tidak membawa perubahan terhadap Persib, sebaliknya justru semakin melorot. Kebersamaan Persib dengan Arcan Iurie akhirnya benar-benar berakhir pada November 2007.

Darko Janackovic (Serbia)

Darko Janackovic (Serbia)
Darko Janackovic (Serbia)

Pelatih asal Serbia yang berpaspor Perancis ini merupakan satu pelatih asing yang cukup singkat menjadi jurulatih Persib Bandung. Ia hanya memimpin Persib pada ajang turnamen Inter Island Cup 2010.

Penunjukkan Darko Janackovic ini memang terbilang keputusan yang terburu-buru oleh manajemen Persib. Tidak ada kejelasan terhadap prestasinya sebagai pelatih, Persib justru percaya terhadap sosok Darko Janackovic.

Ia belum pernah berpengalaman sebagai pelatih di Tanah Air, manajemen Persib justru kepincut dengan sosok Darko, bahkan hingga mengesampingkan sosok Rachmad Darmawan yang saat itu sudah siap menjadi nakhoda Maung Bandung.

Darko Janackovic pun akhirnya keluar dari Persib, dua bulan jelang bergulirnya ISL 2010.

Jovo Cuckovic (Serbia)

Jovo Cuckovic
Jovo Cuckovic

Jovo Cuckovic merupakan asisten pelatih Darko Janackovic yang langsung diangkat oleh manajemen sebagai pelatih. Saat itu memang ramai menyebutkan bahwa pelatih sesunguhnya adalah Jovo, bukan Darko Janackovic.

Debut Jovo sebagai pelatih Persib Bandung pada laga perdana ISL 2010 kurang memuaskan. Bahkan performa Persib makin menurun.

Persib hanya meraih empat poin dari enam laga yang menempatkannya di posisi ke-14 klasemen sementara ISL 2010. Jovo Cuckovic pun akhirnya didepak dan posisinya digantikan oleh Daniel Roekito.

Drago Mamic (Kroasia)

Drago Mamic
Drago Mamic

Pada 2011 hingga 2012, Persib Bandung kembali menunjuk pelatih asing asal Kroasia, Drago Mamic. Kariernya sebagai pelatih cukup menjanjikan. Terlebih Drago Mamic pernah menangani Timnas Myanmar.

Baru setengah musim bersama Persib, Drago Mamic justru mengundurkan diri karena kabarnya ada tekanan dari manajemen setelah dalam 17 pertandingan hanya berada di posisi ketujuh dalam klasemen sementara Indonesia Super League 2011/2012.

Namun, Drago Mamic berdalih keputusannya mundur sebagai pelatih Persib lantaran gagal memenuhi target finis di tiga besar. Keputusan Drago Mamic itu juga diikuti oleh striker asingnya, Moses Sakyi asal Ghana.

Dejan Antonic (Serbia)

Ritual itu dilakukan pelatih Persib, Dejan Antonic, untuk memohon agar diberikan yang terbaik saat pertandingan. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Ritual itu dilakukan pelatih Persib, Dejan Antonic, untuk memohon agar diberikan yang terbaik saat pertandingan. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Pada 2016, Persib Bandung kembali menunjuk pelatih asing asal Serbia, Dejan Antonic, untuk mengarungi kompetisi musim 2016. Padahal di ISL 2014 Persib juara di bawah polesan polatih lokal, Djadjang Nurdjaman.

Bersama Dejan Antonic, Persib menjadi runner-up di turnamen Bali Island Cup 2016 setelah kalah dari Arema Cronus di final dan menjadi runner up di turnamen Piala Bhayangkara 2016.

Namun, saat mengarungi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, performa Persib justru menurun. Dari enam laga yang dilalui, Persib hanya menang satu kali, imbang empat kali, dan satu kali kalah.

Hasil itu membuat bobotoh kembali melakukan tekanan hebat hingga akhirnya Dejan Antonic memutuskan mundur dari Maung Bandung.

Mario Gomez (Argentina)

Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, saat pertandingan melawan PSM pada laga Piala Presiden di Stadion GBLA, Bandung, Jumat (26/1/2018). Persib takluk 0-1 dari PSM. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, saat pertandingan melawan PSM pada laga Piala Presiden di Stadion GBLA, Bandung, Jumat (26/1/2018). Persib takluk 0-1 dari PSM. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pelatih bernama lengkap Roberto Mario Carlos Gomez resmi menangani Persib Bandung pada 2017 hingga 2018. Meski baru menangani tim di Tanah Air, kiprahnya sebagai pelatih cukup memuaskan.

Persib berada di peringkat 4 besar pada Liga 1 2018. Namun, akhirnya manajemen memutuskan tidak memperpanjang kontrak Mario Gomez dengan berbagai pertimbangan.

Miljan Radovic (Montenegro)

Pelatih Persib Bandung, Miljan Radovic, saat melawan Persiwa Wamena pada laga Piala Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin (11/2). Persib menang 7-0 atas Persiwa. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Persib Bandung, Miljan Radovic, saat melawan Persiwa Wamena pada laga Piala Indonesia di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin (11/2). Persib menang 7-0 atas Persiwa. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pelatih asal Montenegro ini resmi ditunjuk sebagai pelatih Persib Bandung pada 20 Desember 2018 untuk menggantikan Mario Gomez.

Rasa optimistis dari manajemen terhadap Radovic sangat tinggi. Itu lantaran, Radovic mengenal betul kualitas Persib karena pernah menjadi kekuatan Maung Bandung sebagai pemain pada musim 2010-2012.

Miljan Radovic mulai memimpin tim Persib dalam turnamen Piala Indonesia 2018 dan mampu menembus babak perempat final Piala Indonesia 2018.

Namun, di turnamen pramusim Piala Presiden 2019, Persib hanya menang sekali menghadapi Perseru Serui dan menelan dua kekalahan melawan Persebaya dan Persikabo.

Radovic pun mengundurkan diri dari tim jelang laga leg kedua perempat final Piala Indonesia 2019 dengan alasan akan menempuh pendidikan (lisensi kepelatihan) di negaranya, Montenegro.

Radovic belum sempat merasakan memimpin Persib Maung Bandung di kompetisi tertinggi Indonesia alias Liga 1.

 

Robert Alberts (Belanda)

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, ketika memberikan keterangan setelah tim asuhannya kalah dari PSS Sleman di perempat final Piala Presiden 2022, Jumat (1/7/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, ketika memberikan keterangan setelah tim asuhannya kalah dari PSS Sleman di perempat final Piala Presiden 2022, Jumat (1/7/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Jelang mengarungi Liga 1 2019, Persib Bandung merekrut Robert Alberts untuk menggantikan Miljan Radovic. Bersama Robert Alberts, Persib mampu menempati posisi empat besar Liga 1 2019.

Padahal saat itu, kekuatan Persib berdasarkan pilihan pelatih sebelumnya, Miljan Radovic. Pada Liga 1 2020, Maung Bandung makin solid, di mana dalam tiga pertandingan mampu memimpin klasemen sementara Liga 1 2020/2021.

Sayang, badai COVID-19 melanda Tanah Air, kompetisi Liga 1 pun dihentikan karena dianggap force majeure.

Keberhasilan Robert selama di Persib membuat manajemen langsung menyodorkan kontrak panjang hingga 2024. Dengan merekrut beberapa pemain mentereng seperti David da Silva dan Ciro Alves, Persib percaya diri menatap BRI Liga 1 2022/2023.

Namun, jelang BRI Liga 1 2022/2023, badai cedera menimpa beberapa pemain Persib, karena itu langkah Maung Bandung tidak berjalan mulus. Dalam tiga laga, Persib tidak pernah menang.

Hasil minor itu membuat, kursi pelatih Robert Alberts mulai digoyang. Desakan ReneOut makin ramai disuarakan di media sosial hingga ribuan Bobotoh melakukan aksi demo ke Graha Persib agar manajemen memecat pelatih asal Belanda itu.

Saat aksi tuntutan ribuan Bobotoh berlangsung, manajemen Persib pun akhirnya mengumumkan bahwa Robert Alberts telah memutuskan mundur setelah memimpin tiga laga di BRI Liga 1 2022/2023.

Posisi Persib di BRI Liga 1 Saat Ini