11 Penyebab Kanker Usus, Kenali Gejala dan Pengobatannya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab kanker usus belum diketahui secara pasti hingga sekarang. Mulai dari usia tua, faktor keturunan, hingga gaya hidup sedenter bisa saja menjadi pemicunya. Untuk itu perlu mengetahui penyebab dan gejalanya agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Usus besar dan usus halus memiliki fungsi yang berlainan. Usus kecil berperan menyerap nutrisi dari makanan, sedangkan usus besar bertugas menyerap air dan membentuk sisa pencernaan (feses).

Penyebab kanker usus adalah adanya mutasi pada sel-sel di usus, yang bisa terjadi pada usus besar maupun usus halus. Perubahan abnormal ini menyebabkan sel-sel tumbuh secara berlebihan dan dapat bersifat ganas.

Berikut ini penyebab kanker usus besar maupun halus beserta gejala dan cara pengobatannya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (19/7/2021).

Penyebab Kanker Usus Besar Dan Usus Halus

Penyebab kanker usus.
Penyebab kanker usus.

Kanker usus besar merupakan jenis kanker usus yang lebih umum terjadi daripada kanker usus halus. Penyebab kanker usus halus dan besar adalah mutasi gen. Meski pemicu perubahan gen tersebut belum diketahui secara pasti hingga sekarang, ada beberapa faktor risiko yang mungkin bisa meningkatkan risiko Anda untuk mengalami kanker usus. Berikut ini beberapa penyebab kanker usus halus dan usus besar adalah:

1. Usia Tua

Penyebab kanker usus halus dan besar yang pertama adalah faktor usia. Sebagian besar orang yang menderita kanker usus besar mengalaminya pada usia di atas 50 tahun. Namun akhir-akhir ini, terjadi peningkatan jumlah pasien penyakit yang juga disebut kanker kolon ini pada kelompok usia yang lebih muda.Sementara untuk kanker usus halus, rata-rata usia orang yang mengalami penyakit ini adalah sekitar 60 tahun.

2. Polip Usus

Penyebab kanker usus halus dan besar yang selanjutnya adalah polip usus. Kanker berawal dari tumbuhnya polip alias benjolan kecil yang tidak bersifat ganas, pada permukaan usus. Setelah jangka waktu tertentu, polip usus bisa saja berkembang menjadi kanker.

3. Penyakit Usus Tertentu

Penyebab kanker usus halus dan besar yang selanjutnya adalah penyakit usus tertentu. Penyakit-penyakit tertentu yang menimbulkan peradangan kronis pada usus bisa meningkatkan risiko kanker kolon di kemudian hari. Contohnya, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Sementara pada kanker usus halus, penyakit celiac juga bisa menjadi salah satu faktor risikonya. Walau penyebab pastinya belum jelas, gejala dari kondisi autoimun ini muncul ketika penderita mengonsumsi gluten.

4. Faktor Keturunan

Penyebab kanker usus halus dan besar yang berikutnya adalah faktor gen. Jika ada orang tua atau saudara kandung Anda yang menderita kanker usus besar maupun halus, hal ini akan turut meningkatkan risiko Anda untuk terkena penyakit serupa.

5. Pola Makan Tinggi Lemak dan Rendah Serat

Penyebab kanker usus halus dan besar yang berikutnya adalah pola makan kurang sehat. Banyak riset yang telah menemukan kaitan antara timbulnya kanker usus dengan pola makan tertentu. Khususnya pada orang yang terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan daging olahan, serta jarang mengonsumsi sayur maupun buah.

6. Gaya Hidup Sedenter

Penyebab kanker usus halus dan besar yang berikutnya adalah gaya hidup sedenter. Orang yang jarang bergerak dan beraktivitas fisik, memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker usus besar.

7. Obesitas

Penyebab kanker usus halus dan besar yang berikutnya adalah obesitas. Pengidap obesitas mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami kanker usus besar, bahkan meninggal karena penyakit ini bila dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal.

8. Diabetes

Penyebab kanker usus halus dan besar yang berikutnya adalah diabetes. Penyakit kencing manis maupun kondisi resistensi insulin juga menjadi salah satu faktor penyebab kanker usus besar.

9. Merokok Dan Konsumsi Alkohol Berlebihan

Penyebab kanker usus halus dan besar yang berikutnya adalah merokok dan mengonsumsi alkohol. Kedua kebiasaan ini tak hanya bisa menjadi faktor penyebab kanker usus besar maupun halus, tapi juga berbagai gangguan kesehatan lainnya.

10. Jenis Kelamin

Penyebab kanker usus halus dan besar yang berikutnya adalah jenis kelamin. Khusus untuk kanker usus halus, kaum pria memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi dibandingkan para wanita. Namun dalang di balik faktor risiko ini belum diketahui dengan pasti.

11. Paparan Zat Kimia Tertentu

Penyebab kanker usus halus dan besar yang berikutnya adalah paparan zat kimia tertentu. Tinggal atau bekerja di area yang banyak terpapar zat kimia tertentu pun dikatakan dapat menjadi faktor penyebab kanker usus halus.

Gejala Kanker Usus Besar

Ilustrasi Buang Air Besar Credit: pexels.com/Drio
Ilustrasi Buang Air Besar Credit: pexels.com/Drio

Seiring berjalannya waktu, gejala kanker usus besar mulai muncul. Ciri-ciri kanker usus di bawah ini sebaiknya Anda waspadai dan diperiksakan ke dokter abagai berikut :

1. Perubahan pada pola buang air besar (BAB)

Perubahan pola BAB contohnya seperti menjadi lebih sering diare atau justru mengalami konstipasi.Tanda yang juga bisa menjadi 'alarm' adalah perdarahan saat BAB. Apalagi bila kondisi ini terjadi terus-menerus dan tanpa penyebab yang jelas. Sebagian orang juga juga melaporkan adanya rasa seperti tidak tuntas setelah BAB.

2. Perubahan kondisi tubuh

Beberapa gejala adalah penurunan berat badan walau tidak sedang diet, rasa lemas dan letih berkepanjangan.

3. Rasa tidak enak pada bagian perut

Pada stadium awal beberapa keluhan di bagian perut yang umum dikeluhkan penderita, yaitu perut sering sakit, kram, atau terus-menerus kembung.

Gejala Kanker Usus Halus

Meski belum tentu merupakan tanda kanker usus halus, tidak adanya salahnya Anda memeriksakan diri ke dokter jika mengalami beberapa ciri kanker usus berikut:

1. Sering merasa sakit atau kram pada perut bagian tengah.

2. Berat badan berkurang walau Anda tidak sedang berdiet.

3. Ada benjolan yang bisa diraba di bagian perut.

4. Darah pada tinja.

5. Limfedema atau pembengkakan pada tungkai akibat penyumbatan kelenjar getah bening.

Pengobatan untuk Kanker Usus

Deteksi dini kanker usus besar. /Foto: Unsplash - markus frieauff
Deteksi dini kanker usus besar. /Foto: Unsplash - markus frieauff

Pengobatan kanker usus kecil dan usus besar tergantung dari lokasi tumbuhnya kanker, stadium kanker, usia pasien, dan pertimbangan medis lainnya. Penanganan umumnya melibatkan operasi untuk membuang jaringan kanker, terapi radiasi, serta kemoterapi.Bila terdeteksi sejak dini dan ditangani secepatnya, harapan hidup penderita kanker usus juga akan meningkat. Untuk itu, jika merasakan gejala di atas, langsung konsultasikan kepada dokter.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel