11 Penyebab Kebakaran yang Umum Terjadi, Sering Diremehkan

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab kebakaran yang umum terjadi adalah kelalaian manusia dan alam. Berdasarkan data dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Pemprov DKI Jakarta, ada kurang lebih 500 kasus kebakaran pada bulan Januari sampai Maret tahun 2020.

Bukan hanya di lingkungan padat penduduk seperti kota-kota besar yang berpotensi mengalami kebakaran. Berdasarkan laporan terbaru Greenpeace Asia Tenggara, terungkap 4.4 juta hektar lahan yang setara luas pulau Bali terbakar di Indonesia pada tahun 2015-2019.

Faktor yang menjadi penyebab kebakaran hutan selain cuaca ekstrem adalah ulah tangan manusia. Penyebab kebakaran yang sering terjadi di hutan yang dimaksudkan, yakni pembukaan lahan yang tak beraturan, penebangan hutan, dan masih banyak lagi lainnya.

Berikut Liputan6.com ulas penyebab kebakaran yang sering terjadi dari berbagai sumber, Jumat (19/2/2021).

Penyebab Kebakaran yang Umum Terjadi

Ilustrasi petir | (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi petir | (Sumber: Pixabay)

Petir

Petir merupakan penyebab kebakaran yang umum terjadi. Biasanya sambaran pentir lebih berdampak pada musim kemarau. Ketika lahan vegetasi kering dan mudah tersulut api. Terkadang, petir juga menyebabkan kebakaran di medan yang kasar dan sulit dijangkau.

Persis seperti yang sempat terjadi di California pada Agustus 2020. Petir terus menyambar hampir 3 hari berturut-turut dengan 12 ribu sambaran dan menyebabkan kebakaran hebat. Kebakaran ini tercatat sebagai kebakaran terbesar yang pernah ada di California.

Petir tidak selalu menyebabkan kebakaran di lahan vegetasi, tetapi di rumah-rumah. Terutama bagi yang rumahnya tidak dipasang penangkal petir dan banyak alat elektronik di dalamnya. Pada kondisi ini petir bisa menjadi penyebab kebakaran yang umum terjadi di rumah.

Kabel Rusak

Penyebab kebakaran yang umum terjadi adalah penggunaan kabel yang tidak layak atau rusak. Agar penggunaan kabel aman, sebaiknya hindari sering menggulung kabel. Tentu saja agar kualitas kabel tetap terjaga dengan baik.

Kondisi lingkungan terkadang membuat kabel yang digunakan pada instalasi listrik menjadi rusak. Mulai dari mengelupasnya lapisan pembungkus kabel karena digigit oleh tikus, atau mungkin karena terlindas lemari.

Maka dari itu, perlu dilakukan pengecekan secara rutin terhadap kondisi instalasi listrik di rumah. Apabila ditemukan ada kabel yang terkelupas dan berpotensi jadi penyebab korsleting listrik di rumah sampai kebakaran.

Maka dari itu sangat perlu menutupnya dengan plester khusus listrik yang banyak dijual di toko-toko alat listrik. Jika sudah sangat parah ada baiknya diganti. Perbaharui instalasi listrik di rumah minimal sekali dalam jangka waktu lima tahun.

Penyebab Kebakaran yang Umum Terjadi

Ilustrasi Merokok Credit: unsplash.com/Andres
Ilustrasi Merokok Credit: unsplash.com/Andres

Rokok

Merokok di hutan bisa menjadi penyebab kebakaran hutan. Kali ini bukan karena alam, melainkan ulah manusia. Risikonya akan semakin parah ketika vegetasi kering kerontang karena musim kemarau panjang.

Jangankan rokok, daun kering yang saling bergesekan saja sudah bisa menyulut api. Maka dari itu, berhati-hati ketika sedang berada di hutan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan demi kelestarian lingkungan.

Tidak hanya berpotensi di hutan dengan vegetasi kering. Rokok bisa menjadi penyebab kebakaran yang umum terjadi di lingkungan sekitar rumah, pasar, dan tempat yang padat penduduk lainnya.

Pemantiknya adalah sampah-sampah plastik dan ketas. Bila puntung rokok dibuang sembarangan, penyebab kebakaran yang umum terjadi karena rokok berisiko sekali. Maka hindari membuang puntung rokok sembarangan, ya!

Cairan

Penyebab kebakaran yang umum terjadi ada cairan bahan bakar. Mulai dari bensin, solar, minyak tanah, lem, dan parfum. Untuk bisa menghindari pematik api dari cairan tersebut, ada baiknya simpan cairan di tempat yang aman.

Jangan sampai hanya karena satu tetes cairan tersebut tercecer, sepuluh rumah dilalap habis oleh si jago merah. Kasus penyebab kebakaran yang umum terjadi di kota-kota besar selain listrik adalah cairan yang ditaruh sembarangan.

Parfum dan lem sebagai contohnya. Belum banyak yang sadar bahwa kedua bahan ini dapat membuat api menjadi lebih ganas. Kebakaran akan lebih parah dan besar ketika ada kedua bahan tersebut di dalam sebuah ruang.

Penyebab Kebakaran yang Umum Terjadi

Awan panas dari bahan vulkanik mengalir menuruni lereng Gunung Merapi saat terjadi letusan di Sleman, Yogyakarta (27/1/2021). Gunung berapi paling aktif di Indonesia meletus pada Rabu dengan sungai lava dan awan gas yang membakar mengalir 1.500 meter (4.900 kaki) ke bawahnya. lereng.  (AP Photo/Slam
Awan panas dari bahan vulkanik mengalir menuruni lereng Gunung Merapi saat terjadi letusan di Sleman, Yogyakarta (27/1/2021). Gunung berapi paling aktif di Indonesia meletus pada Rabu dengan sungai lava dan awan gas yang membakar mengalir 1.500 meter (4.900 kaki) ke bawahnya. lereng. (AP Photo/Slam

Kemarau

Musim kemarau yang terlampau panjang merupakan penyebab kebakaran yang umum terjadi. Terutama kebakaran yang terjadi di hutan, biasanya akan sangat sulit dikendalikan.

Kebakaran ini biasanya dipicu oleh gesekan pohon atau daun kering. Gesekan yang terjadi bisa memercikkan api secara alami dan menyebabkan kebakaran hutan. Kebakaran hutan karena musim kemarau panjang biasanya terjadi di lereng gunung.

Selain itu, kemarau bisa menjadi penyebab kebakaran yang umum terjadi di rumah dan ladang. Di rumah dengan taman yang jarang terawat dan disiram. Lalu ladang yang sudah dipanen tetapi tidak kunjung diairi lagi.

Letusan Vulkanik

Letusan vulkanik gunung berapi adalah penyebab kebakaran yang umum terjadi. Letusan gunung biasanya memicu kebakaran hutan dan akan menjadi semakin parah di musim kemarau yang panjang. Risiko terbesarnya, area vegetasi terbakar oleh material vulkanik yang dimuntahkan ketika terjadi sebuah letusan.

Kebakaran hutan yang terjadi di area vegetasi pegunungan memang sulit dikendalikan dan terlihat. Biasanya hanya akan nampak kepulan asap putih dari kejauhan. Ketika melihat kepulan asap dari gunung, itu tandanya ada kebakaran yang terjadi di vegetasi.

Bila letusan terjadi sangat hebat, kondisi ini bisa menjadi penyebab kebakaran yang umum terjadi di pekarangan warga area pegunungan. Penyebab kebakaran karena letusan gunung sangat sulit dikendalikan karena dipengaruhi oleh kondisi alam dan terjadi secara alami.

Penebangan

Penebangan hutan besar-besaran termasuk penyebab kebakaran yang sering terjadi di hutan dan tidak boleh disepelekan. Apalagi jika penebangan hutan dilakukan oleh orang yang asal-asalan. Mesin penebang berisiko memercikkan api, terutama di musim kemarau.

Selain itu, Illegal logging atau pembakaran liar menghasilkan lahan-lahan kritis dengan tingkat rawan tinggi. Api yang tidak terkendali secara mudah merambat ke area hutan-hutan kritis tersebut.

Pembakaran liar sering meninggalkan sisa berupa daun, cabang, dan ranting kering yang semakin lama bertambah dan menumpuk di Kawasan hutan. Pada musim kemarau akan mengering dan berpotensi menyebabkan kebakaran hutan baru.

Penyebab Kebakaran yang Umum Terjadi

Kebun sawit yang sengaja dibakar untuk ditanam baru oleh perusahaan pembakar lahan. (Liputan6.com/M Syukur)
Kebun sawit yang sengaja dibakar untuk ditanam baru oleh perusahaan pembakar lahan. (Liputan6.com/M Syukur)

Pembukaan Lahan

Kebakaran hutan biasanya terjadi secara alami. Hal ini tidak berlaku ketika pembukaan lahan tengah dilakukan. Kemungkinan terbesarnya, penyebab kebakaran yang umum terjadi di hutan selain alam adalah perbuatan manusia seperti pembukaan lahan.

Persis seperti yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera. Marak kebakaran hutan untuk pembukaan lahan sawit baru. Bahkan kebakaran hutan yang terjadi berdampak pula bagi lingkungan tinggal masyarakat desa dan perkotaan.

Jika sudah seperti ini, tidak lagi flora dan fauna yang menjadi kekhawatiran. Berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan pernapasan menjadi ancaman penduduk sekitar. Pemerintahlah yang seharusnya maju menjadi penegaknya.

Colokan Listrik

Penyebab kebakaran yang umum terjadi selanjutnya colokan listrik yang tidak diperhatikan. Colokan yang menumpuk bisa memicu korsleting listrik dan insiden kebakaran.

Maka lebih baik mulai hindari terlalu banyaknya kontak T atau sejenisnya yang menumpuk pada colokan listrik.

Dikhawatirkan, penumpukan pada colokan listrik tersebut akan menimbulkan suhu panas yang berasal dari aliran listrik, lalu panas tersebut terperangkap, dan akhirnya menyebabkan korsleting listrik atau kebakaran.

Penyebab Kebakaran yang Umum Terjadi

Ilustrasi Listrik | (sumber: Pixabay)
Ilustrasi Listrik | (sumber: Pixabay)

Listrik Dekat Api

Paparan panas berlebih bisa menjadi salah satu penyebab korsleting listrik di rumah sampai memicu kebakaran. Sumber listrik yang terpapar panas berlebih akan berpotensi menimbulkan percikan api.

Itulah mengapa, ada baiknya untuk menjauhkan peralatan listrik dari sumber panas seperti kompor dan sebagainya. Selain itu, kondisi sambungan kabel yang tidak rapi juga akan menjadi penyebab korsleting listrik di rumah dan penyebab kebakaran yang umum terjadi.

Masalah Dapur

Penyebab kebakaran yang umum terjadi adalah masalah di dapur. Insiden kebakaran ini biasanya disebabkan oleh kelalaian saat sedang berada di dapur.

Bukan hanya ledakan kompor dan gas yang dapat menjadi penyebab kebakaran yang umum terjadi di rumah. Melainkan saat wajan dan panci menjadi sangat pantas lantaran tidak diperhatikan saat memasak.

Bila keduanya terlalu lama kontak dengan api, maka potensi lalapan jago merah akan mengintai rumah. Untuk mengantisipasi masalah seperti ini, mulai hindari memasak sambil meninggalkan dapur. Lebih baik ditunggui.