11 Prediksi Tren K-Beauty pada 2022, Sheet Mask Bakal Ditinggalkan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat dunia sebentar lagi akan menyongsong Tahun Baru 2022. Kisi-kisi beragam tren di tahun depan telah beredar di media sosial dan diprediksi oleh pihak yang terjun di dalamnya, termasuk tren kecantikan K-Beauty.

Beberapa tren K-Beauty dijabarkan oleh pakar kecantikan dan perawatan kulit ternama di industri ini. Apa saja? Simak rangkuman selengkapnya seperti dilansir dari Vogue, Rabu (29/12/2021), berikut ini.

1. Bahan tanaman tak terduga

Bahan-bahan tanaman yang tak terduga disebut akan digunakan dalam dunia kecantikan. "Pada 2022, akan ada lebih banyak perawatan kulit berbasis retinol dan lebih banyak lagi temuan tak terduga pada ekstrak tumbuhan yang ternyata berkhasiat yang bermanfaat, seperti bawang merah," kata Dermatologis Claudia Christin.

"Selain itu, akan ada peningkatan luar biasa dalam kesadaran seputar kemasan berkelanjutan dan gerakan kecantikan," tambahnya.

2. Sheet mask ditinggalkan

CEO Beauty & Seoul Maree Kinder menyebut akan terus melihat pergerakan menuju produk yang lebih ramah vegan dan kemasan yang lebih berkelanjutan. Ia memprediksi, pasar akan beralih dari sheet mask karena sekali pakai dan lebih ke masker yang dicuci.

"Saya juga melihat banyak merek hadir dengan formula ramah kulit yang lebih sensitif dan formulasi lembut tanpa wewangian. Produk-produk yang menampilkan bahan-bahan fermentasi yang juga dikenal dengan sifat anti-penuaannya menjadi populer, seperti teh fermentasi dan kombucha," tambahnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

3. Produk multiguna

ilustrasi skincare/unsplash
ilustrasi skincare/unsplash

Founder blog The Beauty Wolf Coco Park melihat tren besar menuju penyederhanaan rutinitas. "Bukannya kami telah meninggalkan rutinitas multi-langkah, tetapi produk multiguna benar-benar bersinar terang dan menarik perhatian orang. Produk apapun yang memanjakan kulit tetapi juga menghemat waktu di wastafel sepertinya akan menjadi favorit baru," jelasnya.

4. Perawatan kulit yang berkhasiat

"Tren saya untuk 2022 K-beauty akan lebih banyak produk perawatan kulit berbasis khasiat yang menonjolkan bahan-bahan seperti vitamin C, retinol, dan AHA/BHA," kata founder blog Oh My Gloss Sarah Oh.

Dengan Covid-19 yang tak akan hilang dalam waktu dekat, Sarah melihat kian banyak orang yang mencari cara menjaga kulit dalam kondisi baik di rumah setelah memakai masker seharian. "(Mencari) perawatan kulit multiguna namun berkhasiat yang dapat menargetkan kebutuhan kulit yang berbeda seperti anti-penuaan, mencerahkan kulit, mengurangi jerawat, dan menghaluskan kulit," tambahnya.

5. Vitamin A

"Vitamin A masih sangat populer, jadi saya berharap lebih banyak merek Korea akan merilis produk retinol pada tahun 2022," kata founder Dot Dot Skin Elise Lee.

"Kita juga akan melihat lebih banyak produk perawatan kulit yang merawat maskne, dan riasan yang tahan lama yang dapat digunakan saat memakai masker wajah, seperti produk bibir transfer-proof dan alas bedak yang mengurangi transfer," tambahnya.

6. Formula Lebih Sederhana

Ilustrasi memakai serum. (dok. Scandinavian Biolabs/Unsplash.com)
Ilustrasi memakai serum. (dok. Scandinavian Biolabs/Unsplash.com)

"Saya melihat peningkatan kecantikan minimalis, dengan formula yang mengandung tidak lebih dari 10 bahan untuk pelanggan dengan kulit sensitif. Merek seperti iUNIK berada di garis depan tren ini. Kulit sensitif adalah masalah yang meningkat, dan pasti terkait dengan gaya hidup kita yang penuh tekanan dan polusi kota," kata founder Kōsame Beauty Mélusine Tran.

7. Sehat bercahaya

"Mengejar kulit yang sehat bercahaya sangat populer, percaya diri pada kulit Anda sendiri dan fokus pada kulit yang sehat adalah salah satu tren utama dalam kecantikan Korea. Lupakan glass skin, pilih rutinitas sederhana dengan bahan-bahan bergizi dan cerah, seperti propolis dan asam hialuronat," jelas Mélusine.

8. Inovasi

Ahli dermatologis, dr.Claudia membagikan tips menentukan serum yang tepat untuk masing-masing jenis kulit. (unsplash/mathildelangevin).
Ahli dermatologis, dr.Claudia membagikan tips menentukan serum yang tepat untuk masing-masing jenis kulit. (unsplash/mathildelangevin).

"Pada tahun 2022, berdasarkan wawasan konsumen dan apa yang kami lihat berkembang di laboratorium, saya yakin tren kecantikan besar Korea akan fokus pada cara-cara inovatif agar bahan-bahan diserap ke dalam kulit. Misalnya, Peach Slices Deep Blemish Microdarts kami mengirimkan bahan-bahan melalui teknologi lelehan kami," kata founder dan CEO Peach and Lily Alicia Yoon.

9. Keberlanjutan

Alicia juga melihat inovasi berkelanjutan dalam bahan dan kemasan yang berkelanjutan. Hal tersebut termasuk kemasan yang dapat dikomposkan untuk barang sekali pakai, seperti Shangpree Marine Jewel Capsules.

"Saya juga senang dengan jenis bahan baru yang dapat dibuat di laboratorium dengan cara yang lebih ramah lingkungan," tutur Alicia.

10. Skin barrier

"Perbaikan skin barrier dan mengelola kulit sensitif terus menjadi tren utama. Menghadirkan bahan aktif dan menjaga kulit tetap lembab saat tenang akan menjadi besar untuk tahun 2022," tambah Alicia.

11. Kecantikan berteknologi tinggi

"Selama dekade terakhir, permintaan akan perangkat kecantikan di rumah dan berteknologi tinggi, seperti masker LED seluruh wajah dan pembersih wajah ultrasonik, terus meningkat," kata Co-Founder Soko Glam Charlotte Cho.

Charlotte melanjutkan bahwa Covid-19 turut mempercepat tren ini dengan inovasi teknologi kecantikan di rumah yang kini diminati secara global. "Prediksi saya, produk kecantikan Anda berikutnya dari Korea mungkin bukan dari merek perawatan kulit khas Korea Anda, tetapi dari raksasa teknologi Korea, seperti LG atau Samsung," katanya.

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel