11 Risiko Keramas Setiap Hari dan Pilihlah Waktu yang Benar

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Keramas atau mencuci rambut memang menyegarkan dan menjadi cara untuk rambut dan kulit kepala tetap bersih. Dengan alasan itulah beberapa orang memilih untuk keramas setiap hari.

Tapi, percaya atau tidak ada, banyak alasan mengapa sahabat Fimela harus berhenti keramas setiap hari. Kondisi, rambut setiap orang berbeda, dan beberapa orang cenderung memiliki lebih banyak masalah dengan minyak daripada yang lain, jadi keramas tiap hari atau tidak tentu hasilnya akan berbeda-berbeda.

Namun, ada beberapa alasan bagus mengapa tidak disarankan untuk keramas setiap hari. Berikut ulasannya, melansir Bustle.com.

1. Menghilangkan Minyak Alami Rambut

Risiko keramas setiap hari//TORWAISTUDIO/shutterstock
Risiko keramas setiap hari//TORWAISTUDIO/shutterstock

Memang benar bahwa terlalu banyak minyak tidak selalu merupakan hal yang baik, tetapi beberapa minyak alami sangat penting untuk kesehatan rambut. Menurut The Huffing Post, keramas secara berlebihan dapat menghilangkan minyak alami rambut, sehingga membuatnya lebih kering dan lebih rentan patah.

2. Warna Lebih Cepat Memudar

Keramas membuat sebagian besar toner akhirnya luntur, bahkan WebMD menunjukkan bahwa cara terbaik untuk mempertahankan warna dan mencegah munculnya warna pudar atau kekuning-kuningan adalah dengan lebih jarang keramas.

3. Mengurangi kilau rambut

Perawatan rambut Matrix menunjukkan bahwa salah satu cara terbaik untuk mengembalikan kilau rambut tidak terlalu rutin keramas karenan membantu mencegah kekeringan.

4. Cegah rambut patah atau bercabang

Menurut StyleCaster, mencuci rambut setiap hari tidak memberikan waktu yang cukup untuk mengembalikan minyak alaminya. Hasil? Rambut kering, rapuh dan ujung bercabang.

5. Sulit membuat rambut cepat panjang

Blogger kecantikan berpengalaman Amber Fillerup dari Barefoot Blonde mengatakan keramas tiap hindari membuat rambut sulit bertumbuh. Makan hindari keramas tiap hari ketika mencoba memanjangkan rambut.

6. Boros

Ilustrasi boros. (Foto: shutterstock)
Ilustrasi boros. (Foto: shutterstock)

Selain kesehatan rambut, pengeluaran pun semakin banyak. Sebab semakin banyak sampo dan kondisioner yang digunakan, semakin banyak uang yang akan dikeluarkan untuk membeli perlengkapan keramas karena cepat habis.

7. Lebih Mudah Ditata

InStyle menunjukkan bahwa tidak setiap hari keramas, sebenarnya membuat rambut lebih mudah untuk ditata.

8. Ini Menyebabkan Penumpukan Produk

Banyak dari kita keramas setiap hari untuk membantu menghilangkan produk penataan rambut, tetapi sebenarnya allwomenstalk.com menunjukkan bahwa hal yang sebaliknya, mencuci lebih sering menyebabkan rambut terpapar produk lebih sering dan menyebabkan penumpukan pada kulit kepala.

9. Menghabiskan Waktu

Ilustrasi Telat/copyright shutterstock.com
Ilustrasi Telat/copyright shutterstock.com

Bayangkan berapa kali lagi bisa menekan alarm jika tidak perlu khawatir tentang blow dry di pagi hari!

10. Kulit kepala kering

Kebanyakan dari kita mencuci rambut untuk menghilangkan lemak, ternyata mencuci rambut secara berlebihan dapat menyebabkan kulit kepala menjadi lebih kering dan karenanya menghasilkan lebih banyak minyak untuk mengimbanginya. Byrdie menunjukkan bahwa mencuci lebih jarang sebenarnya dapat membantu rambut menjadi kurang berminyak dari waktu ke waktu.

11. Ketombe

Kombinasi air panas dan mencuci rambut secara berlebihan dapat menyebabkan kulit kepala menjadi kering, yang dapat menyebabkan ketombe. Everyday Health mengatakan bahwa cara terbaik untuk menghindari masalah ini adalah dengan melewatkan mencuci sesekali.

Lalu kapan waktu terbaik keramas? Seberapa sering harus mencuci rambut tergantung pada beberapa faktor. Jawaban dasarnya, menurut dokter kulit integratif yang berbasis di Seattle, Elizabeth Hughes, adalah kalian harus mencucinya setelah rambut terasa berminyak berlebih dan terasa tidak bersih saat disentuh.

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel