11 September 2005: Penarikan Pasukan Terakhir Israel dari Palestina Berujung Rusuh

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Gaza - Pada 11 September 2005. Israel telah menurunkan bendaranya dari Gaza pada sebuah upacara yang menandai berakhirya 38 tahun kekuasaan militer di Gaza.

Israel telah memindahkan imigran dari Gaza, membuldoser rumah mereka dan menghancurkan pangkalan militernya. Para menteri memutuskan untuk membiarkan lebih dari 20 sinagoga tetap utuh setelah para rabi berpendapat pembongkaran bertentangan dengan hukum ritual Yahudi.

Melansir dari laman BBC, Jumat (10/9/2021), upacara serah terima dibatalkan ketika Palestina mengumumkan boikot. Mereka mengeluhkan rasa kependudukan yang terus berlanjut karena Israel berencana untuk mengatur pergerakan masuk dan keluar Gaza.

Penarikan Israel dari Gaza ditandai dengan insiden kerusuhan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ancaman Terhadap Jurnalis

Pengunjuk rasa Palestina menghadapi pasukan Israel di pos pemeriksaan Hawara, selatan Kota Nablus, Tepi Barat, Palestina, 18 Mei 2021. Pengunjuk rasa berdemonstrasi untuk mendukung mereka yang dibombardir di Gaza. (JAAFAR ASHTIYEH/AFP)
Pengunjuk rasa Palestina menghadapi pasukan Israel di pos pemeriksaan Hawara, selatan Kota Nablus, Tepi Barat, Palestina, 18 Mei 2021. Pengunjuk rasa berdemonstrasi untuk mendukung mereka yang dibombardir di Gaza. (JAAFAR ASHTIYEH/AFP)

Seorang anak laki-laki Palestina berusia 12 tahun yang merayakan penyerahan tersebut terluka karena tembakan tank saat memanjat pagar dekat pemukiman Gush Katif, kata pejabat medis Palestina.

Dan tersangka militan Palestina dari kelompok Abu Rish menembaki mobil media di kota selatan Khan Yunis setelah mengancam akan menculik jurnalis asing yang meliput penyerahan tersebut.

Reporter: Ielyfia Prasetio

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel