11 Tim Kejutan dengan Starting XI yang Tak Terlupakan di Premier League : Aih, Kayak Cinta Lama Gagal Move On Ya

Bola.com, Jakarta - Fulham, Bournemouth, dan Nottingham Forest promosi ke Premier League 2022/2023. Ketiganya menggantikan posisi Burnley, Watford, dan Norwich City yang terdegradasi musim lalu.

Fulham, Bournemouth, dan Forest tentu tak ingin sekadar tim penggembira atau numpang lewat. Biar bagaimana pun, ketiganya siap bersaing dengan tim-tim papan atas seperti Liverpool, Chelsea, Arsenal, Manchester United, serta sang juara bertahan Manchester City.

 

Tak Terbantahkan

Tak ada yang memungkiri, Premier League merupakan kompetisi tersengit di seluruh dunia. Alhasil, bukan tak mungkin tim-tim yang kurang diunggulkan atawa tak difavoritkan sama sekali justru berpotensi membuat kejutan.

Soalnya, dalam beberapa musim terakhir, tim-tim itu tampil spartan hingga akhir musim. Mau tahu tim-tim apa saja?

 

Bolton 2004/2005

Wawancara eksklusif Bola.com dengan mantan pemain Real Madrid, Ivan Campo, ketika mengunjungi Indonesia untuk mempromosikan La Liga sekaligus menghadiri nonton bareng pertandingan El Clasico di Summarecon Mall Serpong, Minggu (28/10/2018). (Bola.com/Reza
Wawancara eksklusif Bola.com dengan mantan pemain Real Madrid, Ivan Campo, ketika mengunjungi Indonesia untuk mempromosikan La Liga sekaligus menghadiri nonton bareng pertandingan El Clasico di Summarecon Mall Serpong, Minggu (28/10/2018). (Bola.com/Reza

Pelatih Sam Allardyce membentuk tim Galacticos yang sudah tua untuk Bolton pada pertengahan 2000-an. Dia membawa sejumlah pemain bintang seperti Youri Djorkaeff, Jay-Jay Okocha, dan Ivan Campo. Hasilnya cukup memuaskan. Mereka finis di posisi keenam dan mengamankan satu tiket ke Piala UEFA.

Starting XI: Jussi Jaaskelainen, Tal Ben Haim, Fernando Hierro, Ivan Campo, Kevin Nolan, Gary Speed, Stelios Giannakopoulos, Jay-Jay Okocha, Ricardo Gardner, Kevin Davies, Henrik Pedersen.

 

Fulham 2009/2010

6. Clint Dempsey (Januari 2007) - Pemain berkebangsaan AS itu didatangkan Fulham dari New England Revolution. Selama lima musim dirinya menjadi andalan bagi Fulham sebelum akhirnya hijrah ke Tottenham. (AFP/Glyn Kirk)
6. Clint Dempsey (Januari 2007) - Pemain berkebangsaan AS itu didatangkan Fulham dari New England Revolution. Selama lima musim dirinya menjadi andalan bagi Fulham sebelum akhirnya hijrah ke Tottenham. (AFP/Glyn Kirk)

Pada 2007, mereka menunjuk Roy Hodgson sebagai juru taktik. Itu merupakan langkah berani, mengingat sejak 1998 Hodgson tak pernah lagi melatih klub Inggris usai melatih Blackburn. Dia berkarier di Italia, Swiss, dan Denmark.

Di bawah arahan Hodgson, The Cottagers akhirnya finis di posisi ketujuh dan lolos ke Liga Europa 2009/2010 dalam prosesnya. Mereka melangkah sampai final, namun tumbang di kaki Atletico Madrid.

Itu menjadi satu di antara musim yang paling tak terlupakan dalam sejarah klub.

Starting XI: Mark Schwarzer, Chris Baird, Brede Hangeland, Aaron Hughes, Paul Konchesky, Zoltan Gera, Danny Murphy, Clint Dempsey, Dickson Etuhu, Simon Davies, Bobby Zamora.

 

Southampton 2014/2015

Striker Italia, Graziano Pelle, saat tampil melawan Prancis pada laga uji coba di Stadion San Nicola, Italia, Kamis (1/9/2016). (AFP/Alberto Pizzoli)
Striker Italia, Graziano Pelle, saat tampil melawan Prancis pada laga uji coba di Stadion San Nicola, Italia, Kamis (1/9/2016). (AFP/Alberto Pizzoli)

Pada musim ini, Southampton finis di posisi ketujuh. Mereka semakin kuat setelah menambahkan Virgil van Dijk ke dalam starting XI. Setahun berselang, The Saints menempati posisi keenam.

Starting XI: Fraser Forster, Nathaniel Clyne, Jose Fonte, Toby Alderweireld, Ryan Bertrand, Victor Wanyama, Morgan Schneiderlin, Dusan Tadic, Sadio Mane, Jay Rodriguez, Graziano Pelle.

 

Tottenham Hotspur 2010/2011

Peter Crouch. Eks striker Inggris berusia 41 tahun yang pensiun pada Juli 2019 bersama Burnley ini pernah dua kali memperkuat Tottenham Hotspur sepanjang kariernya. Di periode pertamanya ia bertahan 2 musim pada 1998/1999 dan 1999/2000 usai dipromosikan dari tim U-18 tanpa sekalipun tampil karena langsung dipinjamkan ke Dulwich Hamlet dan IFK Hasselholm. Sementara periode keduanya berlangsung selama 2 musim pada 2009/2010 dan 2010/2011 usai didatangkan dari Portsmouth. Ia total tampil dalam 93 laga di semua ajang pada periode keduanya dengan mencetak 24 gol. (AFP/Ian Kington)
Peter Crouch. Eks striker Inggris berusia 41 tahun yang pensiun pada Juli 2019 bersama Burnley ini pernah dua kali memperkuat Tottenham Hotspur sepanjang kariernya. Di periode pertamanya ia bertahan 2 musim pada 1998/1999 dan 1999/2000 usai dipromosikan dari tim U-18 tanpa sekalipun tampil karena langsung dipinjamkan ke Dulwich Hamlet dan IFK Hasselholm. Sementara periode keduanya berlangsung selama 2 musim pada 2009/2010 dan 2010/2011 usai didatangkan dari Portsmouth. Ia total tampil dalam 93 laga di semua ajang pada periode keduanya dengan mencetak 24 gol. (AFP/Ian Kington)

Spurs sangat menyenangkan untuk ditonton di bawah arahan Harry Redknapp selama awal 2010-an. Luka Modric menjadi andalan di lini tengah. Gareth Bale menjadi pemain sayap kelas dunia.

Van der Vaart mengantongi banyak gol di belakang Jermaine Defoe dan Peter Crouch. Fans yang memiliki tiket musiman di White Hart Lane tahun itu pastinya tak kecewa dengan uang yang sudah mereka keluarkan.

Starting XI: Heurelho Gomes, Alan Hutton, Younes Kaboul, William Gallas, Benoit Assou-Ekotto, Luka Modric, Sandro, Rafael van der Vaart, Gareth Bale, Jermaine Defoe, Peter Crouch.

 

West Ham 2002/2003

Bek West Ham United, Kurt Zouma (kanan) berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Liverpool pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di stadion London (8/11/2021). West Ham menang tipis atas Liverpool 3-2. (AP Photo/Ian Walton)
Bek West Ham United, Kurt Zouma (kanan) berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Liverpool pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di stadion London (8/11/2021). West Ham menang tipis atas Liverpool 3-2. (AP Photo/Ian Walton)

Masih sulit mengetahui bagaimana mereka bisa terdegradasi dari Liga Inggris. West Ham menempati urutan ke-18 dalam tabel musim ini di bawah Glenn Roeder dan kemudian Trevor Brooking. Padahal mereka memiliki pemain seperti Michael Carrick, Paulo Di Canio, dan Jermaine Defoe.

Tapi mereka masih menghasilkan beberapa momen brilian musim itu, termasuk menyingkirkan Manchester United dari Piala FA di Old Trafford. Itu pasti tak akan pernah mereka melupakan.

Starting XI: David James, Glen Johnson, Christian Dailly, Tomas Repka, Nigel Winterburn, Joe Cole, Michael Carrick, Trevor Sinclair, Paulo Di Canio, Jermaine Defoe, Frederic Kanoute.

 

Leeds United 2001/2002

Mark Viduka (Leeds United) - Viduka mencatatkan waktu 11,90 detik ketika membobol gawang Charlton Athletic di laga Premier League pada Maret 2001. (AFP/Paul Barker)
Mark Viduka (Leeds United) - Viduka mencatatkan waktu 11,90 detik ketika membobol gawang Charlton Athletic di laga Premier League pada Maret 2001. (AFP/Paul Barker)

Ya! Semuanya berakhir dengan bencana beberapa tahun kemudian. Tetapi saat-saat indah yang luar biasa itu layak untuk dikenang.

Leeds memiliki skuad pemain yang luar biasa selama awal 2000-an dan berakhir di urutan kelima di tabel Liga Premier.

Rio Ferdinand dan Jonathan Woodgate tangguh di lini belakang, Ian Harte spesialis tendangan bebas.

Di lini tengah mereka punya Harry Kewell serta Robbi Keane. Di lini serang, duet Mark Viduka dan Robbie Fowler menjadi momok yang menakutkan bek-bek lawan.

Starting XI: Nigel Martyn, Danny Mills, Rio Ferdinand, Jonathan Woodgate, Ian Harte, Olivier Dacourt, Harry Kewell, Alan Smith, Robbie Keane, Mark Viduka, Robbie Fowler.

 

Newcastle United 2011/2012

Mantan striker Newcastle United, Demba Ba, melakukan sujud syukur usai mencetak gol ke gawang Arsenal. (GLYN KIRK / AFP)
Mantan striker Newcastle United, Demba Ba, melakukan sujud syukur usai mencetak gol ke gawang Arsenal. (GLYN KIRK / AFP)

Newcastle memenuhi semua syarat untuk menjadi tim yang disegani saat itu. The Magpies finis di urutan kelima di bawah asuhan Alan Pardew.

Dia kemudian diganjar sanjungan setinggi langit serta perpanjangan kontrak. Pardew mampu meracik skuadnya sehingga tampil trengginas sehingga mampu bersaing dengan tim-tim papan atas.

Staring XI: Tim Krul, Danny Simpson, Fabricio Coloccini, Steven Taylor, Ryan Taylor, Cheick Tiote, Yohan Cabaye, Jonas Gutierrez, Hatem Ben Arfa, Demba Ba, Papiss Cisse.

 

Portsmouth 2007/2008

Nwankwo Kanu. Striker Nigeria yang kini berusia 45 tahun dan telah pensiun pada Juli 2012 bersama Portsmouth ini mampu mencetak 17 gol dari 117 laga saat menjadi pemain pengganti di Liga Inggris bersama 3 klub berbeda, Arsenal, WBA dan Portsmouth, 1998/1999 hingga 2009/2010. (AFP/Andrew Yates)
Nwankwo Kanu. Striker Nigeria yang kini berusia 45 tahun dan telah pensiun pada Juli 2012 bersama Portsmouth ini mampu mencetak 17 gol dari 117 laga saat menjadi pemain pengganti di Liga Inggris bersama 3 klub berbeda, Arsenal, WBA dan Portsmouth, 1998/1999 hingga 2009/2010. (AFP/Andrew Yates)

Ini adalah musim dimana Portsmouth memenangkan Piala FA dan starting XI yang mereka punya saat itu sungguh hebat. Kohesi antar lini begitu mumpuni. Pencapaian mereka di liga cukup memuaskan yakni finis di posisi kedelapan.

Starting XI: David James, Glen Johnson, Hermann Hreidarsson, Sol Campbell, Sylvain Distin, Lassana Diarra, Papa Bouba Diop, Sulley Muntari, Niko Kranjcar, Jermaine Defoe, Benjani.

 

Leicester City 2015/2016

Shinji Okazaki. Striker Jepang berusia 36 tahun yang kini berstatus tanpa klub sejak meninggalkan FC Cartagena sejak akhir musim 2021/2022 ini pernah bermain di 3 liga top Eropa, yaitu Jerman, Inggris dan Spanyol. Di Liga Jerman ia memperkuat 2 klub, yaitu VfB Stuttgart dan Mainz 05 selama 5 musim mulai 2010/2011 hingga 2014/2015 dan total tampil dalam 155 laga dengan torehan 42 gol. Di Liga Inggris ia memperkuat Leicester City selama 4 musim mulai 2015/2016 hingga 2018/2019 dan total tampil dalam 137 laga dengan torehan 19 gol serta mampu meraih gelar juara Liga Inggris di musim debutnya. Di Liga Spanyol ia memperkuat SD Huesca selama 2 musim pada 2019/2020 dan 2020/2021 serta total tampil dalam 64 laga dengan torehan 13 gol. (AFP/Adrian Dennis)
Shinji Okazaki. Striker Jepang berusia 36 tahun yang kini berstatus tanpa klub sejak meninggalkan FC Cartagena sejak akhir musim 2021/2022 ini pernah bermain di 3 liga top Eropa, yaitu Jerman, Inggris dan Spanyol. Di Liga Jerman ia memperkuat 2 klub, yaitu VfB Stuttgart dan Mainz 05 selama 5 musim mulai 2010/2011 hingga 2014/2015 dan total tampil dalam 155 laga dengan torehan 42 gol. Di Liga Inggris ia memperkuat Leicester City selama 4 musim mulai 2015/2016 hingga 2018/2019 dan total tampil dalam 137 laga dengan torehan 19 gol serta mampu meraih gelar juara Liga Inggris di musim debutnya. Di Liga Spanyol ia memperkuat SD Huesca selama 2 musim pada 2019/2020 dan 2020/2021 serta total tampil dalam 64 laga dengan torehan 13 gol. (AFP/Adrian Dennis)

The Foxes mengukir sejarah! Setelah bertahun-tahun menanti, tim yang berdiri pada tahun 1884 ini akhirnya memenangkan Premier League. Sebuah pencapaian spektakuler tentu saja. Sejak saat itu, Leicester belum pernah lagi merasakan manisnya gelar juara.

Starting XI: Kasper Schmeichel, Danny Simpson, Wes Morgan, Robert Huth, Christian Fuchs, N’Golo Kante, Danny Drinkwater, Marc Albrighton, Riyad Mahrez, Jamie Vardy, Shinji Okazaki.

 

Swansea City 2012/2013

Miguel Michu mampu mencetak dua gol dan sebuah assist saat debut bersama Swansea. Meski hanya didatangkan dengan harga dua juta pounds striker Spanyol ini mampu mencetak 18 gol pada musim pertamanya. (AFP/Adrian Dennis)
Miguel Michu mampu mencetak dua gol dan sebuah assist saat debut bersama Swansea. Meski hanya didatangkan dengan harga dua juta pounds striker Spanyol ini mampu mencetak 18 gol pada musim pertamanya. (AFP/Adrian Dennis)

Semua orang terkesan dengan gaya permainan sepak bola indah di bawah asuhan Brendan Rodgers. Saat itu juga, banyak orang berpikir Swansea bakal melempem pasca ditinggal Rodgers ke Liverpool.

Namun, sang suksesor, Michael Laudrup memantapkan langkah Swansea guna melanjutkan petualangan mereka di liga. Di bawah keraguan banyak pihak, Swansea tetap berkompetisi di Premeir League karena finis di posisi kesembilan.

Starting XI: Michel Vorm, Angel Rangel, Ashley Williams, Chico Flores, Ben Davies, Leon Britton, Jonathan de Guzman, Nathan Dyer, Wayne Routledge, Pablo Hernandez, Michu.

 

Blackburn Rovers 2007/2008

1. Roque Santa Cruz, pada musim 2007/08 bersama Blackburn dirinya mampu menyarangkan 19 gol.  Kepiawaiannya membuat Manchester City mendatangkan striker asal Paraguay ini, namun dirinya malah gagal bersinar bersama Citizens. (AFP/Paul Ellis)
1. Roque Santa Cruz, pada musim 2007/08 bersama Blackburn dirinya mampu menyarangkan 19 gol. Kepiawaiannya membuat Manchester City mendatangkan striker asal Paraguay ini, namun dirinya malah gagal bersinar bersama Citizens. (AFP/Paul Ellis)

Blackburn adalah tim Liga Inggris yang sangat solid selama pertengahan 2000-an di bawah Mark Hughes. Mereka bercokol di posisi ketujuh musim 2007/2008.

Dua pilar mereka, Santa Cruz dan Benni McCarthy bahkan mampu mengemas 34 gol. Penampilan pemain lainnya macam Morten Gamst Pedersen, Tugay, serta David Bentley tak akan pernah dilupakan oleh fans.

Starting XI: Brad Friedel, Stephen Warnock, Ryan Nelsen, Christopher Samba, Brett Emerton, Tugay, Morten Gamst Pedersen, David Bentley, David Dunn, Roque Santa Cruz, Benni McCarthy.

Sumber: givemesport

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel