12 Amalan Makruh Selama Berpuasa, Kurangi Berkah

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Bulan Ramadan adalah bulan di mana seluruh umat Muslim berlomba mencari pahala. Tak hanya berpuasa, segala amalan ibadah akan berlipat berkahnya. Maka dari itu dianjurkan untuk mendekatkan diri pada perbuatan baik dan menjauhkan diri dari perbuatan buruk, termasuk perbuatan makruh.

Makruh adalah suatu perkara yag jika dilakukan tidak akan mendapat dosa, namun jika ditinggalkan akan mendapat pahala. Aktivitas yang berstatus hukum makruh dilarang namun tidak terdapat konsekuensi bila melakukannya.

Selama berpuasa, ada amalan-amalan makruh yang perlu dijauhi. Meski tidak dilarang, aktivitas yang bersifat makruh ini disarankan untuk tidak dilakukan. Berikut amalan makruh saat berpuasa, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(14/4/2021).

Amalan Makruh Selama berpuasa

ilustrasi tidur/Photo by Zohre Nemati on Unsplash
ilustrasi tidur/Photo by Zohre Nemati on Unsplash

Tidur berlebihan

Ada salah satu hadis yang menyatakan bahwa tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Hadis tersebut berbunyi:

“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Doanya adalah doa yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.”

Hal ini kerap ditafsirkan salah oleh sejumlah orang di mana banyak yang justru bermalas-malasan saat bulan puasa. Namun, tidur yang dimaksudkan sebagai ibadah adalah tidur di waktu puasa lebih baik daripada melakukan hal yang terlarang atau hal dapat membatalkan puasa. Jika tidur berlebih saat puasa dan meninggalkan aktivitas yang seharusnya dikerjakan, maka berkah Ramadan akan berkurang.

Kumur-kumur berlebihan

Kumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung secara berlebihan adalah makruh. Aktivitas ini dimkaruhkan karena khawatirnya air akan masuk kedalam tubuh dan membatalkan puasa. Seperti yang diketahui salah satu perkara yang membatalkan puasa adalah memasukkan sesuatu kedalam lubang tubuh secara sengaja.

Lubang ini memiliki batas awal yang ketika benda melewati batas tersebut maka puasa menjadi batal, tapi selama belum melewatinya maka puasa tetap sah. Dalam hidung, batas awalnya adalah bagian yang disebut dengan muntaha khaysum (pangkal insang) yang sejajar dengan mata. Sedangkan dalam mulut, batas awalnya adalah tenggorokan yang biasa disebut dengan hulqum.

Jika ada air kumur yang masuk ke dalam perut secara sengaja, maka menurut ijtima ulama puasanya batal, dan dia harus meng-qadha atau mengganti puasanya.

Amalan Makruh Selama berpuasa

Ilustrasi Berpuasa Credit: pexels.com/Hint
Ilustrasi Berpuasa Credit: pexels.com/Hint

Mengumpulkan ludah dan menelannya saat puasa

Walaupun ludah dan dahak berasal dari dalam tubuh, namun sesuatu yang masuk ke dalam kerongkongan dan kemudian ditelan termasuk makruh puasa Ramadan. Kebiasaan seseorang untuk mengumpulkan ludah lalu ditelan ternyata masuk dalam kategori makruh puasa dan perbuatan yang jorok. Begitu juga dengan perbuatan menelan dahak.

Berciuman

Berciuman bagi orang yang sedang berpuasa termasuk perbuatan yang makruh. Karena ciuman terkadang dapat membangkitkan nafsu syahwat yang dapat merusak puasanya, baik dalam bentuk keluarnya sperma maupun dengan hubungan badan. Selain ciuman aktivitas yang dapat mendorong nafsu seperti membelai dan memeluk juga dimakruhkan.

Amalan Makruh Selama berpuasa

Ilustrasi Menyendiri dan Kecemasan Credit: freepik.com
Ilustrasi Menyendiri dan Kecemasan Credit: freepik.com

Berpikiran jorok

Berfantasi pada hal-hal yang berkaitan dengan jimak. Dalam istilah Islam, Jimak adalah hubungan badan antara manusia dengan manusia lainnya. Membayangkan atau memikirkan hal-hal jimak saat bulan puasa termasuk makrih hukumnya. Hal ini karena aktivitas ini dapat memancing orang melakukan hal seperti yang dibayangkan, sehingga memicu keluarnya air mani yang membatalkan puasa.

Memandang lawan jenis berlama-lama

Memandang lawan jenis berlama-lama jika dapat membangkitkan nafsu syahwat, maka itu termasuk hal yang makruh saat puasa. Seperti dua poin diatas, kegiatan yang membangkitkan syahwat akan berpotensi merusak puasa.

Amalan Makruh Selama berpuasa

Ilustrasi Menggosip Credit: pexels.com/Eli
Ilustrasi Menggosip Credit: pexels.com/Eli

Bergosip

Ghibah bahkan perbuatan yang dilarang. Mereka yang suka menggosip bahkan diibaratkan seperti orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Bergosip menjadi aktivitas yang dimakruhkan saat bulan puasa. selain merugikan orang lain, bergosip juga dapat merugikan diri sendiri. Hal ini karena waktu yang seharusnya untuk beribadah akan terbuang sia-sia karena bergosip.

Bekam

Bekam adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Bekam bisa membuat tubuh menjadi lemah. Namun, jika tidak memberikan dampak yang bisa membuat tubuh lemas, maka boleh melakukan bekam saat puasa.

Amalan Makruh Selama berpuasa

Ilustrasi menyelam. (iStockphoto)
Ilustrasi menyelam. (iStockphoto)

Menyelam

Hal yang makruh saat puasa berikutnya adalah mandi dengan menyelam. Kal ini karena ketika mandi dengan menyelam, ada air yang masuk walaupun sedikit ke dalam tubuh, baik melalui mulut atau lubang-lubang tubuh yang lain.

Mencicipi makanan

Menurut beberapa ulama mencicipi makanan jika tidak tertelan bukan merupakan hal yang makruh. Namun jika mencicipi masakan berkali–kali dan ada yang masuk ke dalam perut walaupun hanya sebagian kecil, maka hal ini dapat membatalkan puasa orang tersebut.

Amalan Makruh Selama berpuasa

Ilustrasi Menyikat Gigi (Photo by Diana Polekhina on Unsplash)
Ilustrasi Menyikat Gigi (Photo by Diana Polekhina on Unsplash)

Sikat gigi

Meski diperbolehkan, ada baiknya saat berpuasa menyikat gigi tanpa menggunakan pasta gigi. Hal ini dikhawatirkan rasa pasta gigi masuk ke dalam mulut dan kerongkongan hingga hukumnya menjadi makruh.

Puasa secara wishal

Puasa wishal dimakruhkan adalah agar tubuh tidak menjadi lemah untuk menunaikan berbagai kewajiban yang lain. Puasa wishal adalah menyambungkan puasa ke hari berikutnya tanpa berbuka di malam hari. Padahal, kaum muslimin yang berpuasa diperintahkan untuk berbuka setiap malamnya. Makruh bagi mereka yang puasa dua hari atau lebih tanpa sedikit pun mengkonsumsi makanan atau minuman sepanjang siang dan malam.