12 Bulan Surplus Berturut-turut, Ekspor April Tertinggi Sedekade

·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Pusat Statistuk (BPS) telah mengumumkan bahwa neraca perdagangan Indonesia kembali surplus pada April 2021 senilai US$2,19 miliar. Di mana ekspor mampu mencatatkan nilai sebesar US$18,48 miliar dengan impor hanya US$16,29 miliar.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, surplus pada April ini menjadikan neraca perdagangan Indonesia telah mampu surplus selama setahun penuh atau 12 bulan secara berturut-turut. Surplus ini terjadi mulai dari Mei 2020 sebesar US$2,02 miliar.

"Kalau mundur ke belakang dengan adanya surplus pada April 2021 ini neraca perdagangan Indonesia surplus selama 12 bulan berturut-turut sejak bulan Mei tahun lalu," kata dia saat konferensi pers, Kamis, 20 Mei 2021.

Baca juga: Revisi UU KUP, Airlangga Sebut Ada Tax Amnesty hingga Pajak Karbon

Adapun nilai ekspor pada April 2021 yang senilai US$18,48 miliar tersebut, dikatakannya juga mencatatkan rekor baru, yaitu tertinggi sejak satu dekade terakhir. Ekspor RI tertinggi terakhir kali katanya tercatat pada Agustus 2011 sebesar US$18,64 miliar.

"Kalau kita lihat lagi nilai ekspor secara bulanan pada April 2021 ini adalah tertinggi sejak Agustus tahun 2011. Pada Agustus tahun 2011 nilai ekspor US$18,64 miliar jadi tertinggi sejak Agustus 2011," ucap pria yang akrab disapa Kecuk ini.

Adapun secara tahun berjalan, yakni Januari-April 2021 Indonesia dikatakannya mampu surplus sebesar US$7,72 miliar. Tertinggi dari kondisi surplus lima tahun terkakhir, di mana pada Januari-April 2017 surplusnya sebesar US$5,43 miliar.

"Surplus yang besar ini tentu sangat menggembirakan. Surplus Januari-April 2021 ini sangat baik sekali karena jauh lebih tinggi jadi performa ini harus kita pertahankan dan perlu kerja sama erat dari berbagai pihak untuk menggerakan semua sektor dalam negeri," tegasnya.

Selama Januari-April 2021, ekspor RI sebesar US$67,38 miliar dan impor US$59,67 miliar. Menurut sektornya, industri pengolahan meningkat 25,96 persen dibanding 2020 yang disumbang oleh meningkatnya ekspor minyak kelapa sawit.

Adapun ekspor produk pertanian meningkat 15,75 persen disebabkan meningkatnya ekspor tanaman obat, aromatik, dan rempah-rempah. Demikian juga ekspor produk pertambangan dan lainnya naik 19,66 persen yang disumbang oleh meningkatnya ekspor bijih tembaga.

Tiga provinsi yang memberikan sumbangan terbesar terhadap ekspor nasional pada Januari-April 2021 adalah Jawa Barat US$11,01 miliar atau 16,34 persen, Jawa Timur US$7,35 miliar atau 10,91 persen dan Riau US$6,04 miliar atau 8,97 persen.

Sementara itu, impor selama Januari-April 2021 berdasarkan golongan barang konsumsi naik US$912,3 juta atau 18,87 persen, diikuti bahan baku/penolong US$6,15 miliar atau 15,76 persen dan barang modal US$898,9 juta atau 11,49 persen.