12 BUMN Diusulkan Dapat Suntikan PMN Rp 72 Triliun, Ini Rinciannya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengajukan proposal Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 72 triliun di 2022. Suntikan dana tersebut untuk 12 BUMN.

Erick Thohir merincikan, BUMN yang mendapat suntikan paling besar adalah Hutama Karya (HK). BUMN karya ini diusulkan dapat PMN Rp 31 triliun untuk pembangunan jalan tol. Kemudian untuk permodalan holding pariwisata sebesar Rp 9 triliun.

"Ada penambahan permodalan holdingisasi pariwisata sebesar Rp 9 triliun untuk penguatan permodalan dalam rangka restrukturisasi, pengembangan infrastruktur pariwisata dan infrastruktur aviasi serta pembebasan lahan dan penyelesajan proyek kawasan KEK Mandalika," ujarnya dalam rapat di DPR, Jakarta, Rabu (8/7/2021).

BUMN selanjutnya adalah PT PLN (Persero) yang diusulan dapat PMN Rp 8,2 triliun untuk program pendanaan infrastruktur kentenagalistrikan. PT BNI Tbk juga mendapat Rp 7 triliun untuk penguatan modal dalam meningkatkan Tier I Capital dan CAR.

BUMN Lain

Menteri BUMN, Erick Thohir (kiri) bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Rapat membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Badan Usaha Milik Negera tahun anggaran 2019 dan 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Menteri BUMN, Erick Thohir (kiri) bersama Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Rapat membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) pada Badan Usaha Milik Negera tahun anggaran 2019 dan 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Selanjutnya, PT KAI (Persero) sebesar Rp 4,1 triliun untuk penugasan dalam rangka menjalankan PSN Kereta Cepat. Lalu Waskita Karya, ini untuk penguatan modal sebesar Rp 3 triliun.

"Lalu IFG untuk restrukturisasi Jiwasraya Rp 2 triliun. Restrukturisasi Jiwasraya sampai saat ini sudah selesai 99 persen untuk seluruh polis per 31 Mei 2021," katanya.

Lalu Adhi Karya, untuk penyelesaian tol DIY-Bawen dan proyek SPAM Karian Rp 2 triliun. Perumnas sebesar Rp 2 triliun untuk penugasan program perumahan rakyat. BTN Rp 2 triliun untuk pengembangan bisnis.

Lalu RNI sebesar Rp 1,2 triliun untuk penguatan industri pangan dan Damri Rp 0,2 triliun untuk penugasan penyediaan armada.

"Total secara keseluruhan mencapai kurang lebih sekitar Rp 72 triliun," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel