12 Cara Mempromosikan Diri saat Melamar Kerja, Tingkatkan Penilaian

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara mempromosikan diri penting saat melamar pekerjaan. Baik dalam sebuah wawancara, di acara jejaring atau di profil online, cara mempromosikan diri bisa menjadi penilaian tersendiri bagi perekrut. Untuk membedakan diri dari pesaing, akan bermanfaat untuk mengomunikasikan nilai yang dimiliki.

Ada banyak cara mempromosikan diri ketika melamar pekerjaan. Cara mempromosikan diri berfokus pada memperlihatkan keterampilan dan kemampuan yang dimiliki. Cara mempromosikan diri yang baik juga bisa membangun citra diri yang baik.

Cara mempromosikan diri juga bisa membantu membentuk jaringan yang kuat untuk karier. Berikut cara mempromosikan dirin saat melamar kerja, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa(20/07/2021).

Cara mempromosikan diri

Ilustrasi Wawancara Kerja Credit: pexels.com/Anna
Ilustrasi Wawancara Kerja Credit: pexels.com/Anna

Siapkan resume dan dokumen pendukung

Cara mempromosikan diri yang pertama adalah menyiapkan CV atau resume. CV atau resume bisa didukung oleh dokumen lain seperti sertifikat, lisensi, ijazah, dan lainnya. Dokumen tersebut akan sangat membantu karena akan menjadi nilai plus di mata manajer HR. Persiapkan sebaik mungkin semua dokumen tersebut sehingga saat wawancara tidak ada yang tertinggal.

Buat paragraf promosi

Cara mempromosikan diri yang paling penting adalah membuat paragraf promosi atau elevator pitch. Ini merupakan pernyataan tentang siapa kamu, apa yang ingin kamu lakukan dari segi karier, apa yang bisa kamu lakukan, dan apa yang dapat kamu berikan kepada perusahaan. Kunci untuk membuat elevator pitch adalah mengidentifikasi kekuatan dan menjelaskan bagaimana kekuatan tersebut dapat menguntungkan calon pemberi kerja.

Paragraf biasanya berisi riwayat pekerjaan, pendidikan, dan pengalaman profesional. Paragraf ini bisa kamu cantumkan di CV atau resume. Selain itu, kamu juga bisa memasang paragraf ini di Linkedin atau akun pencari kerja.

Cara mempromosikan diri

Ilustrasi Wawancara Credit: pexels.com/Edmond
Ilustrasi Wawancara Credit: pexels.com/Edmond

Gunakan foto profesional

Foto adalah elemen visual utama yang menunjukkan siapa dirimu. Foto bisa menjadi pertimbangan perekrut saat melihat CV atau resume. Ini bisa menjadi cara mempromosikan diri saat melamar kerja. Pilih profesional untuk mewakili diri, tampilkan secara konsisten di semua materi yang diperlukan. Jadikan itu gambar profil di outlet media sosial, email dan materi terkait bisnis lainnya. Tetap konsisten sehingga pemberi kerja dapat dengan mudah mengenali dan mengingatmu.

Fokuskan pada nilai diri

Kamu tidak akan diperhatikan, apalagi dipekerjakan, jika kamu tidak membicarakan pencapaian. Salah satu cara mempromosikan diri adalah dengan menonjolkan nilai diri. Kamu bisa membicarakan sebuah proyek yang pernah dikerjakan dan menjelaskan apa yang telah kamu berikan di proyek itu.

Cara mempromosikan diri

Ilustrasi Interview Kerja Credit: pexels.com/Startup
Ilustrasi Interview Kerja Credit: pexels.com/Startup

Dapatkan rekomendasi

Rekomendasi pihak ketiga dapat membantu mempromosikan diri. Jika belum memilikinya, mintalah rekan kerja atau atasan sebelumnya untuk menulis rekomendasi. Rekomendasi bisa ditaruh di CV atau Linkedin. Semakin banyak orang yang merekomendasikanmu, semakin kuat branding diri.

Bangun jaringan

Kembangkan daftar perusahaan potensial yang kamu minati dan tentukan acara apa yang mungkin mereka hadiri. Jika kamu mengejar posisi dalam industri tertentu, cari acara yang melayani industri itu. Cari acara networking yang ditargetkan untuk karyawan yang mencari karir baru. Menghadiri salah satu acara jejaring ini memungkinkan kamu bertemu orang baru dan membangun kesadaran akan promosi diri.

Cara mempromosikan diri

Ilustrasi wawancara kerja. Sumber foto: unsplash.com/rawpixel.
Ilustrasi wawancara kerja. Sumber foto: unsplash.com/rawpixel.

Berpakaian dengan percaya diri

Saat wawancara pastikan berpakaian rapi dengan penuh percaya diri. Penampilan secara keseluruhan dapat membant mempromosikan diri dengan kuat. Jika kamu berpakaian dan menampilkan diri secara profesional dan percaya diri, atasan akan memperhatikan hal ini dan menganggapmu akan menerapkan kepercayaan diri dan profesionalisme dalam pekerjaan. Kenakan pakaian profesional bisnis saat menghadiri wawancara atau acara networking.

Tunjukkan antusiasme

Kepercayaan diri sangat penting, baik sedang dalam wawancara atau pertemuan bisnis. Ketika kamu beralih ke peran atau perusahaan baru, kamu perlu menunjukkan kepada atasan bahwa kamu memiliki kepercayaan diri dan tahu bahwa akan berhasil dalam pekerjaan itu. Sikap ini sangat efektif untuk membantu mempromosikan diri dan juga bisa menjadi nilai tambah di mata pewawancara.

Cara mempromosikan diri

Ilustrasi Wawancara Kerja. (iStock)
Ilustrasi Wawancara Kerja. (iStock)

Gunakan bahasa yang sopan

Cara mempromosikan diri yang tak kalah penting yaitu berbicara dengan bahasa yang baik dan sopan. Gunakan Bahasa Indonesia yang mudah dimengerti. Hal ini juga mencerminkan bahwa kamu memiliki pribadi yang profesional dalam berkomunikasi.

Gunakan bahasa tubuh yang baik

Terkadang, pewawancara juga akan memperhatikan sikap tubuh kita saat sedang melakukan wawancara. Jangan pernah melipat tangan ke dada saat wawancara berlangsung karena mengesankan sebagai orang kaku dan defensif. Duduklah dengan sikap yang baik, karena ini menunjukkan pribadi yang profesional. Biarkan tangan bebas untuk mengekspresikan jawaban-jawaban yang keluar dari mulut, tetapi jangan berlebihan.

Cara mempromosikan diri

Ilustrasi Wawancara Kerja Credit: unsplash.com/Van
Ilustrasi Wawancara Kerja Credit: unsplash.com/Van

Tahu kapan bicara dan berhenti

Cara mempromosikan diri yang selanjutnya adalah harus tahu kapan waktunya berbicara dan kapan waktunya untuk berhenti. Dengarkan baik-baik pertanyaan dari pewawancara, dan perhatikan bahasa tubuh pewawancara. Cukup berikan jawaban sesuai dengan apa yang ditanyakan dengan singkat. Jangan bicara terlalu panjang karena bisa keluar dari topik yang ditanyakan.

Datang lebih awal

Saat wawancara, pastikan untuk datang lebih awal. Dengan datang lebih awal, kamu bisa merapikan penampilan dan mempersiapkan mental agar lebih tenang saat masuk ke ruang interview. Hindari datang terlambat saat wawancara. Ini bisa memberi pandangan negatif pada perekrut bahwa kamu orang yang tidak tepat waktu. Paling tidak, usahakan datang ke tempat wawancara 15 – 30 menit lebih awal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel