12 Cara Mengatasi Banjir dan Penyebabnya

·Bacaan 9 menit
12 Cara Mengatasi Banjir dan Penyebabnya
12 Cara Mengatasi Banjir dan Penyebabnya

RumahCom – Sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada September dan Oktober 2021. Banjir pun kembali menjadi bencana rutin saat musim hujan tiba di wilayah Indonesia, yang kemudian memunculkan lagi upaya dan arahan terkait cara mengatasi banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, banjir menjadi bencana terbanyak dengan jumlah 788 peristiwa banjir hingga 15 September 2021.

Dampak banjir seperti yang dijelaskan World Health Organization dapat menyebabkan kerusakan yang meluas, mengakibatkan hilangnya nyawa dan kerusakan pada properti pribadi dan infrastruktur kesehatan masyarakat yang kritis. Antara 1998-2017, banjir telah berimbas lebih dari 2 miliar orang di seluruh dunia. Orang yang tinggal di dataran banjir atau bangunan yang tidak tahan, atau tidak memiliki sistem peringatan dan kesadaran akan bahaya banjir, paling rentan terhadap banjir.

Memprihatinkan, bukan? Atas dasar itu, pemerintah menyiapkan peringatan dini berbasis komponen struktur dan kultur untuk memitigasi ancaman dari hidrometeorologi. Hidrometeorologi adalah bencana yang dampaknya dipicu oleh parameter meteorologi, seperti curah hujan, kelembapan, temperature, dan angin. Selain pemerintah, Anda juga dapat melakukan upaya dan cara mengatasi banjir.

Misalnya dengan melakukan reboisasi tanaman khususnya jenis tanaman dan pepohonan yang dapat menyerap air dengan cepat. Kemudian memperbanyak dan menyediakan lahan terbuka untuk membuat lahan hijau untuk penyerapan air. Oleh karena selama ini pemerintah pun telah bekerja keras untuk mencegah terjadinya banjir, semua masyarakat pun harus mendukung agar semua bisa teratasi dengan baik. Berikut ini ulasan lebih jauhnya untuk cara mengatasi banjir.

  1. 12 Cara Mengatasi Banjir

    1. Punya Taman di Rumah

    2. Aplikasikan Paving Block

    3. Sediakan Biopori di Lingkungan Rumah

    4. Buanglah Sampah Pada Tempatnya

    5. Rajin Membersihkan Saluran Air

    6. Menjaga Lingkungan Sekitar

    7. Hindari Membuat Rumah di Pinggiran Sungai

    8. Reboisasi dan Tebang Pilih

    9. Hindari Penebangan Liar

    10. Lapor Permasalahan Seputar Banjir Melalui Qlue

    11. Unduh Aplikasi Pantau Banjir

    12. Melestarikan Hutan

  2. Penyebab Terjadinya Banjir

  3. Siklus Penanggulangan Banjir
    1. Pencegahan
    2. Penanganan
    3. Pemulihan

14 Desain Rumah Minimalis 2 Lantai untuk Hunian Idaman
14 Desain Rumah Minimalis 2 Lantai untuk Hunian Idaman

Tips Rumah Dan Apartemen

14 Desain Rumah Minimalis 2 Lantai untuk Hunian Idaman

1. 12 Cara Mengatasi Banjir

Banjir bisa berbahaya bagi masyarakat, berlangsung berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan lebih lama. Sumber: Unsplash - Mr Cup / Fabien Barral
Banjir bisa berbahaya bagi masyarakat, berlangsung berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan lebih lama. Sumber: Unsplash - Mr Cup / Fabien Barral

Banjir bisa berbahaya bagi masyarakat, berlangsung berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan lebih lama. Sumber: Unsplash - Mr Cup / Fabien Barral

Banjir adalah luapan air ke daratan yang biasanya kering. Banjir bisa terjadi hampir di mana saja. Banjir dapat menutupi area hanya dengan beberapa inci air atau mereka dapat membawa cukup air untuk menutupi atap rumah. Banjir bisa berbahaya bagi masyarakat, berlangsung berhari-hari, berminggu-minggu atau bahkan lebih lama.

Banjir juga merupakan salah satu masalah lingkungan krusial di Jakarta yang kerap menimbulkan bencana. Pemprov DKI Jakarta pun harus melakukan berbagai upaya untuk mencegah banjir di musim hujan yang akan datang. Biasanya dengan pengerukan 14 waduk, situ, dan embung. Namun, tentunya ada hal lain yang dioptimalkan untuk cara mengatasi banjir secara jangka panjang.

1. Punya Taman di Rumah

Pohon dan tanaman hijau dapat turut mencegah banjir, apalagi jika Anda tahu cara benar tanam pohon di rumah. Tanaman akan menancapkan akarnya ke dalam tanah. Lubang yang dihasilkan akar tersebut menjadi jalur bagi air untuk masuk ke dalam tanah lebih jauh. Tanpa tanaman, air hujan kerap kali tidak menembus tanah secara dalam karena bebatuan yang menghalangi, sehingga jumlah air di permukaan semakin banyak dan meningkatkan potensi banjir. Dengan memiliki taman yang hijau dan asri,, Anda pun selangkah lebih maju untuk mencegah banjir.

2. Aplikasikan Paving Block

Paving block mampu meresap air dan menyalurkannya ke dalam tanah. Air dapat tetap masuk ke dalam tanah lantaran daya serap yang baik. Tak ayal keseimbangan air tanah tetap terjaga sehingga mampu menopang beban diatasnya. Kelebihan lain yang bisa Anda dapatkan bila menggunakan paving block ialah menjamin ketersediaan air tanah bersih, agar bisa dibor atau dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

Ingin punya rumah bebas banjir? Carilah yang lokasinya berada di dataran tinggi. Hunian di Kota Bandung status SHM bisa jadi pilihannya.

3. Sediakan Biopori di Lingkungan Rumah

Membuat lubang biopori dan sumur resapan juga mengurangi potensi banjir karena air akan terserap ke tanah, terutama di lingkungan dengan permukaan tanah yang dilapisi dengan aspal secara dominan. Selain itu, langkah ini juga dapat meningkatkan jumlah air tanah di Jakarta yang kini kian menipis.

4. Buanglah Sampah Pada Tempatnya

Sering kali masyarakat indonesia membuang sampah sembarangan terutama membuang sampah ke sungai, tentu hal ini akan memberikan dampak buruk di kemudian hari. Karena sampah yang menumpuk bisa menyebabkan terjadinya banjir saat curah hujan sedang tinggi. Pengelolaan sampah yang tepat bisa membantu mencegah dan cara mengatasi banjir.

5. Rajin Membersihkan Saluran Air

Perbaikan dan pembersihan saluran air tentu harus ada. Di wilayah tertentu bisa diadakan secara gotong royong. Penjagaan ini harus dilakukan secara terus menerus dengan waktu berkala. Hal ini bertujuan agar saat terjadi hujan deras, tidak menimbulkan saluran air mampet yang justru berpotensi pada hadirnya banjir.

6. Menjaga Lingkungan Sekitar

Yang utama adalah menjaga lingkungan sungai atau selokan, sungai sebaiknya dipelihara dengan baik. Jangan membuang sampah ke selokan. Sungai atau selokan jangan dijadikan tempat pembuangan sampah. Kuncinya, selalu jaga kebersihan lingkungan.

7. Hindari Membuat Rumah di Pinggiran Sungai

Saat ini semakin banyak warga yang membangun rumah di pinggir sungai, ada baiknya pinggiran sungai jangan di jadikan rumah penduduk karena menyebabkan banjir dan tatanan masyarakat tidak teratur.

8. Reboisasi dan Tebang Pilih

Pohon yang telah ditebang sebaiknya ada penggantinya. Menebang pohon yang telah berkayu kemudian ditanam kembali tunas pohon yang baru. Hal ini ditujukan untuk regenerasi hutan dengan tujuan hutan tidak menjadi gundul.

Tip Rumah

Banjir adalah luapan air ke daratan yang biasanya kering. Banjir bisa terjadi hampir di mana saja. Mereka dapat menutupi area hanya dengan beberapa inci air atau mereka dapat membawa cukup air untuk menutupi atap rumah.

9. Hindari Penebangan Liar

Cara mengatasi banjir selanjutnya adalah hindari penebangan liar. Pasalnya, pohon berperan penting untuk pencegahan banjir. Sebenarnya menebang pohon tidak dilarang bila Anda akan menanam kembali pohon tersebut dan tidak membiarkan hutan menjadi gundul.

10. Lapor Permasalahan Seputar Banjir Melalui Qlue

Jangan ragu melaporkan saat Anda melihat hal-hal di jalanan atau sekitar rumah yang berpotensi menyebabkan genangan air atau banjir. Laporkan segera ke petugas yang berwenang melalui aplikasi Qlue. Laporan akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

11. Unduh Aplikasi Pantau Banjir

Untuk mendapatkan update informasi terkait banjir khusus wilayah Jakarta, masyarakat dapat mengunduh aplikasi besutan tim Jakarta Smart City yang satu ini. Pantau Banjir dapat memetakan wilayah banjir di Jakarta secara real-time berdasarkan level ketinggiannya. Selain itu, melalui aplikasi tersebut Anda juga dapat mengetahui kondisi pintu air, pos pengamatan, dan pompa air di Jakarta.

12. Melestarikan Hutan

Melestarikan hutan dengan mengurangi penggunaan tissue, kertas, dan berbagai hal yang menggunakan kayu sebagai bahan dasarnya diyakini merupakan salah satu upaya jitu terkait cara mengatasi banjir.

2. Penyebab Terjadinya Banjir

Ada banyak hal yang menyebabkan banjir. Termasuk Geografi juga dapat membuat suatu daerah lebih rentan terhadap banjir. Sumber: Pexels - Yogendra Singh
Ada banyak hal yang menyebabkan banjir. Termasuk Geografi juga dapat membuat suatu daerah lebih rentan terhadap banjir. Sumber: Pexels - Yogendra Singh

Ada banyak hal yang menyebabkan banjir. Termasuk Geografi juga dapat membuat suatu daerah lebih rentan terhadap banjir. Sumber: Pexels - Yogendra Singh

Hal apa saja menyebabkan banjir? Banyak situasi yang berbeda dapat menyebabkan banjir. Melansir dari NOAA SciJinks, berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi penyebab banjir, diantaranya:

  • Hujan deras

  • Gelombang laut datang di pantai seperti gelombang badai

  • Salju dan es yang mencair

  • Bendungan atau tanggul jebol.

Tak hanya itu, geografi juga dapat membuat suatu daerah lebih rentan terhadap banjir. Misalnya, daerah dekat sungai sering kali berisiko terkena banjir. Daerah perkotaan (daerah dekat kota) juga berisiko lebih tinggi terkena banjir karena atap menyalurkan curah hujan ke tanah di bawahnya, dan permukaan beraspal seperti jalan raya dan tempat parkir mencegah tanah menyerap air hujan.

Pegunungan atau bukit yang curam juga dapat meningkatkan risiko banjir di suatu daerah. Hujan atau pencairan salju yang mengalir di gunung dapat menyebabkan aliran sungai dan sungai naik dengan cepat. Faktanya, jika badai petir tetap ada di atas gunung, sungai kecil yang hanya sedalam 6 inci dapat membengkak menjadi sungai sedalam 10 kaki dalam waktu kurang dari satu jam.

Banjir yang parah disebabkan oleh kondisi atmosfer yang menyebabkan hujan lebat atau pencairan salju dan es yang cepat. Geografi juga dapat membuat suatu daerah lebih rentan terhadap banjir. Misalnya, daerah dekat sungai dan kota sering kali berisiko terkena banjir bandang.

Di Indonesia, juga terdapat berbagai faktor penyebab yang membuat adanya bencana banjir terjadi pada suatu kawasan.

  • Penebangan Hutan Liar

Hutan memiliki fungsi sebagai daerah resapan air yang baik. Namun, dengan banyaknya penebangan pohon sembarangan oleh pihak tidak bertanggung jawab merusak hutan tersebut. Tidak ada lagi wilayah yang dapat menyerap air tersebut. Bencana yang bisa terjadi seperti tanah longsor dan juga banjir.

  • Pemanfaatan Lahan untuk Kepentingan Pribadi yang Berlebihan

Banyak pihak tersebut berbuat sesuka hati menggunakan lahan yang tersedia untuk kepentingan pribadinya seperti membangun pabrik, membangun kelapa sawit, maupun bangunan pribadi. Bahkan, cara untuk mendapatkan lahannya tersebut kadang sangatlah tidak manusiawi seperti membakar hutan secara sengaja.

Dengan membakar hutan, maka dalam jangka panjang tanah yang ada tidak bisa lagi dikembalikan kesuburannya dan tidak dapat digunakan untuk menumbuhkan tanaman. Jika hal ini sudah terjadi, maka air yang ada di dalam tanah akan dengan mudah meluap ke permukaan.

  • Efek dari Rumah Kaca

Efek rumah kaca merupakan dampak negatif dari berbagai kegiatan manusia seperti membakar sampah, penggunaan kendaraan pribadi yang menyebabkan polusi kendaraan, hingga asap yang dikeluarkan pabrik industri yang lama kelamaan dapat merusak lapisan ozon.

  • Sampah yang Dibuang Sembarangan

Sampah yang dibuang sembarangan semakin lama menumpuk karena banyaknya penggunaan barang sekali pakai seperti kantong plastik, sedotan, hingga masker sulit untuk didaur ulang. Jika sampah ini terus menerus menumpuk maka aliran air yang ada akan tersumbat yang membuat tekanan air tersebut semakin besar. Sehingga volume air yang ada akan semakin deras yang dapat menyebabkan adanya air berlebih.

  • Membangun Pemukiman di Tepi Kali

Dengan adanya pemukiman di tepi kali maupun sungai ini, seringkali membuat aliran sungai yang menjadi lebih sempit dan tanah yang dijadikan pemukiman tersebut akan rentan bencana tanah longsor

3. Siklus Penanggulangan Banjir

Keseluruhan tahapan tersebut berada dalam suatu siklus kegiatan penanggulangan banjir yang berkesinambungan. Sumber: Pexels - SHVETS Production
Keseluruhan tahapan tersebut berada dalam suatu siklus kegiatan penanggulangan banjir yang berkesinambungan. Sumber: Pexels - SHVETS Production

Keseluruhan tahapan tersebut berada dalam suatu siklus kegiatan penanggulangan banjir yang berkesinambungan. Sumber: Pexels - SHVETS Production

Cara mengatasi banjir dengan penanggulangan seyogyanya sudah dilakukan secara bertahap. Mulai dari pencegahan sebelum banjir (prevention), penanganan saat banjir (response/intervention), dan pemulihan setelah banjir (recovery). Melansir data Bappenas, keseluruhan tahapan tersebut berada dalam suatu siklus kegiatan penanggulangan banjir yang berkesinambungan. Kegiatan penanggulangan banjir mengikuti suatu siklus (life cycle). Tahapan itu dimulai dari banjir, kemudian mengkajinya sebagai masukan untuk pencegahan (prevention) sebelum bencana banjir terjadi kembali.

1. Pencegahan

Pencegahan dilakukan secara menyeluruh, berupa kegiatan fisik seperti pembangunan pengendali banjir di wilayah sungai (in-stream) sampai wilayah dataran banjir (off-stream), dan kegiatan non-fisik seperti pengelolaan tata guna lahan sampai sistem peringatan dini bencana banjir.

2. Penanganan

Setelah pencegahan dilaksanakan, dirancang pula tindakan penanganan (response/intervention) pada saat bencana banjir terjadi. Tindakan penanganan bencana banjir, antara lain pemberitahuan dan penyebaran informasi tentang prakiraan banjir (flood forecasting information and dissemination), tanggap darurat, bantuan peralatan perlengkapan logistik penanganan banjir (flood emergency response and assistance), dan perlawanan terhadap banjir (flood fighting).

3. Pemulihan

Pemulihan setelah banjir dilakukan sesegera mungkin, untuk mempercepat perbaikan agar kondisi umum berjalan normal. Tindakan pemulihan, dilaksanakan mulai dari bantuan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, perbaikan sarana-prasarana (aftermath assistance and relief), rehabilitasi dan adaptasi kondisi fisik dan non-fisik (flood 5 adaptation and rehabilitation), penilaian kerugian materi dan nonmateri, asuransi bencana banjir (flood damage assessment and insurance), dan pengkajian cepat penyebab banjir untuk masukan dalam tindakan pencegahan (flood quick reconnaissance study).

Anda tidak perlu pusing! Simaklah video yang informatif berikut ini untuk mempelajari cara menyelesaikan sengketa tanah dengan mudah!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel