12 Cara Mengatasi Bau Mulut Secara Alami, Berikut Makanan yang Harus Dihindari

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara mengatasi bau mulut bisa menggunakan bahan-bahan alami. Penggunaan bahan alami ini merupakan cara sederhana yang ampuh dan mudah diterapkan di rumah. Namun, sebelum itu kamu perlu mengenali penyebab bau mulut terlebih dahulu.

Penyebab utama bau mulut atau halitosis adalah jarang menggosok gigi atau tidak terjaganya kebersihan gigi dan mulut. Tidak rutin menggosok gigi setiap hari akan membuat serpihan sisa makanan tertinggal di mulut. Hal ini mengakibatkan tumbuhnya bakteri dan menyebabkan bau mulut.

Selain itu, kurangnya air liur akibat mulut kering juga dapat menyebabkan bau mulut. Hal ini disebabkan karena air liur berperan membersihkan serpihan makanan dan benda asing di dalam mulut. Makanan pun perlu kamu perhatikan, karena dapat menjadi salah satu penyebab bau mulut tidak sedap.

Cara mengatasi bau mulut bisa dengan mengonsumsi buah-buahan, makanan dan minuman penghilang bau mulut, dan lain sebagainya. Di samping menggunakan bahan alami tersebut, kamu juga harus rajin menggosok gigi dan menggunakan benang gigi. Minum air putih 8 gelas per hari juga harus dipenuhi untuk menghindari bau mulut.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (13/9/2021) tentang cara mengatasi bau mulut.

Cara Mengatasi Bau Mulut

Ilustrasi daun sirih. (Gambar oleh Huy Dkc dari Pixabay)
Ilustrasi daun sirih. (Gambar oleh Huy Dkc dari Pixabay)

Jeruk

Salah satu cara mengatasi bau mulut adalah dengan mengonsumsi jeruk. Jeruk kaya akan vitamin C yang berfungsi meningkatkan produksi air liur. Hal ini membuat bakteri penyebab bau mulut akan banyak dibuang dari mulut. Selain itu, ada juga penelitian yang menyatakan bahwa vitamin C bermanfaat untuk mencegah radang gusi dan sariawan.

Teh Hijau

Teh hijau merupakan salah satu bahan alami yang bisa digunakan sebagai cara mengatasi bau mulut. Pasalnya, green tea atau teh hijau telah lama diketahui mengandung zat yang bersifat antibakteri dan antioksidan, serta terbukti mampu mengurangi peradangan.

Jahe

Cara mengatasi bau mulut atau halitosis selanjutnya adalah dengan jahe. Cara menggunakannya mudah saja, pertama-tama kamu harus memarut jahe terlebih dahulu. Kemudian campur parutan jahe dan air agar kamu mendapat perasan jus jahe.

Jus jahe ini lalu dicampurkan ke air hangat, terus tinggal kamu pakai untuk berkumur. Lakukan perawatan ini setelah makan. Tak perlu setiap hari, kamu bisa melakukannya sekali dalam beberapa hari.

Daun Sirih

Daun sirih mungkin bagi sebagian orang sudah dikenal sebagai cara mengatasi bau mulut. Menurut beberapa penelitian, daun sirih memiliki efek antibakteri dan antiradang yang dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Cara menggunakannya mudah saja, kamu cukup mengunyah daun siri untuk kesehatan gigi dan mulut.

Cara Mengatasi Bau Mulut

ilustrasi bau mulut (sumber: freepik)
ilustrasi bau mulut (sumber: freepik)

Kumur dengan Cuka Apel

Cara mengatasi bau mulut yang cukup mudah diterapkan adalah dengan berkumur menggunakan cuka apel dan air. Caranya mudah saja, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Siapkan 1 - 2 sendok makan cuka apel dan segelas air.

2. Tuang dan campurkan cuka dalam segelas air.

3. Gunakan campuran tersbut untuk berkumur selama 3 - 5 menit pada pagi hari dan malam hari.

4. Kemudian bilas mulut kamu dengan berkumur menggunakan air biasa.

Cara ini akan membuat nafas kamu kembali segar. Melakukan perawatan ini secara rutin akan menghilangkan bau mulut secara permanen.

Kumur dengan Garam Epsom

Mencampurkan garam epsom dengan air hangat tak hanya menghilangkan bau mulut tak sedap, tetapi juga sebagai antibakteria dan penghilang racun. Cara mengatasi bau mulut dengan garam epsom mudah saja, tinggal ambil satu sendok teh garam epsom dan campurkan dengan segelas air hangat. Jadikan untuk cairan berkumur.

Untuk pemakaian awal, gunakan setiap hari. Selanjutnya, bisa dipakai sesekali jika dibutuhkan. Kamu bisa membeli garam epsom ini di toko online, apotek, atau toko kecantikan.

Activated Charcoal

Saat ini activated charcoal atau bubuk arang aktif banyak digunakan sebagai pasta gigi untuk mendapatkan gigi putih dan senyum berkilau. Namun, activated charcoal juga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu cara mengatasi bau mulut secara alami.

Caranya, siapkan setengah sendok teh activated charcoal dan sikat gigi. Balurkan bubuk arang ke sikat dan mulailah menyikat gigi. Kumur-kumur sampai bubuknya hilang. Gunakan dua sampai tiga kali seminggu sampai bau mulut hilang.

Minyak Kelapa

Minyak kelapa merupakan salah satu bahan alami yang bisa digunakan sebagai cara mengatasi bau mulut. Untuk napas segar dan bebas bakteri kamu bisa memanfaatkan minyak kelapa. Caranya, sediakan satu sendok makan minyak kelapa. Gunakan untuk berkumur selama 5-10 menit dan ludahkan. Selanjutnya, gunakan air hangat untuk membilas sisa-sisa minyak yang tertinggal di mulut.

Cara Mengatasi Bau Mulut

Biji Adas foto: getty images
Biji Adas foto: getty images

Susu dan Yoghurt

Setelah mengonsumsi makanan yang memiliki bau menyengat, kamu disarankan untuk minum susu sebagai cara menghilangkan bau mulut. Penelitian telah membuktikan bahwa susu memiliki kandungan yang mampu menghilangkan bau mulut akibat mengonsumsi makanan berbau menyengat.

Produk olahan susu berupa yoghurt juga dapat membantu menghilangkan bau mulut. Pasalnya, yoghurt mengandung probiotik yang dapat membantu mengurangi jumlah bakteri penyebab bau mulut.

Akar Manis

Akar manis atau licorice juga dapat dijadikan sebagai cara mengatasi bau mulut. Pasalnya, bahan alami satu ini mengandung senyawa antibakteri yang dipercaya dapat menghilangkan bau mulut, meredakan sariawan, serta mencegah kerusakan gigi dan gusi. Ekstrak akar manis bisa ditemukan pada berbagai produk obat herbal, baik dalam sediaan gel, tablet isap, atau obat kumur.

Daun Mint dan Parsley

Cara mengatasi bau mulut selanjutnya adalah menggunakan daun mint dan parsley. Campurkan dua sendok makan parsley, daun mint, dan secangkir air ke dalam blender. Haluskan selama kurang lebih dua menit.

Setelah itu, tuangkan ke dalam botol bersih dengan menggunakan saringan. Tutup rapat botol, atau kamu bisa menggunakannya langsung dengan cara membilas mulut menggunakan satu sendok makan ramuan tersebut, kemudian campurkan dengan air.

Biji Adas

Selain berfungsi sebagai penyedap masakan, biji adas menyimpan segudang manfaat kesehatan. Biji ini dapat digunakan sebagai cara mengatasi bau mulut secara instan. Caranya kunyah satu sendok teh biji adas kemudian telan sewaktu-waktu bau mulut menyerang. Kamu hanya perlu melakukannya saat dibutuhkan saja.

Makanan Penyebab Bau Mulut

Ilustrasi Bawang Putih Credit: pexels.com/Mille
Ilustrasi Bawang Putih Credit: pexels.com/Mille

Selain itu, ada beberapa makanan yang harus kamu hindari agar tidak mengalami bau mulut ini. Makanan penyebab bau mulut ini mungkin saja sering kamu konsumsi, sehingga bau mulut tak pernah hilang. Berikut beberapa makanan penyebab bau mulut:

Bawang

Bawang merah dan bawang putih merupakan makanan penyebab bau mulut yang sangat terkenal. Hal ini disebabkan oleh sulfur yang bisa masuk ke aliran darah setelah makan dan keluar melalui paru-paru. Ini yang membuat seseorang bisa merasakan bau bawang pada nafas dan tubuhnya selama berhari-hari setelah memakannya.

Tomat

Tomat bersifat asam di mana bakteri penghasil bau tumbuh subur di lingkungan yang asam. Keasaman dari tomat dapat menyebabkan penumpukan asam di mulut dan menumbuhkan bakteri. Sebaiknya hindari mengonsumsi makanan asam seperti saus tomat dalam jumlah berlebihan. Setelah mengonsumsi tomat, sebaiknya minum air putih segera untuk mengendalikan bakteri di dalam mulut.

Kopi

Kopi dan produk olahan yang mengandung kopi atau kafein juga berpotensi menimbulkan bau mulut. Kopi memiliki efek pengeringan pada mulut, yang mengurangi aliran air liur dan memungkinkan bakteri penyebab bau mulut tumbuh. Air liur berperan membilas bakteri dari mulut. Mulut kering adalah salah satu faktor risiko bau mulut karena mendorong pertumbuhan bakteri di mulut.

Ikan

Ikan, terutama ikan yang dikemas dalam kaleng dapat menyebabkan bau mulut. Menyimpan ikan di lingkungan logam gelap meningkatkan oksidasi, suatu proses yang mengarah pada produksi senyawa berbau yang kurang menyenangkan. Bau ini bisa menempel di mulut, memberi bau amis yang tidak menyenangkan. Ikan juga tinggi protein, di mana protein dapat menyebabkan bau mulut.

Daging merah

Daging merah dikemas dengan protein, yang terbuat dari asam amino. Mirip dengan susu, nutrisi ini bereaksi dengan bakteri. Tetapi karena daging merah memiliki lebih banyak protein daripada susu dan keju, masakan daging merah bisa menghasilkan lebih banyak senyawa sulfur yang menyebabkan bau mulut parah.

Selai kacang

Selai kacang juga merupakan sumber protein yang tinggi. Konsistensinya yang lengket membuatnya sulit bagi air liur untuk memecah protein begitu mereka berada di mulut. Ini membuat selai kacang bisa bertahan di dalam mulut selama beberapa waktu. Bakteri berkembang dengan baik pada protein, sehingga kelimpahan yang disediakan oleh selai kacang membuatnya menjadi penyebab utama bau mulut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel