12 Cara Mereview Jurnal yang Benar, Ketahui Langkah-Langkahnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara mereview jurnal penting untuk diperhatikan. Review jurnal merupakan sebuah ulasan pada sebuah jurnal untuk dapat mengetahui kualitasnya. Cara review jurnal biasanya dilakukan oleh orang yang menguasai bidang dari bahasan jurnal tersebut.

Di dunia pendidikan, review lebih mengarah para pengembangan ilmu pengetahuan. Mereview jurnal adalah kegiatan akademik yang dibutuhkan untuk mencari referensi pendukung atau mempelajari sebuah penelitian yang sudah ada dan diterbitkan menjadi jurnal ilmiah.

Cara mereview jurnal bisa melatih memahami dan mencari pokok-pokok yang disajikan dalam sebuah jurnal. Dalam cara mereview jurnal, ada beberapa ketentuan yang harus dilakukan.

Review jurnal juga sangat berguna bagi orang lain dalam memahami sebuah jurnal. Cara mereview jurnal harus berimbang, menyeluruh, dan konstruktif. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam cara mereview jurnal.

Berikut cara mereview jurnal, yang berhasil Liputan6.com rangkum dari WikiHow, Selasa(2/2/2021).

Cara mereview jurnal: Membaca jurnal secara aktif

Ilustrasi Menulis review Credit: pexels.com/Startup
Ilustrasi Menulis review Credit: pexels.com/Startup

Kenali gaya publikasi

Cara mereview jurnal yang pertama adalah periksa format jurnal dan pedoman gaya publikasi. Membiasakan diri dengan standar publikasi akan memberimu gambaran tentang cara mengevaluasi jurnal dan menyusun review. Membiasakan diri dengan format dan pedoman gaya sangat penting jika kamu belum pernah menerbitkan jurnal itu sebelumnya. Misalnya, jurnal mungkin mengharuskanmu merekomendasikan jurnal untuk diterbitkan, memenuhi hitungan kata tertentu, atau menyediakan revisi yang harus dibuat oleh penulisnya.

Baca sekilas

Pertama, lihat artikel jurnal dan coba telusuri logikanya. Bacalah judul, abstrak, dan tajuk untuk mengetahui bagaimana jurnal ini disusun. Dalam skim cepat dan awal ini, identifikasi pertanyaan atau masalah yang dibahas jurnal tersebut.

Setelah membaca sekilas, baca jurnal dari awal sampai akhir untuk mengembangkan kesan keseluruhan. Pada tahap ini, identifikasi tesis, atau argumen utama, sorot atau garis bawahi yang dinyatakan dalam pendahuluan dan kesimpulan.

Cara mereview jurnal: Membaca jurnal secara aktif

Ilustrasi Menulis review Credit: pexels.com/Judit
Ilustrasi Menulis review Credit: pexels.com/Judit

Baca ulang dan buat catatan

Cara mereview jurnal selanjutnya adalah membuat catatan penting. Setelah membacanya secara lengkap, simak artikelnya bagian demi bagian. Kamu dapat mencetak salinan dan menulis catatan dan komentar di margin. Jika kamu lebih suka bekerja dengan salinan digital, tulis catatan dan komentarmu di dokumen word.

Sambil membaca lebih dekat, ukur apakah dan seberapa baik jurnal tersebut menyelesaikan masalah utamanya. Tanyakan pada dirimu, "Apakah penelitian ini penting, dan apakah secara unik berkontribusi pada bidangnya?"Pada tahap ini, catat setiap inkonsistensi terminologis, masalah penyusunan, kesalahan ketik, dan masalah format.

Cara mereview jurnal: evaluasi jurnal

Ilustrasi./Copyright unsplash.com/alexa mazzarello
Ilustrasi./Copyright unsplash.com/alexa mazzarello

Tentukan seberapa baik abstrak dan pendahuluan memetakan jurnal

Perhatikan abstrak dan pendahuluan secara rinci. Coba cari jawaban dari pertanyaan berikut:

- Seberapa baik abstrak merangkum artikel, masalah yang dibahas, teknik, hasil, dan signifikansinya? Misalnya, kamu mungkin menemukan bahwa abstrak mendeskripsikan topik studi farmasi dan melompati hasil tanpa membahas metode eksperimen dengan banyak detail.

- Apakah pendahuluan memetakan struktur artikel? Apakah itu dengan jelas meletakkan dasar-dasarnya? Pengenalan yang baik memberimu gambaran yang jelas tentang apa yang diharapkan di bagian selanjutnya. Ini mungkin menyatakan masalah dan hipotesis, menjelaskan secara singkat metode penelitian, kemudian menyatakan apakah eksperimen membuktikan atau menyangkal hipotesis.

Evaluasi referensi jurnal dan tinjauan pustaka

Cara mereview jurnal selanjutnya adalah mengevaluasi referensi. Sebagian besar artikel jurnal mencakup tinjauan literatur yang ada sejak awal dan, di seluruh, mengutip karya ilmiah sebelumnya. Tentukan apakah sumber yang dirujuk terpercaya, seberapa baik tinjauan pustaka merangkum sumber, dan apakah sumber tersebut menempatkan artikel dalam bidang penelitian atau hanya mencantumkan nama-nama terkenal. Jika perlu, luangkan waktu untuk mempelajari salinan sumber jurnal agar dapat lebih memahami literatur topik yang ada.

Cara mereview jurnal: evaluasi jurnal

Ilustrasi Menulis Credit: unsplash.com/David
Ilustrasi Menulis Credit: unsplash.com/David

Pelajari metodenya

Cara mereview jurnal yang tak kalah penting adalah memahami metode penelitan. Tanyakan pada dirimu, "Apakah metode ini merupakan cara yang tepat dan masuk akal untuk memecahkan masalah?" Bayangkan cara lain yang mungkin untuk menyiapkan eksperimen atau menyusun penelitian, dan catat perbaikan apa pun yang dapat dilakukan oleh penulis.

Misalnya, kamu mungkin mengamati bahwa subjek dalam studi medis tidak secara akurat mewakili populasi yang beragam.

Nilai bagaimana artikel menyajikan data dan hasil

Amati apakah tabel, diagram, legenda, dan alat bantu visual lainnya mengatur informasi secara efektif. Apakah bagian hasil dan diskusi meringkas dan menafsirkan data dengan jelas? Apakah tabel dan gambar memiliki tujuan atau berlebihan?

Misalnya, kamu mungkin menemukan bahwa tabel mencantumkan terlalu banyak data yang belum tercerna yang tidak diringkas secara memadai oleh penulis dalam teks.

Cara mereview jurnal: evaluasi jurnal

Ilustrasi Menulis/Sumber: Pixabay.
Ilustrasi Menulis/Sumber: Pixabay.

Evaluasi bukti dan analisis non-ilmiah

Untuk jurnal non-ilmiah, tentukan seberapa baik artikel tersebut menyajikan bukti yang mendukung argumennya. Apakah bukti tersebut relevan, dan apakah jurnal tersebut menganalisis dan menafsirkan bukti secara meyakinkan?

Misalnya, jika kamu meninjau jurnal sejarah seni, amati apakah jurnal tersebut menganalisis karya seni secara wajar atau langsung mengambil kesimpulan.

Perhatikan gaya penulisan

Cara mereview jurnal selanjutnya adalah mengevaluasi gaya bahasa. Meskipun dimaksudkan untuk khalayak khusus, gaya penulisan jurnal harus jelas, ringkas, dan benar. Evaluasi gaya dengan bertanya pada diri sendiri hal-hal berikut:

- Apakah bahasanya jelas dan tidak ambigu, atau apakah jargon yang berlebihan mengganggu kemampuannya untuk membuat argumen?

- Apakah ada tempat yang terlalu bertele-tele? Adakah ide yang dapat dinyatakan dengan cara yang lebih sederhana?

- Apakah tata bahasa, tanda baca, dan terminologi sudah benar?

Cara mereview jurnal: menulis review

Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)
Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Buat garis besar review

Cara mereview jurnal dalam tahap penulisan yang pertama adalah membuat garis besar review. Lihat kembali catatan yang kamu buat dalam evaluasi bagian demi bagian. Buat tesis, lalu uraikan bagaimana kamu ingin mendukung tesismu dalam badan review. Sertakan contoh spesifik yang merujuk pada kekuatan dan kelemahan yang kamu catat dalam evaluasi.

Tesis dan bukti harus konstruktif dan dalam. Tunjukkan kekuatan dan kelemahan, dan usulkan solusi alternatif alih-alih hanya berfokus pada kelemahan.

Tulis draf pertama review

Setelah menyusun tesis dan membuat garis besar, kamu siap untuk mulai membuat review. Meskipun strukturnya akan bergantung pada pedoman publikasi, kamu bisanya dapat mengikuti pedoman umum berikut:

- Pendahuluan merangkum artikel dan menyatakan tesis.

- Isi memberikan contoh spesifik dari teks yang mendukung tesis.

- Kesimpulan merangkum ulasan, menyatakan kembali tesis, dan menawarkan saran untuk penelitian di masa mendatang.

Cara mereview jurnal: menulis review

Ilustrasi Foto menulis (iStockphoto)
Ilustrasi Foto menulis (iStockphoto)

Revisi draf sebelum mengirimkannya

Cara mereview jurnal yang terakhir adalah memeriksa keseluruhan review. Setelah menulis draf pertama, periksa kesalahan ketik dan pastikan tata bahasa dan tanda baca. Cobalah membaca karyamu seolah-olah kamu adalah orang lain. Apakah kritikmu adil dan seimbang, dan apakah contoh yang kamu masukkan mendukung argumenmu?

Pastikan tulisanmu jelas, ringkas, dan logis. Jika kamu menyebutkan bahwa sebuah artikel terlalu bertele-tele, tulisanmu tidak boleh berisi istilah dan kalimat rumit yang tidak perlu. Jika memungkinkan, mintalah seseorang yang akrab dengan topik tersebut untuk membaca drafmu dan menawarkan umpan balik.