12 Ciri-Ciri Depresi pada Wanita yang Tak Disadari, Ini Penyebabnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Depresi adalah kondisi yang memengaruhi pikiran dan perilaku seseorang, termasuk berisiko dialami oleh para wanita. Apa saja ciri-ciri depresi pada wanita? Depresi memungkinkan wanita mengalami berbagai masalah fisik dan emosional.

Kebanyakan ciri-ciri depresi pada wanita memang tak disadari karena mirip masalah emosional biasa. Kekhasan dari masalah depresi adalah kondisi emosional tak stabil tersebut berlangsung dalam waktu lama sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Memahami apa saja ciri-ciri depresi pada wanita ini penting sekali. Depresi yang terus dibiarkan akan berdampak buruk bagi kualitas hidup wanita. Apalagi masalah depresi cenderung membuat wanita berpikir tentang bunuh diri dan kematian.

Berikut Liputan6.com ulas ciri-ciri depresi pada wanita yang tak disadari dari berbagai sumber, Rabu (29/9/2021).

Ciri-Ciri Depresi pada Wanita

Ilustrasi Depresi Credit: pexels.com/EnginA
Ilustrasi Depresi Credit: pexels.com/EnginA

1. Emosi Tidak Terkontrol

Ciri-ciri depresi pada wanita pertama adalah bisa marah-marah tanpa sebab dalam beberapa menit. Lalu selang beberapa saat, kamu akan menangis tidak terkontrol. Ciri-ciri depresi pada wanita memang bisa berupa kesedihan, frustasi, kemarahan, dan menyebabkan perubahan mood mendadak, sehingga sulit dipahami oleh orang lain.

2. Mudah Panik dan Cemas

Perasaan ketakutan berlebihan akan sesuatu bisa jadi merupakan ciri-ciri depresi dari suatu ansietas atau gangguan cemas. Orang yang sedang mengalami depresi seringkali memberikan ciri-ciri depresi berupa kecemasan atau panik yang belebihan, termasuk wanita.

3. Kesulitan Berkonsentrasi

Apabila sering banyak pikiran dan seringkali sulit mengambil keputusan, ini ciri-ciri depresi pada wanita. Ketika pikiran terokupasi oleh perasaan sedih atau kekosongan. Biasanya ciri-ciri depresi pada wanita dapat mempengaruhi konsentrasi terhadap pekerjaan dan hal-hal lainnya.

4. Merasa Lelah Berlebihan

Rasa lelah dari ciri-ciri depresi pada wanita yang berlebih pada penderita depresi bisa jadi disebabkan oleh perasaan sedih atau merasa putus asa dan tidak berdaya. Nyeri emosional yang kronis memang bisa menyedor energi. Maka tak heran ciri-ciri depresi pada wanita adalah cepat lelah. Terkadang untuk bangun dari tempat tidur atau mandi pun merasakan kelelahan.

5. Mengalami Gangguan Tidur

Ciri-ciri depresi pada wanita dari fisik yang dapat dilihat adalah kerap merasakan lelah sepanjang hari dan membuatnya menjadi ingin tidur terus. Selain itu, tidur menjadi salah satu cara orang yang mengalami depresi untuk lari dari kesedihan. Di sisi lain orang yang mengalami depresi bisa mengalami insomnia atau keuslitan tidur karena memikirkan terlalu banyak hal.

6. Tiba-Tiba Kehilangan Minat

Ciri-ciri depresi pada wanita jika dilihat dari psikisnya adalah dapat kehilangan minat melakukan aktivitas atau hobi yang sebelumnya sering dilakukuan. Misalnya saja, jika kamu sebelumnya senang berkumpul dengan teman-teman secara rutin, kemudian tiba-tiba kamu tidak mau bertemu atau malas pergi ke acara bareng teman-teman, maka perlu berhati-hati bisa jadi itu merupakan ciri-ciri depresi.

Ciri-Ciri Depresi pada Wanita

Ilustrasi Depresi Credit: freepik.com
Ilustrasi Depresi Credit: freepik.com

7. Merasa Rendah

Ciri-ciri depresi pada wanita adalah sering merasa rendah dan tidak berguna. Apabila perasaan seperti itu terus-menerus dipenuhi dengan pikiran berulang seperti “saya tidak cukup baik” atau “saya tidak penying lagi” atau “saya tidak berharga”, maka kamu perlu berhati-hati.

Pasalnya, jika mulai memiliki pikiran dari ciri-ciri depresi pada wanita ini dan terus dihantui dengan rasa bersalah, maka ini bisa memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri dan menjadi semakin depresi.

8. Mudah Tersingguh

Ciri-ciri depresi pada wanita ini seringkali diabaikan oleh kebanyakan orang. Padahal, orang yang sedang mengalami depresi mempunyai ambang tersinggung yang rendah. Ketika sedang depresi, wanita bisa menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung karena nyeri psikologis yang dirasakan.

9. Merasakan Nyeri Tanpa Sebab

Nyeri emosional dari depresi bisa saja menimbulkan nyeri fisik seperti nyeri kepala, gangguan perut, leher, punggung bahkan mual. Ciri-ciri depresi pada wanita dan memiliki kesedihan dan stress yang mendalam seringkali tidak mampu menahan emosinya dan emosi tersebut muncul dalam bentuk keluhan fisik seperti nyeri.

10. Memperlihatkan Sisi Gelap

Cenderung berpikir tentang bunuh diri, kematian, dan terus-menerus membicarakan hal tersebut adalah ciri-ciri depresi pada wanita. Selain itu, orang yang depresi juga cenderung mengambil tindakan-tindakan yang berbahaya.

11. Perubahan Nafsu Makan

Apabila nafsu makan dan berat badan tidak terkontrol, kemungkinan ini ciri-ciri depresi pada wanita atau stress eating. Ciri-ciri depresi ini bisa dilihat dari anak yang makan berlebih ataupun sebaliknya.

Stress eating dapat menyebabkan seseorang mengalami peningkatan nafsu makan yang berakibat pada kenaikan berat badan. Berat badan juga bisa menurun karena tidak nafsu makan akibat masalah yang dialami.

12. Sering Mengeluh Bosan

Ciri-ciri depresi pada wanita adalah sering mengeluhkan bosan. Meski bosan, wanita yang mengalami depresi tidak akan memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu, sekalipun diberi tawaran hal menyenangkan untuk dilakukan.

Penyebab Depresi pada Wanita

Ilustrasi depresi. Sumber: Freepik
Ilustrasi depresi. Sumber: Freepik

1. Perubahan biologis. Orang-orang dengan depresi mengalami perubahan fisik di dalam otak mereka. Perubahan yang dimaksud belum dapat dijelaskan secara pasti.

2. Ketidakstabilan reaksi kimiawi dalam otak. Dalam suatu penelitian ditemukan jika zat-zat kimia yang terdapat dalam otak mungkin berperan dalam terjadinya depresi. Perubahan dalam zat kimia otak tersebut akan mengakibatkan perubahan kestabilan mood dalam seseorang.

3. Perubahan hormon. Perubahan dalam keseimbangan hormon di dalam tubuh dapat memicu terjadinya depresi. Perubahan hormon dapat terjadi saat kehamilan, selama beberapa minggu atau bulan setelah persalinan, akibat masalah tiroid, menopause, atau kondisi-kondisi yang lain.

4. Keturunan Keluarga. Depresi lebih sering terjadi pada orang-orang yang dalam keluarga sedarahnya juga memiliki kondisi ini. Para peneliti saat ini masih berupaya untuk menemukan gen yang mungkin terlibat dalam menyebabkan depresi.

Selain faktor-faktor di atas, beberapa faktor ini juga berpotensi meningkatkan resiko munculnya depresi pada seseorang.

5. Mempunyai kepercayaan diri yang rendah dan terlalu bergantung pada orang lain, sering menyalahkan diri sendiri, dan pesimis.

6. Mengalami kejadian yang traumatik atau menegangkan. Misalnya pelecehan seksual atau penyiksaan secara fisik, kematian atau kehilangan orang yang dicintai, hubungan yang sulit dengan seseorang, atau masalah keuangan.

7. Mengalami trauma masa kecil atau depresi yang mulai terjadi saat remaja atau anak-anak.

8. Mempunyai identitas seksualitas berbeda seperti lesbi, homo, biseksual, atau transgender di dalam situasi yang tidak mendukung.

9. Mempunyai gangguan mental lain, seperti gangguan cemas, gangguan makan, atau stres pasca trauma.

10. Ketergantungan terhadap alkohol atau obat-obatan terlarang.

11. Penyakit kronik atau penyakit serius, termasuk kanker, stroke, nyeri kronik, atau penyakit jantung.

12. Sedang dalam pengobatan tertentu, seperti mengonsumsi beberapa obat hipertensi atau obat tidur. Beberapa ahli menemukan hubungan depresi dengan konsumsi obat-obatan kimiawi tertentu. Sebaiknnya bicarakan dengan dokter sebelum menghentikan pengobatan apapun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel