12 Gadis Cantik Jadi Korban Penipuan Lowongan SPG

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Gerrad Gustaf Ngadiman alias Gery alias Hendra (36), warga Jl Tanjung Bira Cendrawasih, Kecamatan Mamajang, harus mendekam di ruang tahan Polrestabes Makassar, Senin (13/2/2012) lantaran terlibat dalam kasus penipuan terhadap 12 Sales Promotion Girl (SPG).

Ke delapan gadis tersebut adalah AF (24), TJ (22), AJ (21), DI (24), IT (21), TU (20), MA (21) dan DH (21), sementara empat korban lainnya belum melaporkan penipuan itu ke Polrestabes Makassar.

Gerald ditangkap di rumah rekannya di Jalan Lembu. Kecamatan Makassar.

“Usai menerima laporan, tersangka langsung kami tangkap lalu di jebloskan ke sel,” ujar Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Anwar, di kantornya, siang tadi.

Aksi pria berumur 36 tahun ini terbilang cukup lihai. Hanya dengan bermodal satu unit handphone LG, pelaku berhasil mengelabui para wanita muda dengan modus memberikan pekerjakan di perusahaanya yang bergerak di bidang pemasangan aksesoris mobil.

Namun, aksi kejahatan pria campuran Jawa-Manado itu berhasil terbongkar setelah ke 8 dari 12 gadis ini melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polrestabes, siang tadi.

Selain berhasil menangkap pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa 4 unit HP berbagai merek, serta uang tunai Rp 1,3 juta.

“Ini akan kami jadikan sebagai barang bukti hasil kejahatan tersangka nanti di persidangan,” ujarnya.

Di depan penyidik, tersangka mengaku melakukan aksinya hanya dengan mengirim pesan singkat (SMS) mengenai lowongan pekerjaan untuk SPG di sejumlah toko swalayan.

Dalam isi SMS itu, berbunyi "Dibutuhkan cepat SPG PT Ventro Variasi Mobil GTC Makassar dengan gaji Rp 250 per hari, minat hubungi Hendra 082196272424".

Tawaran dikirim pelaku membuat wanita muda tertarik. Namun untuk menyakinkan para korbannya, pelaku mengajak ketemu di Restauran Royal Stick GTC Jl Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate.

Empat korban calon SPG yang menghubungi pelaku dimintai menyetor fotokopi identitas. Mereka berinisial AD (21), TJS (23), AR (24), dan D (24)." Saya tidak pernah minta uang sama mereka (para korban)," kata Gerrad

Setelah itu, pelaku memberikan dua lembar soal untuk dijawab segera. Sebelum soal itu dijawab, pelaku meminta korban untuk mematikan HP dan menyerahkan ke meja pelaku dengan alasan agar tidak mengganggu proses seleksi karyawan yang akan diterima.

Setelah korbannya menyetorkan seluruh telepon selulernya, pelaku langsung meninggalkan tempat sambil menelepon dan meninggalkan para korban di dalam ruangan meeting.

Setelah beberapa menit, pelaku tak kunjung datang. Korban pun melihat telepon seluler mereka yang disimpan di meja hilang dibawa kabur pelaku.

Wakil Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi Anwar mengatakan dari hasil pemeriksaan, tersangka sudah menjalankan aksinya sebanyak dua kali.

Sebelumnya, pelaku sudah berhasil menipu korbannya sebanyak delapan orang di ruangan meeting Rumah Makan Padang di Jl Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, 4 Februari lalu.

"Pelaku dijerat pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman lima tahun penjara," tambah Anwar.

Salah satu korbannya yakni AD, mengaku menerima tawaran itu dari salah satu rekannya. Dia mengatakan tertarik dengan pekerjaan itu, karena ditawarkan gaji Rp 250 ribu per hari. Selain itu, uang transportasi dan uang makan juga disiapkan Rp 15 ribu per hari.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.