12 Macam-Macam Penyakit Tulang di Usia Muda, Perhatikan Tandanya

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Pahami macam-macam penyakit tulang di usia muda yang bisa menyerang anak dan remaja. Penyakit tulang bukan sesuatu yang ringan, apalagi jika dialami oleh anak dan remaja yang masih harus melewati masa pertumbuhan.

Selain dapat memengaruhi kualitas hidupnya di masa depan, macam-macam penyakit tulang di usia muda cukup membahayakan. Anak dan remaja tidak bisa tumbuh dengan baik, posturnya menjadi buruk, dan berisiko sebabkan kematian.

Ada dua jenis penyakit tulang yang bisa menyerang anak dan remaja, karena bawaan dan didapatkan dari berbagai faktor. Maka dari itu, mewaspadai macam-macam penyakit tulang di usia muda perlu sekali dilakukan, agar pemeriksaan dan penanganan tepat bisa segera didapatkan.

Berikut Liputan6.com ulas macam-macam penyakit tulang di usia muda dari berbagai sumber, Kamis (31/12/2020).

Macam-Macam Penyakit Tulang di Usia Muda

Ilustrasi anak | pexels.com/@olly
Ilustrasi anak | pexels.com/@olly

Kifosis

Kyphosis adalah pelengkungan abnormal pada punggung atas. Pada tulang yang normal, kelengkungan tulang punggung atas berada pada kisaran 25 sampai 45 derajat. Pada penderita kifosis, kelengkungan bisa mencapai 50 derajat.

Ada tiga jenis kifosis, kifosis postural, kifosis Scheuermann, dan kifosis bawaan. Kyphosis postural sering terjadi pada remaja dan postur yang buruk. Ketika tulang belakang dan otot-otot di sekitarnya berkembang secara tidak normal.

Kifosis adalah kondisi relatif umum yang sering berkembang pada masa remaja atau dewasa muda. Postur yang buruk, kelainan pada tulang belakang, atau kelemahan terkait usia, dapat menyebabkan kifosis.

Kifosis dapat terjadi dapat terjadi pada usia berapa pun tetapi paling sering terjadi pada wanita yang lebih tua. Jenis lain dari kyphosis dapat muncul pada bayi atau remaja karena malformasi tulang belakang. Beberapa jenis kyphosis dapat terjadi sejak lahir, tetapi ini jarang terjadi.

Lordosis

Lordosis merupakan bentuk kelainan tulang belakang bawah yang melengkung ke depan. Lordosis dapat memengaruhi punggung bawah dan leher. Hal ini dapat menyebabkan tekanan berlebih pada tulang belakang, menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Gejala lordosis yang paling umum adalah nyeri otot. Ada dua jenis lordosis, lordosis di punggung bawah dan lordosis serviks. Sementara untuk lordosis serviks tulang belakang di daerah leher tidak melengkung seperti biasanya. Pada tulang belakang yang sehat, leher akan terlihat seperti huruf C yang sangat lebar, dengan lekukan mengarah ke belakang leher.

Lordosis dapat menyerang orang-orang dari segala usia. Obesitas, kelainan tulang, dan osteoporosis dapat menyebabkan lordosis. Ini terjadi karena otot-otot di sekitar pinggul anak lemah atau menegang. Lordosis pada anak biasanya akan hilang seiring dengan pertumbuhan. Lordosis juga biasanya dialami oleh wanita hamil.

Macam-Macam Penyakit Tulang di Usia Muda

Ilustrasi Anak | Credit: pexels.com/Ketut
Ilustrasi Anak | Credit: pexels.com/Ketut

Skoliosis

Seseorang dengan skoliosis memiliki kurva menyamping di tulang belakangnya. Kurva sering berbentuk S atau berbentuk C. Tanda dan gejala skoliosis meliputi bahu dan pinggul tidak rata serta pundak yang tampak lebih menonjol dari yang lain.

Jika kurva skoliosis semakin memburuk, selain melengkung ke samping, tulang belakang juga bisa memutar. Sejumlah kecil pasien dengan skoliosis mungkin memerlukan pembedahan. Komplikasi skoliosis meliputi nyeri kronis, defisiensi pernapasan, dan penurunan kapasitas olahraga.

Wanita paling sering mengalami skoliosis. Gangguan ini juga sering muncul pada anak-anak. Bentuk skoliosis yang paling umum muncul pada remaja. Ini dikenal sebagai skoliosis idiopatik remaja. Skoliosis dapat menyerang anak-anak sejak usia 10 tahun.

Tanda dan gejala sering mulai selama pertumbuhan sebelum masa pubertas. Dalam kebanyakan kasus, perawatan tidak diperlukan, karena kurva tulang balakang akan mengoreksi dirinya sendiri seiring dengan pertumbuhan.

Osteoporosis

Tak cuma orang dewasa, anak dan remaja juga memiliki risiko osteoporosis. Meski jarang terjadi, osteoporosis pada anak biasanya disebabkan oleh gangguan medis yang mendasarinya atau pengobatan tertentu. Pada anak terkadang tidak diketahui penyebab dari osteoporosis sehingga dinamakan osteoporosis idiopatik juvenile.

Tidak peduli apa penyebabnya, osteoporosis anak dapat menjadi masalah yang signifikan karena terjadi selama tahun-tahun utama pembentukan tulang anak. Sejak lahir hingga dewasa muda, anak-anak terus menumpuk massa tulang, yang biasanya memuncak di akhir usia 20-an. Semakin besar massa tulang puncaknya, semakin rendah risiko osteoporosis di kemudian hari.

Macam-Macam Penyakit Tulang di Usia Muda

Ilustrasi remaja | Credit: pexels.com/Julia
Ilustrasi remaja | Credit: pexels.com/Julia

Kista Tulang

Kista juga dapat berkembang pada tulang. Penyakit ini lebih banyak menyerang anak dan remaja. Penyakit ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Sebab, Benjolan kista akan membaik dengan sendirinya.

Berbeda penanganan jika kista atau benjolan berisi air semakin besar. Harus ada pengobatan khusus agar tulang tidak lemah dan mudah patah. Terutama pada bagian yang terasa sakit dan mulai bengkak.

Dokter akan mengikis kista pada tulang. Kemudian, lubang yang sudah terbentuk akan diisi oleh potongan-potongan kecil tulang baru.

Rakitis

Rakitis termasuk penyakit tulang yang terjadi pada anak-anak. Risikonya semakin besar ketika anak tidak mendapatkan asupan cukup vitamin D. Vitamin D inilah yang akan membantu menyerap fosfor dan kalsium dari usus.

Tubuh yang kekurangan vitamin D, akan memroduksi hormon penyebab kalsium dan fosfor dilepaskan dari tulang. Hal inilah yang membuat tulang kekurangan mineral hingga menjadi lemah dan lunak.

Gejala penyakit tulang rakitis:

- Rasa sakit atau nyeri pada tulang lengan, kaki, panggul, atau tulang belakang

- Pertumbuhan terhambat sehingga anak bertubuh pendek

- Mudah mengalami patah tulang

- Mengalami kram otot

- Mengalami kelainan gigi seperti pertumbuhan gigi yang lebih lambat, lubang pada email, dan abses atau munculnya nanah

- Munculnya kelainan bentuk tulang seperti tulang dada menonjol, tulang belakang melengkung, atau benjolan di tulang rusuk

Macam-Macam Penyakit Tulang di Usia Muda

Ilustrasi remaja | (dok. pexels/Polina Zimmerman)
Ilustrasi remaja | (dok. pexels/Polina Zimmerman)

Osteokondrosis

Osteokondrosis termasuk gangguan yang memengaruhi pertumbuhan tulang anak dan remaja. Penyakit ini lebih sering disebabkan oleh gangguan alirah darah menuju sendi.

Ada banyak penyakit yang masuk dalam kategori penyakit osteokondrosis. Biasanya penyakit akan dikelompokkan berdasarkan tempat terjadinya. Seperti Perthes pada panggul dan Osgood-Schlatter pada lutut.

Penyakit Blount

Dalam penyakit Blount, yang juga disebut tibia vara, tulang kering seorang anak tumbuh secara tidak normal, melengkung di bawah lutut. Saat anak mulai berjalan, membungkukkan kaki menjadi lebih buruk.

Penyakit Blount adalah gangguan pertumbuhan yang mempengaruhi tulang-tulang kaki bagian bawah, menyebabkan mereka bengkok ke luar. Ini dapat mempengaruhi orang kapan saja selama proses pertumbuhan, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak yang lebih muda dari 4 tahun dan remaja.

Macam-Macam Penyakit Tulang di Usia Muda

IIlustrasi remaja | (dok. pexels/Polina Zimmerman)
IIlustrasi remaja | (dok. pexels/Polina Zimmerman)

Osteogenesis Imperfecta

Osteogenesis Imperfecta (OI) termasuk gangguan langka yang menyerang jaringan ikat. Penderita akan memiliki tulang rapuh dan mudah patah tanpa alasan yang jelas. Parahnya, penyakit tulang ini belum ada obatnya. Hanya ada perawatan khusus untuk membantu mengendalikannya.

Gejala Osteogenesis Imperfecta:

Persendian menjadi lebih longgar

- Lemah otot

- Tulang belakang melengkung

- Gigi rapuh

- Kelainan bentuk tulang

- Gangguan pendengaran

- Bagian putih mata berubah warna menjadi kebiruan atau keabuan

Kanker Tulang

Kanker tulang pada anak dapat terjadi pada tulang mana saja di tubuh. Akan tetapi, masing-masing jenis kanker tulang memiliki lokasi tersering yang berbeda-beda. Misalnya, jenis kanker tulang yang bernama osteosarkoma biasanya muncul pada lokasi ujung-ujung tulang panjang pada kaki dan tangan.

Tanda dan gejala kanker tulang pada anak dapat bervariasi antara satu anak dengan yang lainnya, tergantung lokasi kanker tulang bermula. Biasanya, kanker tulang pada anak diawali oleh adanya riwayat trauma pada tulang seperti patah tulang atau infeksi dalam tulang yang tidak sembuh secara sempurna.

Macam-Macam Penyakit Tulang di Usia Muda

Ilustrasi anak | (dok.pexels.com)
Ilustrasi anak | (dok.pexels.com)

Osteomielitis

Osteomielitis merupakan infeksi tulang yang dapat terjadi tiba-tiba akut/kronis. Bisa berkembang sangat cepat, yakni 7 hingga 10 hari. Penyakit tulang yang jarang terjadi tetapi cukup serius.

Pada anak-anak, osteomielitis terjadi di tulang panjang yang meliputi tungkai atau lengan. Untuk orang dewasa terjadi di pinggul, tungkai, dan tulang belakang.

Infeksi bisa menyebar dari aliran darah hingga ke tulang. Bakteri masuk dan menginfeksi melalui keretakan tulang, pembedahan, dan infeksi bakteri staphylococcus aureus.

Gejala osteomielitis:

- Demam

- Mudah marah

- Kelelahan

- Mual

- Kelembutan, kemerahan, dan rasa hangat di area yang terinfeksi

- Pembengkakan di sekitar tulang yang terkena

- Kehilangan rentang gerak

Displasia Fibrosa

Displasia fibrosa terjadi pada jaringan parut/fibrosa. Jaringan ini akan berkembang untuk menggantikan tulang normal. Jaringan akan tumbuh tidak teratur dan membuatnya berubah bentuk/patah.

Penyakit tulang ini akan menyerang tulang paha, kering, lengan atas, tengkorak, iga, dan panggul. Termasuk bagian dari kelainan genetik mutasi gen yang tidak diturunkan dari orangtua ke anak.

Gejala penyakit displasia fibrosa:

- Nyeri pada tulang

- Pembengkakan

- Kelainan bentuk tulang

- Patah tulang, khususnya di lengan atau kaki

- Lekukan di tulang kaki