12 Makanan Khas Sumatera Utara yang Menggugah Selera, Unik dan Wajib Dicoba

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Makanan khas Sumatera Utara terdiri dari makanan berat hingga jajanan yang enak. Selain makanan berat yang tentunya bisa dimakan di tempat, kamu juga bisa menjadikan jajanan khas Sumatera Utara sebagai oleh-oleh, misalnya Bika Ambon yang sudah terkenal di mana-mana.

Sebagai salah satu provinsi yang ditinggali beragam suku seperti Batak, Nias, Siladang, hingga Melayu, Sumatera Utara menawarkan berbagai sajian yang pastinya menggugah selera. Makanan khas Sumatera Utara dipengaruhi oleh suku-suku yang menetap di daerah tersebut.

Makanan khas Sumatera Utara tentunya perlu dicicipi saat kamu berkunjung. Apalagi, Medan sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang cukup sering dikunjungi.

Hal ini tentunya juga tidak lepas dari potensi wisata dan kuliner yang dimiliki Sumatera Utara. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (8/3/2021) tentang makanan khas Sumatera Utara.

Bika Ambon dan Anyang Pakis

Bika Ambon
Bika Ambon

Bika Ambon

Bagi yang belum mengetahuinya, mungkin menganggap makanan satu ini berasal dari Ambon. Namun, sebenarnya Bika Ambon merupakan makanan khas Sumatera Utara. Bika Ambon pertama kali diproduksi di jalan Ambon, Kota Medan. Terbuat dari bahan-bahan seperti telur, gula, dan santan, bika ambon sudah dikenal luas di Indonesia.

Setelah bahan dicampur, bahan bika tersebut akan difermentasi selama tujuh jam dengan cara dicampur air nira. Sensasi air nira inilah yang membuat makanan ini begitu khas di Sumatera Utara.

Anyang Pakis

Anyang Pakis merupakan makanan khas Sumatera Utara, tepatnya dari kabupaten Asahan. Makanan ini terbuat dari pakis yang diolah bersama kelapa sangrai dan bumbu seperti daun jeruk, cabai merah, serai, bawang merah, dan kencur.

Sekilas tampilan dari Anyang Pakis mirip dengan urap dari Jawa, yang membedakan adalah penggunaan kelapa sangrai yang mirip serundeng.

Mie Gomak dan Sambal Tuktuk

Ilustrasi Mie Gomak Credit: pexels.com/EnginAkyurt
Ilustrasi Mie Gomak Credit: pexels.com/EnginAkyurt

Mie Gomak

Makanan khas Sumatera Utara selanjutnya adalah Mie Gomak. Mie ini terbuat dari mie yang sering disebut Mie Lidi atau dikenal oleh orang Batak sebagai Mie Besar. Masyarakat Batak menyebut makanan ini sebagai Mie Gomak karena cara pembuatannya digomak-gomak (digenggam dengan tangan).

Mie yang sudah direbus biasanya dibuat terpisah dengan kuah dan sambalnya. Meski banyak ragam untuk membuat menu makanan khas Batak ini, ada yang menggunakan kuah ada juga dibuat seperti mie goreng. Rasanya sangat unik apabila mie gomak dicampur dengan bumbu dari tanah Batak yakni andaliman.

Sambal Tuktuk

Sambal Tuktuk adalah makanan khas Sumatera Utara dari daerah Tapanuli. Di daerah asalnya, sambal tuktuk dicampur dengan ikan aso-aso (sejenis ikan kembung yang sudah dikeringkan), tapi jika tidak menemukan ikan tersebut bisa diganti dengan ikan teri tawar.

Meskipun bahannya hampir sama dengan bahan pembuatan sambal pada umumnya. Namun adanya andaliman membuatnya berbeda dengan sambal lainnya, termasuk rasanya. Bahan seperti bawang, andaliman, kemiri, dan bawang bisa disangrai sampai berbau harum. Kemudian, semua bahan-bahan tersebut dihaluskan dan ditambah dengan hasil suwiran ikan, tidak lupa juga adanya tambahan garam, jeruk nipis, dan penyedap rasa agar rasanya semakin enak.

Lontong Medan dan Arsik

Ikan Bumbu Arsik.
Ikan Bumbu Arsik.

Lontong Medan

Lontong Medan biasanya disajikan untuk menu sarapan. Nyaris semua orang Medan menyukai menu makanan khas Sumatera Utara satu ini. Makanan ini terdiri atas lontong, sayur santan, dan sambal dengan tambahan berupa teri, tauco, dan bumbu kacang. Rasa gurihnya bisa membuat kamu ketagihan.

Arsik

Masih dari daerah Tapanuli, makanan khas Sumatera Utara berikutnya adalah Arsik. Masakan ini dikenal pula sebagai ikan mas bumbu kuning yang dalam penyajiannya tidak dibuang sisiknya. Selain ikan mas, ikan laut seperti kembung dan kakap, dan daging juga dapat dijadikan bahan arsik. Ada pula arsik yang menggunakan daging babi.

Bumbu arsik sangat khas, mengandung beberapa komponen yang khas dari wilayah pegunungan Sumatra Utara, seperti andaliman dan asam cikala (buah kecombrang), dipadukan bumbu khas Nusantara yang umum, seperti lengkuas dan serai. Bumbu-bumbu yang dihaluskan dilumuri pada tubuh ikan beberapa saat. Ikan kemudian dimasak dengan sedikit minyak dan api kecil hingga agak mengering.

Dali Ni Horbo dan Sayur Gurih Tauco

Keju Batak sendiri bisa dikonsumsi dengan hanya direbus atau dimasak dengan diarsik.
Keju Batak sendiri bisa dikonsumsi dengan hanya direbus atau dimasak dengan diarsik.

Dali Ni Horbo

Makanan khas Sumatera Utara selanjutnya adalah Dali Ni Horbo. Dali Ni Horbo adalah olahan susu kerbau yang dimasak hingga membentuk gumpalan seperti keju. Olahan Dali Ni Horbo ini tak melalui proses kimia sama sekali, melainkan diolah secara tradisional. Penggunaan susu kerbau juga hanya diambil dari induk kerbau yang baru melahirkan selama satu bulan.

Pengolahan Dali Ni Horbo ini cukup sederhana, susu kerbau dimasak dengan air dengan suhu sedang, dan dipanaskan hingga mengental. Biasanya olahan ini dicampur dengan air nanas atau air perasan daun pepaya untuk menghilangkan bau amis.

Sayur Gurih Tauco

Sayur gurih tauco merupakan makanan khas Sumatera Utara tepatnya dari Medan. Sayur ini merupakan olahan berkuah yang terbuat dari santan kemudian di dalamnya terdapat udang dan daging sapi yang dibumbui dengan bumbu tauco. Adanya tauco yang dibuat secara fermentasi ini akan menghasilkan rasa pedas gurih.

Lapet dan Naniura

Naniura (sumber: wikipedia)
Naniura (sumber: wikipedia)

Lapet dan Ombus-Ombus

Kue Lapet dan Ombus-ombus adalah jajanan tradisional khas Batak yang berasal dari Tapanuli. Makanan khas Sumatera Utara ini biasanya dibentuk menyerupai limas dan dibungkus daun pisang.

Proses pembuatannya tidak begitu rumit, dimulai dari tepung beras, kelapa parut yang tidak terlalu tua, dan dicampur. Menyusul parutan gula merah (aren), dan air secukupnya. Setelah merata seluruh adonan, kemudian dibungkus dengan daun pisang, lalu dikukus hingga matang.

Naniura

Naniura adalah makanan khas Batak yang berasal dari Tapanuli yang dibuat dengan Dengke Mas atau Ikan Mas yang diberi asam. Naniura merupakan sebuah penyajian lauk pauk yang cara membuatnya tidak dimasak, direbus, digoreng atau semacamnya, karena naniura dalam bahasa Batak artinya ikan yang tidak dimasak.

Ikan mentah tersebut disajikan dengan bumbu yang lengkap sehingga yang akan membuat ikan tersebut lebih enak dirasa tanpa dimasak, yang artinya bahwa bumbu-bumbu itulah yang memasak ikan mas tersebut. Mirip seperti sashimi di Jepang.

Dahulu, makanan khas Sumatera Utara ini hanya dapat dikonsumsi oleh raja dan hanya boleh dimasak oleh koki kerajaan. Namun, saat ini seluruh masyarakat dapat merasakan kelezatan Naniura ini.

Soto Medan dan Manuk Napinadar

Soto Medan (dok. Masak.tv/Dinny Mutiah)
Soto Medan (dok. Masak.tv/Dinny Mutiah)

Soto Medan

Soto yang memiliki ciri khas berupa kuah santan kental berwarna kuning kehijauan ini memang sangat menarik. Tak hanya di Medan saja, soto ini bahkan sudah terkenal ke berbagai kota di Indonesia. Tinggal kamu saja yang harus memvariasikannya. Mau pakai daging sapi, ayam, sampai udang, terserah kamu.

Manuk Napinadar

Manuk Napinadar adalah masakan khas Batak yang biasanya dihidangkan pada pesta adat tertentu. Makanan khas Sumatera Utara satu ini merupakan olahan dari ayam kampung goreng atau panggang yang tersaji bersama bumbu dan sambalnya yang khas yaitu dengan campuran Andaliman.

Bumbu untuk memasak Manuk Napiadar ini berupa cabai merah atau cabai rawit, kemiri, kencur, bawang merah, bawang putih, asam, jahe, dan tak lupa andaliman. Semua rempah tersebut harus dihaluskan terlebih dahulu sebelum disiramkan di atas ayam kampung yang telah dipanggang.