12 Orang Terkaya Dunia yang Lahir dari Mata Uang Kripto

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Pandemi Covid-19 menghantam perekonomian global sejak Maret 2020. Banyak saham ikut terpukul karena perilaku panik investor yang memutuskan membuang sejumlah aset yang dianggap beresiko.

Tidak terkecuali perdagangan Bitcoin yang harganya sempat turun 50 persen dalam sehari saat gelombang pertama penyebaran virus. Disusul anjloknya harga mata uang kripto lainnya yang menghadapi ketidakpastian pasar.

Meski begitu, menuju akhir tahun kondisi ini berbalik dengan meningkatnya eksistensi Bitcoin dan kawan-kawannya. Dua belas bulan kemudian, harga Bitcoin sempat melampaui USD 60.000 atau lebih dari Rp 860 juta per koin pada bulan Maret. Rekor yang belum pernah disentuh sebelumnya.

Begitupun nilai kapitalisasi pasar untuk perdagangan mata uang kripto secara kumulatif yang nilainya menyentuh lebih dari USD 1,5 triliun atau sekitar Rp 21.600 triliun.

Bukannya surut, kini Bitcoin kian memperkuat popularitasnya setelah sejumlah perusahaan raksasa ikut serta dalam sistem pasar yang mereka buat. Ada nama produsen mobil listrik paling sukses di dunia, Tesla serta layanan keuangan Square Inc yang belanja Bitcoin sebagai portofolio investasinya.

Bahkan mata uang kripto sedikit demi sedikit mulai merangsak masuk dalam sistem perbankan di AS. Ini setelah salah satu bank tertua di negeri paman Sam, BNY Mellon berencana mengizinkan nasabahnya bertransaksi dengan Bitcoin.

Bersamaan dengan pertumbuhan pasar mata uang kripto ini, rupanya beberapa sosok ikut serta menambang keuntungan dari meningkatnya perdagangan Bitcoin.

Dalam rilisan terbarunya, Jumat (9/4/2021), Forbes mencatat ada 12 orang terkaya yang lahir dari investasi kripto pada tahun ini, naik 200 persen dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah empat orang. Berikut daftarnya.

1. Sam Bankman-Fried

Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)
Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Kekayaan: USD 8,7 miliar setara Rp 127 triliun

Bankman-Fried adalah miliarder mata uang kripto terkaya dunia dan merupakan pendatang baru di jajaran ini.

Lulusan MIT berusia 29 tahun itu mendirikan perusahaan perdagangan kuantitatif Alameda Research dan bursa derivatif populer FTX.

Dia menjadi kontroversial pada tahun 2020 dengan sumbangan USD 5 juta atau lebih dari Rp 72 miliar untuk super-PAC yang mendukung kampanye kepresidenan Joe Biden.

2. Brian Armstrong

Kekayaan: USD 6,5 miliar setara Rp 95 triliun

Kekayaan CEO dan salah satu pendiri Coinbase ini meningkat lebih dari enam kali lipat dari yang sebelumnya hanya USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,4 triliun tahun lalu.

Coinbase telah meraup popularitas besar sebagai salah satu pertukaran mata uang kripto terbesar di AS, dan menghasilkan lebih dari USD 1 miliar tahun lalu. Perusahaan baru-baru ini mengajukan untuk go public

3. Chris Larsen

Kekayaan: USD 3,4 miliar setara Rp 49 triliun

Salah satu pendiri dan ketua Ripple ini meningkatkan kekayaannya sebesar USD 800 juta atau sekitar Rp 11,5 triliun karena nilai token XRP perusahaannya melonjak. Larsen memegang lebih dari 3 miliar XRP dan 17 persen saham di Ripple Labs.

4. Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss

Kekayaan: masing-masing USD 3 miliar setara Rp 44 triliun

Keduanya merupakan saudara kembar dan mantan atlet dayung yang sempat terlibat pertarungan hukum dengan Mark Zuckerberg atas tuduhan pencurian konsep saat Zuckerberg meluncurkan Facebook. Cameron dan Tyler kemudian mendapat kompensasi USD 65 juta saat itu.

Keduanya kemudian mengubah uang kompensasi itu untuk diinvestasikan ke Bitcoin yang saat ini berhasil melipat gandakan nilai tersebut.

Kakak beradik ini mulai membeli bitcoin pada tahun 2012. Mereka juga meluncurkan pertukaran crypto Gemini dan membeli platform lelang seni digital Nifty Gateway.

5. Michael Saylor

Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)
Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Kekayaan: USD 2,3 miliar setara Rp 33 triliun

Saylor merupakan pendatang baru di jajaran miliarder kripto ini. Ia merupakan CEO dari perusahaan perangkat lunak MicroStrategy yang telah rugi besar selama kehancuran dot-com pertama.

Namun kondisi itu membaik setelah ia berinvestasi ke Bitcoin jauh sebelum harganya semahal sekarang, karena itu kekayaannya juga ikut bertambah.

6. Jed McCaleb

Kekayaan: USD 2 miliar setara Rp 28,9 triliun

McCaleb, salah satu pendiri Ripple lainnya, memperoleh sebagian besar kekayaannya dari kepemilikan 3,4 miliar XRP miliknya.

Dia juga memiliki sekitar 1 miliar Stellar Lumens, cryptocurrency yang dia dirikan pada tahun 2014 setelah berselisih dengan rekan-rekan Ripple-nya.

7. Fred Ehrsam

Kekayaan: USD 1,9 setara Rp 27,4 triliun

Ehrsam mendirikan Coinbase dengan Armstrong pada tahun 2012. Dia meninggalkan perusahaan pada 2017 tetapi tetap menjadi anggota dewan, dan memiliki 6 persen saham perusahaan yang bernilai sekitar USD 1,9 miliar. Saat ini, Ehrsam memimpin perusahaan investasi yang berfokus pada crypto, Paradigm.

8. Changpeng Zhao

Kekayaan: USD 1,9 miliar setara Rp 27,4 triliun

Zhao merupakan pebisnis kelahiran Tiongkok dan memulai bisnis kriptonya di Kanada. Ia merupakan pendiri pertukaran kripto Binance dan memiliki sekitar 30 persen saham di perusahaan.

9. Barry Silbert

Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)
Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Kekayaan: USD 1,6 miliar setara Rp 23 triliun

Kekayaan Silbert terikat pada Digital Currency Group (DCG), konglomerat kripto yang ia dirikan pada tahun 2015. Di antara kepemilikan DCG adalah situs berita kripto CoinDesk dan perusahaan manajemen aset Grayscale, yang mengendalikan Bitcoin, Ether, dan aset lainnya senilai USD 44 miliar atau sekitar Rp 636 triliun.

10. Mathew Roszak

Kekayaan: USD 1,5 miliar setara Rp 21,7 triliun

Roszak merupakan pemain lama dalam investasi ini, ia sudah memulainya sejak 2011. Roszak sekarang adalah pemimpin eksekutif di Bloq, sebuah perusahaan infrastruktur blockchain dan investor tahap awal dalam startup kripto.

11. Tim Draper

Kekayaan: USD 1,5 miliar setara Rp 21,7 triliun

Kekayaannya itu dipanen Draper setelah dirinya membeli Bitcoin senilai USD 18,7 juta atau lebih dari Rp 270 miliar yang telah disita oleh Marshals A.S. dari pasar gelap Silk Road pada tahun 2014. Sekarang nilai tersebut telah berlipat ganda.

Reporter: Abdul Azis Said

Saksikan Video Ini