12 Pemain Hebat yang Mengaku Berutang Budi kepada Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp

Bola.com, Jakarta - Sejak mendarat di Anfield pada 2015, Jurgenn Klopp menyuntikkan banyak perubahan di tubuh Liverpool. Klub raksasa Premier League tersebut perlahan tapi pasti bangkit menggapai kembali kejayaannya. 

Efek tangan dingin Jurgen Klopp telah terbukti di level Eropa. Liverpool musim lalu merengkuh trofi Liga Champions setelah menumbangkan sesama klub Inggris, Tottenham Hotspur, di partai puncak. 

Musim lalu, The Reds juga terlibat pacuan juara Premier League melawan Manchester City, meski akhirnya terpaksa puas menempati posisi runner up. 

Kans Liverpool menuntaskan dahaga meraih titel liga pertama di era Premier League kembali terbuka lebar pada musim ini. The Reds berdiri kukuh di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 10 poin atas peringkat dua, Leicester City. Asal tidak ceroboh dan bernasib sial di sisa musim, Liverpool tampaknya bakal bisa menggapai trofi Premier League. 

Semua itu tak lepas dari pengaruh Klopp. Dia dikenal sebagai pelatih yang punya pengaruh besar, di segala aspek. Baik di Liverpool atau saat di Jerman (Borussia Dortmund), Klopp punya pengaruh besar terhadap pemain-pemain hebat yang jadi anak asuhnya. 

Klopp merupakan sosok yang disukai, di mana pun dia berada. Pemain bukan hanya menghormatinya, tapi juga memujanya. 

Berikut ini 12 pemain yang mengaku performanya atau kepribadiannya jadi lebih baik selama bekerja sama dengan Jurgen Klopp, seperti dilansir Planet Football

Sadio Mane

Gelandang Liverpool, Sadio Mane, berusaha melewati bek Leicester, Ben Chilwell, pada laga Premier Laegue di Stadion King Power, Leicester, Kamis (26/12). Leicester kalah 0-4 dari Liverpool. (AFP/Oli Scarff)

"Rahasia Jurgen, saya rasa, adalah dia menjadi ayah bagi pemain-pemainnya. Di antara kami, semuanya langsung klik. Kami semua mencintainya seperti seorang ayah dan kadang kami juga takut kepadanya," kata Sadio Mane. 

"Dia memberi saya banyak ruang dalam kehidupan, dan bukan hanya di sepak bola. Saya sangat memercayainya, seperti juga hampir semua pemain lainnya." 

Roberto Firmino

Gelandang Chelsea, Jorginho memberikan bola ke striker Liverpool, Firmino setelah mencetak gol pada pertandingan Piala Super Eropa 2019 di Besiktas Park, di Istanbul (15/8/2019). Liverpool menang adu penalti atas Chelsea 5-4 (2-2). (AP Photo/Emrah Gurel)

"Saya merasa berkembang banyak di setiap sisi: fisik, taktik, mental. Saya belajar di setiap aspek," kata Roberto Firmino. 

"Saya tak pernah lelah memuji Klopp. Dia memiliki banyak sisi bagus di dalam dan luar lapangan. Dia benar-benar membantu kami setiap hari. Kami belajar banyak darinya." 

Ilkay Gundogan

Gelandang Manchester City, Ilkay Gundogan, menggiring bola saat melawan FC Shakhtar Donetsk pada laga Liga Champions di Stadion Metalist, Rabu (18/9/2019). Manchester City menang 3-0 atas FC Shakhtar Donetsk. (AP/Efrem Lukatsky)

"Saya datang ke Borussia Dortmunda dari tim yang relatif kecil dan kesulitan selama enam bulan pertama untuk menemukan tempat di tim. Saya sedikit pemalu, dan sejujurnya tak cukup berani melakukan beberapa hal," ujar Ilkay Gundogan. 

"Tapi, terima kasih atas bantuan rekan-rekan setim dan Jurgen serta stafnya, penampilan saya bisa meningkat."  

Virgil van Dijk

Bek Liverpool, Virgil Van Dijk. (Dok. Liverpool FC)

"Saya punya koneksi yang mirip dengan Jurgen Klopp di Liverpool seperti sebelumnya dengan Ronald Koeman di Southampton. Seperti Koeman, Klopp tahu benar mengeluarkan kemampuan terbaik saya," kata Virgil Van Dijk. 

"Ketika media heboh tentang saya dan bersikap sangat positif, dia akan menurunkan keriuhan itu, dan seringkali dengan kedipan. Ketika saya terpilih menjadi Pemain Terbaik Eropa dan harus berangkat ke acara penghargaan, Jurgen bilang ke semua pemain bahwa saya mengambil trofi mewakili tim."

"Saya tahu apa artinya itu. Di saat bersamaan, bos memberikan respek dan tanggung jawab yang besar kepada saya."

Ivan Perisic

Gelandang Bayern Munchen, Ivan Perisic, berebut bola dengan pemain Union Berlin, Christopher Trimmel, pada laga Bundesliga di Alte Foersterei, Minggu (17/5/2020). Bayern Munchen menang 2-0 atas Union Berlin. (AP/Hannibal Hanschke)

"Saya tak terbiasa bertahan sejak dari depan. Saya bahkan tak tahu apa itu permainan two-way. Jurgen mengajari saya tentang sepak bola modern," kata Ivan Perisic

Henrikh Mkhitaryan

Henrikh Mkhitaryan resmi bergabung dengan AS Roma. (Twitter AS Roma)

"Saya sangat berterima kasih kepada Klopp. Dia memperbaiki kepribadian saya dan sisi psikologisnya. Klopp menunjukkan jalan untuk saya. Dia mendukung saya dan bilang supaya saya mengangkat kepala dengan tegak karena hal-hal bagus akan datang," kata Henrikh Mkhitaryan.

Pierre-Emerick Aubameyang

Striker Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang berselebrasi usai mencetak gol ketiga untuk timnya ke gawang Everton dalam lanjutan Liga Inggris di Emirates Stadium, Senin (24/2/2020) dini hari WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

"Dia mengajari saya bagaimana memiliki kepribadian yang kuat dan bagaimana meningkatkan level saya. Saya sangat menghormati pria ini," kata Aubameyang. 

 

Philippe Coutinho

Gelandang baru Bayern Munchen, Philippe Coutinho berselfie dengan fans saat mengikuti sesi pelatihan di Munich, Jerman selatan (20/8/2019). Munchen meminjam Coutinho dari Barcelona selama satu musim dengan biaya 8,5 juta euro atau sekitar Rp 134,3 miliar. (AFP Photo/Christof Stache)

"Dia pelatih hebat, salah satu yang terbaik di dunia. Pemimpin sejati. Saya belajar banyak darinya, terutama soal mental," kata Philippe Coutinho.

Mario Gotze

Gelandang asal Jerman, Mario Gotze, merupakan pemain yang diorbitkan Jurgen Klopp ketika masih sama-sama berada di Borussia Dortmund dari 2009 hingga 2013. (AFP/Patrik Stollarz)

"Dia mengajari saya segalanya tentang sepak bola profesional. Saat itu, saya baru berusia 17 tahun dan baru naik dari tim junior. Dia memperkenalkan saya segalanya. Dia membiarkan saya bermain," ujar Mario Gotze. 

 

Robert Lewandowski

Striker Bayern Munchen, Robert Lewandowski (Twitter Munchen)

"Saya gembira bisa mengenal pelatih dan sosok seperti Jurgen Kloop, karena dia luar biasa, sebagai pelatih maupun individu. Saya belajar banyak darinya dan itu sangat berarti," kata Lewandowski.

Divock Origi

Pemain Liverpool, Divock Origi berpelukan dengan Jurgen Klopp usai pastikan kemenangan kontra Everton dalam laga lanjutan Premier League yang berlangsung di stadion Anfield, Inggris, Minggu (2/12). Liverpool menang 1-0 atas Everton. (AFP/Oli Scarff)

"Banyak tim yang memiliki kualitas, tapi ketika Anda memiliki manajer bagus, yang punya taktik kuat, serta didukung fans bagus, maka tak ada rahasia lagi. Anda bisa meraih hal-hal hebat," kata Divock Origi.

Marco Reus

Pelatih Borussia Dortmund, Peter Stoger, tak rela melepas Marco Reus ke AC Milan karena mengaku masih menbutuhkan jasa sang pemain. (AFP/Guido Kirchner)

"Jika Jurgen duduk di depan Anda dengan auranya, yang memancar bahkan ketika bicara, itu benar-benar mengesankan. Dia jelas satu di antara alasan saya gabung Dortmund. Jurgen dapat membuat pemain berkembang dan membuat pemain menjadi baik. Ada hal spesial dalam dirinya," kata Marco Reus.

Sumber: Berbagai sumber

Video