12 Penyebab Betis Kaki Kram, Ketahui Cara Mengatasinya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Kram merupakan sensasi nyeri dan ketegangan yang menyakitkan. Kram kaki kerap terjadi tiba-tiba. Kram ini biasanya memengaruhi betis hingga otot paha.

Meski kram di betis bisa hilang dalam beberapa detik atau menit, rasa sakitnya bisa membuat tidak nyaman. Rasa sakit menusuk yang tajam pada betis bisa terasa sangat melemahkan. Kram ini bahkan bisa menghentikan aktivitas sehari-hari.

Dalam kebanyakan kasus, penyebab kram kaki tidak pernah biasanya dianggap tidak berbahaya. Namun, kram yang presisten dan parah bisa terkait dengan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes atau penyakit arteri perifer.

Jika kram di betis dan kaki semakin menyakitkan dan terus terjadi, segera temui dokter. Berikut 12 penyebab betis kaki kram, dilansir Liputan6.com dari Health, Senin(2/11/2020).

Penyebab Betis Kaki Kram

Penyebab Betis Kaki Kram/pexles
Penyebab Betis Kaki Kram/pexles

Dehidrasi

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab umum kram. Ini terutama sering terjadi saat cuaca panas dan tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi memicu penipisan cairan yang menyebabkan ujung saraf menjadi peka. Ini bisa memicu kontraksi di ruang sekitar saraf dan meningkatkan tekanan pada ujung saraf motorik.

Kekurangan mineral

Selain dehidrasi, kekurangan mineral juga bisa menyebabkan kram. Jika tubuh Anda kekurangan elektrolit dan mineral tertentu, ketidakseimbangan tersebut dapat memicu kram spontan. Ketidakseimbangan natrium, kalsium, magnesium, atau kalium dapat menyebabkan kram kaki.

Penyebab Betis Kaki Kram

Ilustrasi ibu hamil. (unsplash.com).
Ilustrasi ibu hamil. (unsplash.com).

Kehamilan

Kehamilan meningkatkan risiko wanita mengalami kram kaki, terutama selama trimester kedua dan ketiga. Ini bisa terjadi karena selama kehamilan, wanita bisa kekurangan magnesium dan kalium lebih tinggi.

Olahraga berlebihan

Olahraga berlebihan dapat memicu kram tiba-tiba. Ini bisa terjadi ketika saraf yang mengalir dari otak dan sumsum tulang belakang ke otot menjadi terlalu bersemangat. Akibatnya, Anda sering berakhir dengan kram yang tidak disengaja. Istirahat dan peregangan sangat penting dalam situasi ini.

Otot juga tidak bekerja dan merespons dengan cara yang sama saat jogging dan sprint, misalnya, jadi setiap peningkatan volume atau in

Penyebab Betis Kaki Kram

Ilustrasi Stres dan Kelelahan Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Stres dan Kelelahan Credit: pexels.com/pixabay

Kelelahan

Saat kelelahan, seseorang mungkin lebih rentan mengalami kram. Ketika otot lelah, ia tidak sinkron dalam menggunakan nutrisi. Ini membuat otot kehilangan lebih banyak nutrisi daripada yang digunakannya. Akibatnya kram di betis kaki sering terjadi di malam hari atau saat istirahat.

Duduk atau berdiri terlalu lama

Kebiasaan kurang gerak bisa menjadi penyebab umum kram kaki. Otot dibuat untuk bergerak, berkontraksi, dan istirahat. Jika ia melakukan sesuatu yang tidak biasa seperti duduk sepanjang hari atau berdiri dalam waktu yang lama, ini dapat menyebabkan kram.

Berdiri dalam waktu lama dapat menyebabkan kelelahan otot, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kram. Sementara itu duduk terlalu lama juga dapat menyebabkan otot mengalami kerusakan. Sebaiknya selingi aktivitas lain saat duduk atau berdiri dalam waktu yang lama.

Penyebab Betis Kaki Kram

Ilustrasi obat | pexels.com
Ilustrasi obat | pexels.com

Konsumsi obat tertentu

Beberapa obat bisa menyebabkan ketegangan otot. Obat diuretik dapat memicu kram karena menghabiskan cairan dan garam dalam tubuh. Obat lain yang dapat menyebabkan kram kaki termasuk obat-obatan osteoporosis seperti raloxifene dan teriparatide; sukrosa besi intravena (digunakan untuk mengobati anemia); obat-obatan seperti albuterol; estrogen terkonjugasi (digunakan untuk mengobati gejala menopause); dan obat nyeri seperti naproxen dan pregabalin.

Pengapuran

Sama seperti saraf yang terlalu bersemangat dapat menyebabkan kram kaki yang berhubungan dengan penggunaan berlebihan, saraf yang tidak berfungsi karena alasan lain juga dapat menyebabkan kram. Pengapuran atau osteoarthtritis merupakan jenis artritis yang paling umum. Orang dengan osteoarthtritis juga mungkin mengalami kejang otot dan kram kaki.

Kram kaki ini biasanya terkait dengan osteoartritis tulang belakang, yang, bila parah, dapat menyebabkan saraf terjepit atau kerusakan saraf lainnya.

Penyebab Betis Kaki Kram

Ilustrasi kesehatan jantung (sumber: pixabay)
Ilustrasi kesehatan jantung (sumber: pixabay)

Penyakit arteri perifer

Jika kram kaki tampak spontan dan tidak terkait dengan olahraga aktivitas fisik lainya, penting untuk menemui dokter untuk mengetahui masalah yang mendasarinya. Beberapa kondisi kesehatan yang memengaruhi cara tubuh menggerakkan elektrolit dapat menyebabkan kram kaki. Ini juga seperti penyakit arteri perifer ketika kolesterol menyumbat pembuluh darah di kaki. Kondisi ini mempengaruhi aliran darah dan memicu kram.

Multiple sclerosis

Kram kaki juga bisa menjadi gejala gangguan sistem saraf Multiple sclerosis. Beberapa orang dengan MS mengalami spastisitas, yang dapat mencakup berbagai kejang dan kedutan otot yang tidak disengaja, serta kram kaki. Spastisitas mungkin terasa seperti sesak ringan atau kesemutan pada otot pada beberapa orang atau kram dan nyeri yang lebih parah.

Penyebab Betis Kaki Kram

Ilustrasi Penyakit Diabetes Credit: pexels.com/PhotoMIX
Ilustrasi Penyakit Diabetes Credit: pexels.com/PhotoMIX

Neuropati perifer diabetik

Kadar gula darah yang terlalu tinggi pada penderita diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada saraf di kaki, kaki, lengan, dan tangan yang disebut neuropati perifer diabetik. Kerusakan saraf ini sering kali menyebabkan perasaan mati rasa atau kesemutan, tetapi juga dapat menyebabkan otot berkedut dan kram kaki yang parah jika saraf di kaki tidak berfungsi dengan baik.

Hipotiroidsme

Kondisi tiroid juga dapat menyebabkan kram kaki. Orang-orang dengan produksi hormon tiroid yang terlalu sedikit dapat merusak saraf yang mengirimkan sinyal dari otak dan tulang belakang ke lengan dan kaki. eberapa orang dengan tiroid yang kurang aktif akan merasakan kesemutan atau mati rasa pada otot mereka, sementara yang lain mungkin mengalami kram kaki.