12 Penyebab Darah Rendah dan Cara Mengatasi yang Benar, Periksa Secara Teratur

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab darah rendah atau hipotensi bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor tertentu, dari kondisi tubuh hingga asupan nutrisi. Walaupun biasanya tidak berbahaya, hipotensi terkadang dapat menyebabkan pusing dan lemas. Jadi kamu tetap harus memperhatikannya.

Tekanan darah normal berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Sementara itu, darah rendah atau hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah 90/60 mmHg. Kamu perlu mewaspadainya karena darah rendah bisa menjadi gejala suatu penyakit yang sedang kamu derita.

Penyebab darah rendah dipengaruhi oleh kondisi tubuh dan aktivitas yang dilakukan seseorang. Tekanan darah memang dapat berubah sepanjang waktu sebagai kondisi yang normal. Faktor-faktor seperti pertambahan usia, keturunan, dan kondisi tubuh patut diperhatikan dalam hal ini.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (3/6/2021) tentang penyebab darah rendah.

Penyebab Darah Rendah

Penyebab Darah Rendah
Penyebab Darah Rendah

Kehamilan. Pada masa kehamilan, peredaran darah dalam tubuh berkembang sangat cepat, berbeda dengan kondisi normal atau ketika sedang tidak hamil. Hal ini terjadi karena terdapat perubahan hormonal yang menyebabkan pembuluh darah membesar, dan tekanan darah menurun. Biasanya tekanan darah mulai turun pada awal kehamilan. Maka dari itu, seorang ibu yang sedang hamil perlu untuk rutin mengecek tekanan darahnya agar mengetahui perkembangan kesehatannya.

Dehidrasi. Dehidrasi adalah penyebab darah rendah yang sering diabaikan. Tubuh manusia terutama darah komposisi utamanya adalah air, maka ketika air di dalam tubuh tidak terpenuhi volume darah juga akan mengalami penurunan yang bisa menjadi faktor penyebab darah rendah. Gejala darah rendah yang disebabkan dehidrasi biasanya penderita akan mengalami pusing dan lemas, hingga pingsan.

Mengonsumsi obat tertentu. Beberapa jenis obat-obatan memang memiliki efek yang bisa menjadi penyebab darah rendah. Beberapa obat yang dapat mempengaruhi antara lain adalah alpha bloker, beta bloker, dan antidepresan.

Kekurangan nutrisi. Pola makan yang kurang baik, serta jenis makanan yang tidak memiliki nutrisi lengkap juga bisa menjadi penyebab darah rendah. Ketika tubuh kekurangan nutrisi, maka tekanan darah dapat mengalami penurunan drastis. Untuk mengatasinya, maka bisa dnegan memperbanyak konsumsi kedelai dan kacang-kacangan.

Pendarahan. Pendarahan ini bisa dikarenakan kecelakaan atau operasi. Ketika tubuh mengalami kurang darah, maka tekanan darah akan menjadi rendah. Maka dari itu, jika dirasa terjadi keluar darah yang cukup banyak, lebih baik diberikan pertolongan tambahan dengan transfusi darah.

Anemia. Sudah dijelaskan sebelumnya, anemia adalah kondisi seseorang mengalami kekurangan darah, di mana hemoglobin di dalam tubuh berada dalam jumlah yang tidak normal. Anemia juga bisa disebabkan karena pendarahan yang terjadi di bagian tubuh tertentu.

Penyebab Darah Rendah

Ilustrasi Darah Rendah Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Darah Rendah Credit: pexels.com/pixabay

Penyakit jantung. Penyebab darah rendah berikutnya adalah penyakit jantung. Orang yang menderita penyakit jantung memang mudah terserang kondisi darah rendah. Hal ini disebabkan oleh darah yang tidak dapat dipompa baik oleh jantung yang bermasalah, sehingga terjadi penurunan tekanan darah. Otot jantung yang lemah juga bisa berisiko membuat darah rendah. Penyebab dari otot jantung yang lemah adalah serangan jantung atau infeksi virus tertentu.

Penyumbatan pembuluh darah. Saat pembuluh darah tersumbat, maka jaringan yang berfungsi mengirim sinyal ke jantung akan terhambat. Hal tersebut menyebabkan berbagai kontraksi reguler dalam jantung menjadi terganggu. Tidak hanya sampai disitu, jika kondisi ini dibiarkan, maka penyumbatan pembuluh darah bisa memicu tekanan darah rendah.

Inflamasi organ tubuh. Penyebab darah rendah selanjutnya bisa dikarenakan inflamasi yang terjadi pada organ tubuh. Prosesnya berawal dari kondisi organ yang meradang. Kemudian pembuluh darah mengelilingi jaringan yang mengalami inflamasi. Kondisi tersebut akhirnya menyebabkan volume darah berkurang dan menjadi penyebab darah rendah.

Masalah endokrin. Penyebab darah rendah selanjutnya dikarenakan masalah endokrin. Salah satunya ketika muncul penyakit tiroid, kekurangan hormon adrenalin, kadar gula darah rendah, serta diabetes. Berbagai kondisi tersebut bisa menyebabkan tekanan darah rendah. Endokrin sendiri merupakan kelenjar yang mengatur produksi hormon dan aliran darah. Maka, saat ada masalah, tekanan darah bisa ikut menurun.

Reaksi alergi parah. Beberapa pemicu alergi (alergen) dapat menimbulkan reaksi alergi parah (anafilaksis) yang berdampak pada menurunnya tekanan darah.

Infeksi. Ketika tubuh mengalami infeksi bakteri yang menyerang organ tubuh serta memasuki pembuluh darah, maka bakteri tersebut bisa memproduksi racun yang mengganggu kinerja aliran darah. Itulah mengapa, infeksi pada akhirnya bisa menjadi penyebab darah rendah.

Cara Mengatasi Darah Rendah

Ilustrasi Penyakit Darah Rendah Credit: pexels.com/Disable
Ilustrasi Penyakit Darah Rendah Credit: pexels.com/Disable

Darah randah pada umumnya bisa diatasi dengan melakukan beberapa hal sederhana di rumah. Berikut cara mengatasi darah rendah berikut yang bisa kamu lakukan di rumah:

- Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak garam sodium.

- Jangan berdiri atau beraktifitas secara berlebihan, atau istirahatlah.

- Banyak mengonsumsi air putih.

- Kurangi minum minuman yang beralkohol.

- Periksa obat-obatan yang sedang kamu konsumsi.

- Konsumsi obat-obatan untuk mengurangi efek darah rendah.

- Periksakan diri ke dokter.

Mencegah Darah Rendah

Ilustrasi sarapan, makan pagi. (Photo by Jonas Jacobsson on Unsplash)
Ilustrasi sarapan, makan pagi. (Photo by Jonas Jacobsson on Unsplash)

Kamu juga bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan, agar tekanan darah selalu normal dan kamu tidak mengalami darah rendah. Beberapa cara berikut bisa kamu lakukan agar terhindar dari penyakit darah rendah:

- Sarapan.

- Banyak minum.

- Melakukan diet seimbang.

- Hindari mengonsumsi alkohol.

- Istirahat setiap kali merasa lelah.

- Banyak bergerak atau berolahraga.

- Menjaga konsumsi atau asupan sodium.

- Hindari kondisi yang menyebabkan kamu kepanasan.

- Mandi dengan air hangat dan dingin secara berlebihan.

Periksalah tekanan darah secara rutin untuk mengetahui apakah kamu mengalami darah rendah atau darah tinggi. Hal ini bisa membuat kamu bisa lebih waspada dan menghindari hal-hal yang bisa memperburuknya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel