12 Penyebab Mata Merah Perih yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Mengetahui penyebab mata merah perih dapat segera mengatasinya. Bagi sebagian orang, mata merah perih bukan menjadi kondisi yang mengganggu aktivitas seharian. Namun, dari beberapa kasus mata perih dapat terasa sangat menyakitkan dan berisiko menimbulkan komplikasi.

Mata merah perih adalah kondisi di mana bagian putih mata (Sklera) menjadi memerah. Mata merah bisa terlihat bermacam-macam bentuknya, dapat terlihat seperti ada beberapa garis merah muda atau merah berlekuk pada sclera atau seluruh sklera.

Mata merah perih biasanya termasuk gejala dari suatu kondisi tertentu. Kondisi ini kadang juga disertai oleh beberapa gejala lain, seperti rasa tidak nyaman di mata, sensasi terbakar, mata seperti kemasukan pasir, kesulitan membuka mata, mata berair, nyeri, dan sensitif terhadap cahaya.

Untuk mengetahui lebih lanjut. Berikut ini ulasan mengenai penyebab mata merah perih beserta cara mengatasinya yang tepat yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (2/8/2021).

Iritasi dan Infeksi

Ilustrasi Mata Merah Perih. Credit: freepik.com
Ilustrasi Mata Merah Perih. Credit: freepik.com

1. Iritasi

Penyebab mata merah perih yang pertama adalah karena iritasi. Biasanya, mata merah perih disebabkan oleh iritasi penggunaan lensa kontak atau masuknya benda asing seperti debu, bulu mata, atau sisa make up ke mata. Bahan-bahan iritan yang sering kita jumpai di dalam kehidupan sehari-hari juga seringkali membuat mata merah perih. Beberapa bahan yang bisa membuat mata merah perih dan iritasi antara lain adalah asap rokok dan air kolam renang yang mengandung klorin.

2. Infeksi

Penyebab mata merah perih yang selanjutnya adalah karena infeksi. Infeksi pada mata sering kali menyebabkan mata perih, merah, dan berair. Infeksi mata bisa disebabkan oleh virus atau bakteri. Pengobatannya pun disesuaikan dengan penyebab infeksi tersebut. Infeksi virus pada mata umumnya dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari. Sedangkan infeksi bakteri pada mata perlu diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter.

Mata Kering dan Kualitas Udara yang Buruk

Ilustrasi mata merah perih. Image by agnesliinnea from Pixabay
Ilustrasi mata merah perih. Image by agnesliinnea from Pixabay

3. Mata Kering

Penyebab mata merah perih yang lainnya diakibatkan oleh mata kering. Kondisi ini menjadikan mata terasa panas dan perih serta berair. Mata kering akan membuat penderitanya merasakan sensasi kesat atau berpasir seperti ada yang menyangkut di dalam mata.

Cara mengatasi mata merah perih akibat mata kering, Anda bisa melembapkannya dengan menggunakan obat tetes khusus untuk mata kering atau air mata buatan. Kedua obat tersebut bisa Anda temukan di apotek. Ikuti aturan dan cara pakai yang ada di kemasannya. Cara mengatasi mata perih lainnya dengan memperbanyak konsumsi makanan kaya omega-3 dan banyak minum air putih. Selain itu, Anda juga bisa lebih meningkatkan intensitas berkedip untuk menyebarkan air mata secara merata ke seluruh permukaan mata.

4. Kualitas Udara yang Buruk

Penyebab mata merah perih yang lainnya diakibatkan oleh kualitas udara yang buruk. Faktor lingkungan yang biasanya berdampak kepada kondisi mata merah perih adalah udara kering dan kotor. Kondisi udara yang kotor dan kering dapat meningkatkan penguapan air mata dan membuat mata iritasi. Mata pun menjadi kering dan perih. Untuk mengatasinya, Anda dianjurkan untuk menggunakan humidifier guna melembapkan udara sekitar yang kering.

Mata Lelah dan Faktor Genetik

Ilustrasi mata lelah. (iStockphoto)
Ilustrasi mata lelah. (iStockphoto)

5. Mata Lelah

Penyebab mata merah perih yang lainnya diakibatkan oleh mata lelah. Sering menatap layar komputer, HP atau televisi hingga berjam-jam lalu mata menjadi perih? Itu terjadi karena mata lelah. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan akan membaik setelah mata diistirahatkan sejenak. Jika Anda bekerja di depan layar komputer dalam waktu lama, usahakan untuk mengalihkan penglihatan setiap 30 menit guna mengistirahatkan mata.

6. Faktor Genetik

Faktor genetik yang mungkin menjadi penyebab mata merah perih adalah corneal stromal dystrophy. Kondisi ini dapat menimbulkan penggumpalan zat tertentu, seperti endapan zat kristal dan kolesterol di kornea mata. Penumpukan zat-zat ini menyebabkan terganggunya penglihatan seseorang. Gejala perih atau nyeri pada mata akibat kondisi ini dapat muncul ketika lapisan epitel kornea mulai mengalami erosi. Untuk mengobatinya, pasien kemungkinan memerlukan prosedur transplantasi kornea.

Fotokeratitis dan Alergi

Ilustrasi mata Credit: pexels.com/Jaoa
Ilustrasi mata Credit: pexels.com/Jaoa

7. Fotokeratitis

Penyebab mata merah perih lainnya diakibatkan oleh paparan belebih dari radiasi sinar matahari atau biasa disebut fotokeratitis. Kondisi ini dapat menyebabkan mata penderitanya terasa peris dan panas, perubahan penglihatan, hingga kebutaan permanen.

Biasanya gejala fotokeratitis dapat membaik dengan sendirinya. Untuk memulihkan kondisinya dengan cepat, ada beberapa tindakan yang perlu Anda lakukan, seperti tetap berada di dalam ruangan, menggunakan kaca mata hitam untuk melindunginya dari sinar matahari, meneteskan air mata buatan yang bebas pengawet, jangan mengucek mata, dan melepaskan lensa kontak.

8. Alergi

Penyebab mata merah perih lainnya bisa dikarenakan alergi. Misalnya alergi debu, serbuk sari bunga, atau helai bulu hewan. Untuk mengatasi mata perih akibat alergi konjungtivitas ini, Anda bisa menghentikan paparan terhadap pemicu alergi. Sebisa mungkin untuk menjauhkan pemicu alergi dekat dengan Anda. Selanjutnya, Anda bisa meneteskan obat mata khusus yang mengandung antihistamin. Atau juga bisa mengonsumsi obat alergi untuk menghentikan gejala alerginya.

Ocular Rosacea dan Pterygium

Radang Kelopak Mata
Radang Kelopak Mata

9. Ocular Rosacea

Ocular Rosacea merupakan radang kulit yang terjadi di sekitar kelopak mata. Rosacea adalah penyakit kulit kronis yang kerap kambuh yang merupakan salah satu penyakit autoimun. Cara menagatasi mata merah perih akibat Ocular Roscea adalah dengan mengendalikan kekambuhan serta intensitas keparahan gejalanya. Hal ini dikarenakan Rosacea tidak dapat disembuhkan. Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik minum. Selain obat, Anda bisa memastikan kelopak mata selalu bersih dengan mengompres setidaknya dua kali sehari dengan air hangat.

10. Pterygium

Pterygium merupakan pertumbuhan selaput jaringan berbentuk segitiga berwarna merah muda yang dapat muncul pada bagian putih bola mata. Kondisi penyakit mata ini cukup umum dan dapat memengaruhi siapa saja yang banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Untuk mengatasi mata perih dan perih dari Pterygium sebaiknya perlu konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Biasanya dokter akan meresepkan obat tetes mata atau salep mata kortikosteroid untuk meredakan peradangan.

Blepharitis dan Cedera

Ilustrasi cedera mata.
Ilustrasi cedera mata.

11. Blepharitis

Blepharitis merupakan infeksi bakteri yang menyerang pinggiran kelopak mata atau garis tumbuhnya bulu mata. Kondisi mata ini menyebabkan mata merah perih, kulit kelopak mata menjadi merah dan bengkak.

Cara mengatasi mata merah perih akibat blepharitis bisa dengan mengompres hangat bagian mata yang terasa perih. Lakukan cara ini selama 10 menit dan ulangi beberapa kali sehari. Setiap kali Anda mengompres mata, gosok lembut kelopak mata dengan kapas yang telah direndam air dan sampo bayi. Lalu pijat dengan gerak memutar, kemudian keringkan daerah mata yang terinfeksi.

12. Cedera

Penyebab mata merah perih lainnya bisa dikarenakan cedera. Cedera pada mata, misalnya akibat kecelakaan, terpapar benda asing atau zat kimia, baru menjalani operasi, paparan sinar ultraviolet berlebih, atau luka bakar, dapat menyebabkan mata merah perih. Hal ini terjadi karena pembuluh darah mata akan melebar untuk mengalirkan lebih banyak darah ke lokasi cedera. Bila pembuluh darah pada mata ikut terluka, pendarahan pun akan terjadi.

Jika ada benda asing yang tidak sengaja masuk dan melukai mata, segera temui dokter agar dapat segera ditangani.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel