12 Penyebab Sakit Gigi dan Cara Sederhana Mengurangi Nyerinya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab sakit gigi bisa sangat menyakitkan dan tidak nyaman. Ada kalanya, sakit gigi sampai membuat sulit tidur dan tidak nafsu makan. Ada banyak penyebab sakit gigi yang bisa terjadi.

Kebanyakan penyebab sakit gigi disebabkan oleh kondisi kesehatan mulut. Pada kasus tertentu, penyebab sakit gigi juga terkait dengan masalah sinus. Mengetahui penyebab sakit gigi bisa membantu mengatasi rasa nyerinya.

Penyebab sakit gigi tak boleh diabaikan seringan apapun itu. Penyebab sakit gigi yang disebabkan oleh kerusakan gigi bisa bertambah parah jika tidak ditangani. Berikut penyebab sakit gigi, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (24/6/2021).

Penyebab sakit gigi

Ilustrasi sakit gigi (foto: Pixabay)
Ilustrasi sakit gigi (foto: Pixabay)

Gigi berlubang

Penyebab sakit gigi yang paling sering terjadi adalah gigi berlubang. Kerusakan gigi menjadi alasan mengapa gigi terasa sakit. Gigi berlubang mula-mula bisa hanya berupa lubang kecil yang jika tidak diatasi bisa membesar dan menimbulkan masalah lebih lanjut. Gigi berlubang disebabkan oleh plak, zat lengket yang mengikat gigi. Plak adalah kombinasi dari bakteri, air liur, dan partikel makanan yang tidak dibersihkan secara tuntas.

Sensitivitas suhu

Paparan panas atau dingin yang ekstrem bisa menyebabkan sensitivitas suhu pada gigi. Sensitivitas gigi disebabkan oleh enamel gigi yang aus atau saraf yang terbuka di gigi. Saat makan atau minum sesuatu dengan suhu yang sangat rendah atau tinggi, Anda mungkin merasakan rasa sakit yang tiba-tiba dan tajam.

Penyebab sakit gigi

Ilustrasi sakit gigi (Gambar oleh Sammy-Williams dari Pixabay)
Ilustrasi sakit gigi (Gambar oleh Sammy-Williams dari Pixabay)

Erosi email

Erosi email gigi bisa menjadi penyebab sakit gigi yang datang tiba-tiba. Sensitivitas semacam ini dapat disebabkan oleh makan makanan yang sangat asam, menyikat gigi terlalu keras, dan faktor lainnya. Akibatnya, email yang melapisi dan melindungi gigi mulai terkikis dan tidak tergantikan. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam dan menusuk yang membuat sakit saat menggigit makanan tertentu.

Resesi gusi (gusi turun)

Gusi turun adalah suatu kondisi di mana gusi tertarik ke belakang dari permukaan gigi, memperlihatkan permukaan akar gigi. Resesi ini membuat akar gigi terbuka, serta membuat lebih rentan terhadap penyakit gusi dan infeksi gigi. Jika gigi tiba-tiba menjadi lebih sensitif dari sebelumnya, resesi gusi bisa menjadi penyebabnya.

Penyebab sakit gigi

Ilustrasi Gigi Credit: pexels.com/Darius
Ilustrasi Gigi Credit: pexels.com/Darius

Gigi impaksi

Gigi impaksi yang baru tumbuh bisa menjadi penyebab sakit gigi. Gigi impaksi adalah gigi yang posisinya berhadapan dengan gigi, tulang, atau jaringan lunak lainnya. Posisi gigi membuatnya tidak mungkin untuk naik sepenuhnya melalui gusi untuk mencapai posisi normalnya di dalam mulut. Gigi impaksi biasanya muncul di bagian belakang atau geraham.

Sinusitis

Salah satu gejala infeksi sinus adalah nyeri pada gigi dan rahang. Saat sinus meradang dan dipenuhi dengan tekanan dari infeksi, mereka dapat menekan ujung saraf gigi. Ini membuat sakit gigi sering terjadi saat sinus terganggu.

Penyebab sakit gigi

Ilustrasi gigi  (sumber: Pixabay)
Ilustrasi gigi (sumber: Pixabay)

Infeksi gusi

Penyakit gusi disebut gingivitis merupakan penyebab sakit gigi yang cukup umum selain gigi berlubang. Infeksi gusi atau gingivitis peradangan pada gusi, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejala infeksi gusi di antaranya adalah gusi bengkak, merah, dan berdarah.

Gigi atau mahkota retak

Gigi atau mahkota yang retak dapat menyebabkan sakit gigi dan sensitivitas. Tetapi ada beberapa kasus ketika gigi retak sedikit, sehingga menyebabkan rasa sakit tetapi hampir tidak mungkin untuk terlihat mata.

Penyebab sakit gigi

Ilustrasi gigi. Image by Engin Akyurt from Pixabay
Ilustrasi gigi. Image by Engin Akyurt from Pixabay

Abses

Abses gigi adalah kantong nanah yang dapat terbentuk di berbagai bagian gigi akibat infeksi bakteri. Gigi yang abses menyebabkan rasa sakit sedang hingga parah yang terkadang dapat menyebar ke telinga atau leher. Jika tidak diobati, gigi abses dapat berubah menjadi kondisi yang serius dan mengancam jiwa.

Sering menggertakkan gigi

Menggertakkan gigi dan mengatupkan rahang dapat menyebabkan sensitivitas gigi kronis, karena enamel pada gigi terkikis. Stres sering menjadi penyebab kebiasaan menggertakkan gigi.

Penyebab sakit gigi

Ilustrasi dokter gigi (iStockphoto)
Ilustrasi dokter gigi (iStockphoto)

Produk pemutihan gigi

Menggunakan strip pemutih, gel pemutih, atau menjalani prosedur pemutihan gigi dapat meningkatkan sensitivitas gigi. Ini pada akhirnya bisa menjadi penyebab sakit gigi. Rasa sakit pada gigi yang disebabkan oleh pemutihan gigi seringkali bersifat sementara dan biasanya akan mereda jika berhenti menggunakan produk pemutih.

Prosedur gigi

Tambalan atau perawatan gigi yang melibatkan pengeboran dapat membuat ujung saraf gigi menjadi lebih sensitif untuk sementara. Sensitivitas dari prosedur penambalan gigi dapat bertahan hingga dua minggu.

Cara mengatasi sakit gigi sederhana

ilustrasi berkumur/pexels
ilustrasi berkumur/pexels

Kumur air garam

Bagi banyak orang, berkumur dengan air garam adalah pengobatan lini pertama yang efektif. Air garam adalah disinfektan alami, dan dapat membantu melonggarkan partikel makanan dan kotoran yang mungkin tersangkut di sela-sela gigi. Berkumur dengan air garam saat sakit gigi juga dapat membantu mengurangi peradangan dan menyembuhkan luka mulut.

Kompres dingin

Kompres dingin bisa membantu meredakan rasa sakit pada gigi. Saat menerapkan kompres dingin, ia menyebabkan pembuluh darah di area tersebut menyempit. Ini membuat rasa sakit tidak terlalu parah. Dingin juga dapat mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Cengkih

Cengkih telah digunakan untuk mengobati sakit gigi secara tradisional. Karena minyak cengkih dapat secara efektif menghilangkan rasa sakit dan mengurangi rasa sakit peradangan. Ini berkat kandungan eugenol yang merupakan antiseptik alami. Cara mengurangi rasa sakit dengan cengkih adalah dengan mengoleskan sedikit minyak cengkih. Minyak cengkih juga bisa ditambahkan pada air untuk berkumur.

Daun jambu biji

Daun jambu biji memiliki sifat anti inflamasi yang dapat membantu menyembuhkan luka. Daun ini juga punya efek antimikroba, aktivitas yang dapat membantu dalam perawatan mulut. Untuk menggunakannya, kunyah daun jambu biji segar atau tambahkan daun jambu biji yang dihancurkan ke dalam air mendidih untuk membuat obat kumur.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel