12 Perempuan Tewas saat Menambang Emas, Ini Respons Bupati Mandailing Natal

Merdeka.com - Merdeka.com - Bupati Mandailing Natal Jafar Sukhairi Nasution angkat bicara terkait peristiwa nahas yang menewaskan 12 penambang perempuan di Desa Bandar Limabung, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Belasan penambang itu tewas tertimpa longsoran dari tambang emas tanpa izin.

Sukhairi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal sudah berulang kali meminta masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin karena sangat berbahaya bagi nyawa dan lingkungan.

"Sudah beberapa kali Pemkab Mandailing Natal menyampaikan, bahkan saya langsung mengimbau masyarakat untuk menghentikan kegiatan tambang tanpa izin. Sebab kegiatan tersebut sangat berdampak dan berisiko," katanya saat melayat ke rumah salah seorang korban di Desa Simpang Bajole, Jumat (29/4).

Dipicu Masalah Ekonomi

Sukhairi pun menyayangkan masih maraknya tambang emas liar di Mandailing Natal. Dia menduga hal tersebut sangat berkaitan dengan desakan ekonomi.

"Namun, karena ekonomi banyak masyarakat masih melakukan aktivitas tersebut,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, tambang emas konvensional di Desa Bandar Limabung, memakan korban. Tidak tanggung-tanggung, 12 penambang perempuan tewas saat mencari butiran emas di lokasi tambang tersebut, Kamis (28/4) sekitar pukul 15.00 WIB. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel