12 Santri Jadi Tersangka Penganiayaan di Pesantren Darul Quran Lantaburo Tangerang

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Resor Metro Tangerang kota, menetapkan 12 santri dalam kasus penganiayaan terhadap RAP (13), santri Pondok Pesantren Darul Quran Lantaburo, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, sebagai tersangka.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, menegaskan bahwa penetapan tersangka itu didasari dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti yang diperoleh.

"Dari beberapa saksi, 12 anak kami tetapkan sebagai pelaku atau tersangka karena diduga melakukan tindak kekerasan terhadap korban," kata Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho di Mapolres Tangerang, Senin (29/8).

Dia menyebutkan, ke-12 anak tersangka perkara penganiayaan dan pengeroyokan terhadap RAP itu disangkakan pasal pidana penganiayaan dan undang-undang perlindungan anak sesuai pasal 76 c juncto pasal 80 ayat 3 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana di atas 7 tahun.

Kapolres menyebutkan, bahwa tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan terhadap santri RAP itu, terjadi di waktu istirahat setelah para santri melakukan salat subuh dan hafalan Alquran. [cob]