12 Tanda Kamu Termasuk Orang yang Ikhlas

Dian Lestari Ningsih, ickhwan10-94
·Bacaan 3 menit

VIVAIkhlas merupakan suatu amalan hati, bahkan Ikhlas berada pada permulaan amal-amalan hati. Sebab, diterima berbagai amal tidak akan menjadi sempurna kecuali dengan ikhlas, maksud ikhlas disini adalah menghendaki keridhaan Allah dengan suatu amal, membersihkan dari segala noda individual maupun duniawi.

Suatu amalan tidak boleh dilatar belakangai kecuali karena Allah dan demi akhirat, tidak ada yang mencampuri niat suatu amal, seperti kecendrungan kepada dunia untuk diri sendiri. baik itu menghendaki harta, karena syahwat, kedudukan, kesombongan yang tampak maupun tersembunyi, pada intinya menghendaki selain dari Allah dengan suatu amal, siapapun dan apapun tidak dibenarkan kecuali beramal untuk keridhaan Allah semata.

Meskipun Ikhlas ini hanya Allah dan individu yang mengetahui, akan tetapi ikhlas sebenarnya memiliki penguat dan tanda-tanda yang tampak dari tindak tanduknya orang yang mukhlis. baik dalam pandanganya maupun cakrawala orang lain.

1. Takut Ketenaran

Takut ketenaran dan menyebarnya kemasyhuran atas dirinya, kita harus yakin bahwa penerimaan amal di sisi Allah hanya dengan sembunyi-sembunyi, tidak secara terang-terangan atau diekspos. Ketenaran seseorang telah memenuhi seluruh angkasa, lalu ada niat kurang baik yang masuk ke dalam dirinya, maka inilah yang berbahaya bagi suatu amalan, karena manusia tidak membutuhkan ketenaran sedikitpun di sisi Allah

Ketenaran itu sendiri bukanlah sesuatu yang tercela, karena tidak ada yang lebih tenar dari pada Nabi dan Khulafaur Rasyidin, tetapi yang tercela adalah mencari ketenaran, tahta dan kedudukan, serta sangat ambisi mendapatkannya.

2. Menuduh Diri Sendiri

Orang yang mukhlis senantiasa menuduh diri sendiri sebagai orang yang berlebihan di sisi Allah dan kurang dalam melaksanakan berbagai kewajiban, bahkan senantiasa takut apabila keburukan-keburukannya tidak diampuni oleh Allah. Begitupula takutnya ia akan tertolak amalan-amalanya, takut terhadap ujub dan riya' yang menyusup kedalam hati tanpa disadarinya.

3. Beramal Secara Sembunyi-Sembunyi

Ciri orang ikhlas berikutnya adalah ia lebih mencitai amal yang dilakukan secara diam-diam, dibandingkan yang terang-terangan. Mereka lebih suka menjadi bagian dari suatu jamaah yang tidak terlihat tetapi fungsinya sangat vital, layaknya sebuah akar

4. Tidak Menuntut Pujian, Tidak pula Terkecoh dengan Pujian

Tidak meminta pujian orang-orang yang suka memuji dan tidak berambisi mendapatkanya. Jika ada orang yang memujinya ia tidak terkecoh tentang hakikat dirinya dihadapan orang yang memujinya. karena tidak ada yang lebih tau dirinya kecuali individu itu dan Allah yang Kuasa.

5. Tidak Kikir Pujian Terhadap Orang yang Memang Layak Dipuji

Tidak kikir memberikan pujian terhadap orang lain yang memang layak dipuji. tetapi ada dua bencana yang dapat muncul : Pertama, memberikan pujian dan sanjungan kepada orang yang tidak berhak. kedua kikir memberikan pujian terhadap orang yang layak dipuji.

6. Berbuat Selayaknya dalam Memimpin

Orang yang mukhlis senantiasa akan berbuat selayaknya karena Allah, ketika di barisan terdepan maupun belakang ia akan bertindak sama karena yang terpenting baginya adalah kemaslahatan umat dan keridhaan Allah semata.

7. Mencari Keridhaan Allah, Bukan Keridhaan Manusia

Tidak memperdulikan rida manusia apabila dibalik itu terdapat kemurkaan Allah, sebab setiap manusia mempunyai sikap, rasa, pemikiran, kecenderungan, tujuan dan jalan yang ditempuh. berusaha membuat manusia ridha adalah sesuatu yang tidak bertepi dan tak berujung

8. Menjadikan Keridaan Allah dan Kemarahan karena Allah Semata

Kecintaan dan kemarahan, pemberian dan penahanan, keridhaan dan kemurkaan harus dilakukan karena Allah, sebagaiman Rasululullah yang tidak pernah marah apabila berhubungan dengan beliau tetapi apabila berhubungan dengan Agama Allah, Rasulullah akan marah.

9. Sabar Sepajang Jalan

Perjalanan yang panjang, lambatnya hasil yang diperoleh, kesuksesan yang tertunda tidak mematahkan semangat orang-orang ikhlas, sebab latar belakang perbuatanya bukan sekedar mencari kesuksesan atau kemenangan saja melainkan yang paling pokok adalah tujuannya untuk keridaan Allah semata.

10. Merasa Senang Jika ada yang Bergabung

Merasa senang apabila ada orang yang bergabung dengan jama'ah amal dan kebaikan, tanpa terasa terganggu, terganjal, hasad, dengki serta penyakit hati lainya.

SUMBER ASLI