12 Warga Sipil Korban Penembakan KKB Nduga Papua Dievakuasi Gunakan Heli

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua belas warga sipil korban pembantaian KKB di kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (16/7) pagi, dievakuasi ke Timika.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Achmad Mustofa Kamal mengatakan proses evakuasi melibatkan Heli Bell Polri, Pesawat Rimbun Air dan Heli Caraka milik TNI-AU.

"Sudah kita evakuasi tadi, 2 korban luka-luka dievakuasi dengan menggunakan Heli Bell Polri, 3 korban meninggal dunia dievakuasi menggunakan pesawat Rimbun Air, 6 korban meninggal lainnya menggunakan Heli Caraca milik TNI AU dan 1 korban telah diambil keluarganya guna dimakamkan di Kenyam Kabupaten Nduga," ucap Kombes Kamal, Sabtu (16/7) petang.

Dijelaskan Kamal, dari data yang ada pihaknya terdata hanya 9 korban yang meninggal dunia.

"Kami dapat laporan ada tambahan korban, yang semula hanya 9 yang dinyatakan meninggal, saat ini menjadi 10 orang, dari 10 korban meninggal dunia tersebut, 9 korban dievakuasi ke Timika dan 1 orang diambil keluarganya di Distrik Kenyam Kabupaten Nduga, dan untuk 2 korban luka-luka juga di Evakuasi ke Timika," tutur Kabid Humas Polda Papua.

Sebelumnya, KKB membantai warga sipil di kampung Kampung Nagolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (16/7) pagi.

"Data sementara yang kami terima, dari 10 korban yang dibawa ke Puskesmas Kenyam, 9 diantaranya meninggal dunia," ungkap Dirkrimsus Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani, Sabtu (16/7).

Untuk kronologis kejadian, lanjut Faizal, pihaknya belum bisa mendapatkan informasi lebih dalam karena aparat keamanan gabungan masih melakukan proses evakuasi para korban, dan melakukan pengamanan situasi di lokasi kejadian.

Kombes Faizal mengaku kuat dugaan pelaku pembantaian tersebut adalah KKB pimpinan Egianus Kogoya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel