120 penggembira dari Unismuh siap sukseskan Muktamar Muhammadiyah

Sebanyak 120 penggembira Unismuh Makassar siap meramaikan dan menyukseskan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Solo, Jawa Tengah, 18-20 November 2022.

Ketua tim pemberangkatan penggembira Muktamar Unismuh Indra Jauharini Amri MPd di Makassar, Jumat, mengatakan keberangkatan perwakilan dalam menyemarakkan Muktamar dan ‘Aisyiyah ke 48 sudah dipersiapkan sebaik mungkin.

“Ada sekitar 120 orang yang akan berangkat, tetapi tidak menutup kemungkinan peserta akan terus bertambah,” katanya.

Ia menjelaskan, rombongan penggembira Unismuh Makassar akan mulai berangkat dengan jadwal berbeda yakni, 14 hingga 16 November 2022.

Baca juga: Warga persyarikatan mancanegara pastikan hadiri Muktamar Muhammadiyah

Baca juga: Sebanyak 92 nama berpeluang jadi Ketum PP Muhammadiyah

Agenda ini diikuti oleh Para Wakil Rektor, beberapa Dekan, Dosen, staf, dan karyawan Unismuh Makassar yang memiliki waktu dan keinginan dalam semarak Muktamar ke 48 ini.

“Ada dua kapal laut yakni kapal Pelni Dorolonda dan Kapal Pelni Ciremai juga pesawat yang telah disiapkan untuk berangkat ke Solo," kata Indra yang juga merupakan Kepala Bagian Inventarisasi dan Asset Unismuh Makassar.

Indra juga menambahkan, selain mengikuti kegiatan Muktamar, akan ada juga beberapa yang mengikuti pameran Teknologi di Museum Solo.

“Kita akan membawa produk-produk teknologi yang bisa di pamerkan di kegiatan tersebut,” terangnya.

Ia juga berharap, keberangkatan rombongan penggembira Unismuh Makassar selamat sampai tujuan dan Muktamar ke-48 dapat terlaksana dengan baik.

Sementara itu, jelang Muktamar Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar juga telah meluncurkan pendirian Fakultas Hukum (FH).

Pendirian FH Unismuh tersebut, merupakan tindak lanjut dari SK SK Mendikbud Ristek Nomor 815/E/O/2022, yang menyetujui pembukaan Prodi Hukum Bisnis di kampus miliki Persyarikatan Muhammadiyah itu.*

Baca juga: Aisyiyah siap tampung kader muda untuk perkuat dakwah berkemajuan

Baca juga: Aisyiyah perjuangkan isu stunting pada Muktamar 48 Muhammadiyah